googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Welcome To Suzuki Bandit, Pengganti Verza



Halo Brosis
Sejak tahun lalu atau pemakaian verza di umur ke tujuh tahun saya sudah memutuskan untuk menimbang mencari motor pengganti verza, bukan karena tidak nyaman tapi karena sudah waktunya dan rasanya sudah mulai bosan.

Sempat memikirkan  motor matic menjadi prioritas namun pilihan masih sulit berkitar di kepala saya, mengingat matic incaran masih ada sejumlah masalah yang bagi saya sangat lumayan fatal. Ada yang speedometernya blank kalau kena hujan, ada yang boros oli mesin, bunyi2 ghoib, gredek, kode-kodean eror sampai problem drat crankshaft tidak saya sebut merk dan jenis toh sudah familiar permasalahan tersebut.

Tidak hanya memantau lewat berita tapi juga dari sejumlah teman yang memakai motor-motor tersebut, tak jarang saat ketemu sharing dan curhat masalah familiar tersebut mulai yang habis jutaan untuk turun mesin, bolak-balik ke bengkel dalam rentang waktu yang singkat, sampai klaim garansi yang menunggu berbulan untuk pergantian part, bagi saya semua itu adalah pembelajaran tidak langsung, sampai akhirnya saya putuskan “belum saatnya” untuk kembali ke motor matic.

Review Spark Racing, Worth it Meski Agak Repot



Halo Brosis

Sebenarnya saya tidak suka dengan pemakaian aditif tambahan untuk bahan bakar kendaraan selama ini. Hal tersebut tentu saya rasa cukup dengan memakai bahan bakar yang saya pakai selama ini yaitu pertalite di kendaraan harian.

Namun, akhir-akhir ini rasanya saya perlu untuk mencoba menggunakan aditif bahan bakar hal itu karena peforma kendaraan yang dirasa kurang nendang belakangan, meski saya sudah menggunakan oli yang cukup mumpuni di verza yang saya gunakan untuk harian. Ingin sebenarnya menggunakan pertamax, namun pengalaman di motor saya setahun lalu pernah mengalami fuel dilution terlebih bahan bakar pertamina yang amat tidak ramah soal zat pewarna.


Sebenarnya di 3 bulan terakhir ini saya mendapat 3 aditif bahan bakar yang berbeda ada octane booster dari lucas yang saya beli bersama dengan pelumasnya, lalu ada eco racing yang booming akhir-akhir ini karena menggunakan model pemasaran mlm saya pun mendapat 10 butir gratis hasil diberi 3 teman yang berbeda untuk tester, hehehe. Terakhir ada Spark Racing yang sebelumnya saya tahu dari grup ldic yang memang hamper sebagian besar oleh penggunanya memberikan hasil yang positif dari pemakaiannya.

Filter Udara Aspira, Lebih Murah Kualitas Genuine




Halo Brosis

Pada sektor perawatan kendaraan khususnya verza tunggangan keseharian saya filter udara adalah yang patut mendapat perhatian, karena bisa dibilang nyawa untuk motor tetap dalam kondisi sehat adalah filter udara yang mumpuni dalam menyaring udara sebelum memasuki ruang bakar.

Di Honda verza, saya sudah melalukan beberapa kali pergantian filter udara tercatat setiap 8 bulan saya mengganti filter udara verza yang menggunakan model kertas. Model kertas pada filter udara diyakini sebagai model filter yang paling mampu menyaring udara paling bersih dibanding filter udara busa.
Bukan filter udara model busa tidak bagus, namun untuk perawatan alias free maintenance filter udara model kertas lebih bebas perawatan, namun kelemahannya sudah pasti hanya sekali pakai alias tidak bisa (dianjurkan) untuk di cuci.

Tentu saja hal itu amat memberatkan bagi sebagian orang, khususnya yang berbudget cekak, mau di modif model busa seperti yang pernah saya lakukan tentu ada plus minus, plus lebih murah, minus harus rajin membersihkan dan tentu rasa tidak sama, ada rasa ompong saat menarik thortle gas.

Akankah Semua Matic Hijrah ke Roda 12 inch ? Nanti Dulu


Halo Brosis

Sudah lama motor matic yang beredar di Indonesia kebanyakan menggunakan kaki-kaki dengan diameter roda 14 inch, tentu saja tidak hanya 14 inch , ada juga lingkar yang lebih besar seperti 16 inch meski saat ini sudah tidak ada lagi, tercatat hanya piagio liberty , suzuki skywave, dan suzuki hayate yang menggunakan lingkar roda terbesar untuk matic mainstream.

Lalu ada yang menggunakan lingkar roda kombinasi depan-belakang berbeda seperti Xmax dimana depan 15 inch dan belakang 14 inch. Yang lebih kecil ? ada yamaha nmax dengan lingkar roda 13 inch.


Lingkar kaki 12 ada juga di motor piagio yang sebenarnya segmented sebagai motor matic semi premium, baru honda dengan new Scoopy LED di 2017 lalu kembali booming roda 12 inch lalu, yang fresh ada yamaha freego dengan diameter yang sama 12 inch.

Naked Bike Cc Kecil Eksotis Sulit Laris Di Indonesia, Wajar Ini Penyebabnya



Halo Brosis

Di tengah jenuhnya pasar motor sport, 2016 lalu yamaha berani melahirkan Xabre yang saat itu memang digadang-gadang mengisi kelas nakedbike premium di kelas 150cc, dibanderol 30 jutaan yang bisa dikatakan sebagai naked bike 150cc termahal di Indonesia.

Hal itu wajar mengingat seabrek tampilan perlentenya juga dibekali piranti yang tidak biasa untuk kelasnya. Swingarm aluminium, Suspensi Depan USD, dan desain yang bukan termasuk katagori biasa, setelah kurang dari 3 tahun kiprahnya dilanjutkan oleh MT15 yang masih anget diluncurkan awal tahun lalu.


Namun, meski di awal peluncurannya xabre sampai sekarang angka penjualannya tidaklah tinggi, pantas saja honda yang di Thailand adem ayem dengan cb150exmotion-nya tidak gegabah nyemplung di segmen ini.

Honda Blade & Supra X Helm In Pantas Pensiun




Halo Brosis
Selaku-lakunya motor honda di Indonesia, pasti ada saja yang “kurang” laku, ya memang begitulah adanya meski berstatus sebagai king market di Indonesia memang tidak lantas membuat semua produk yang dijual ahm moncer dari segi penjualan.

Tentu ada beberapa yang kini telah pudar atau bahkan memang sedari awal penjualannya cenderung stagnan bahkan cenderung turun. Itulah mengapa akhir Januari lalu akhirnya secara resmi AHM mempensiunkan dua motor bebek nya yaitu Blade dan Supra X helm in, dua motor yang sebenarnya memang tidak begitu mengembirakan dari segi penjualan.


Di samping tentu segmen bebek sedang berada pada titik nadir tentu saja karena akibat kepraktisan matic zaman now, namun bebek honda bukan tidak laku loh, setidaknya supra x 125 dan revo saat ini masih laku ribuan unit tiap bulannya.

Review Film Kesari, Thermophylae Era Masehi Modern


Halo Brosis
Siapa yang tidak mengetahui pertempuran Thermophylae yang merupakan pertempuran dahsyat dengan jumlah yang tidak berimbang antara pasukan Sparta dengan Persia. Yap lewat film dengan judul 300 yang mengisahkan bagaimana pertempuran heroik 400SM silam, perang mempertahankan celah bukit Thermophylae bak benteng terakhir untuk menahan gempuran musuh model seperti sangat menarik.

Namun ternyata kisah-kisah pertempuran heroik tidak berimbang seperti yang dilakukan pasukan Sparta ternyata ada dalam zaman modern masehi, pertempuran itu terdapat dalam film yang berjudul “Kesari” yang juga diangkat dari kisah nyata pertempuran antara tentara Sigh yang masih dibawah jajahan Inggris saat itu dengan warga Afghanistan.

Jika Leonidas dengan 300 pasukannya melawan puluhan ribu prajurit Persia di celah sempit Thermophylae, di film “Kesari” juga terjadi pertempuran tidak seimbang dimana komandan Ishar Sigh dengan 20 prajurit harus menghadapi 10000 pasukan Afghanistan.

Masalah Bosh Arm Verza, Obati Supaya Lebih Kuat


masalah bosh arm verza

Halo Brosis
Setelah 2 atau kurang lebih 2 tahun lalu terakhir kali mengganti bosh arm satu set, beberapa waktu yang lalu ternyata gajala oblak / ausnya bosh arm verza kembali saya rasakaan. Awal memang mendeteksi bosh arm memang gampang-gampang susah.


Rider awam biasanya langsung memvonis bearing roda belakang , padahal setelah di cek bukan bearing roda akar masalahnya. Agar supaya mudah urutannya

  1. cek bearing dan bosh roda belakang jika aman lanjut 
  2. cek shock belakang apakah normal dan tidak bocor, pastikan setelan shock kanan kiri sama tingkat kekerasannya, jika normal lanjut
  3. cek ban belakang apakah normal tidak ada gejala benjol atau sesuatu yang mengganggu seperi bekas tambalan misalnya.
Jika ketiga sektor di atas normal, bisa dipastikan akar masalah limbung adalah bosh arm, bisa di deteksi dengan standart tengah motor goyangkan swing arm baik sisi kanan atau kiri jika ada space goyang sedikit saja itu tanda sudah oblak, tapi ingat cara ini bisa saja seperti bearing roda oblak, agar lebih mudah tentu harus lepas roda belakang dan goyangkan swingarm seperti yang saya tulis di atas.

Yamaha Buat Pesaing Honda Cb Verza, Meski Berat Tapi Bukan Tidak Mungkin



Halo Brosis

Beberapa waktu lalu senter terdengar jika Yamaha mulai mematenkan desain Yamaha ys 125 dan desas-desusnya motor ini diproyeksikan akan bersaing dengan verza di segmen sport entry level Indonesia.

Memang info ini tidak bisa dibenarkan keabsahannya, terlebih di tengah hingar-bingar new Yamaha nmax, antusiasme untuk info ini jadi seakan tenggelam. Namun jika di terawang dan di cocokan kabar ini juga tidak mutlak bisa dikatakan mustahil.


Hal itu merujuk dari Yamaha YBR 125 yang merupakan pendahulu Yamaha YS 125 ini yang di luar negeri terutama di Negara timur asia dan sebagian Negara Afrika masih menjadi salah satu andalan Yamaha, mengingat di sana memang fungsionalitas, ketangguhan, dan bbm irit adalah nomor satu, nomor 2 nya harga yang murah (mungkin).

Oli Q8 Formula 5w 40 Di Honda Verza, PCMO dengan JASO MA !




Halo Brosis
Sudah 6 bulan lebih sejak terakhir kali ganti oli bersamaan dengan ganti kampas kopling Oktober 2018 lalu, dan odometer juga sudah menunjukkan jarak tempuh pemakaian oli kurang lebih 7500 an km (kalau gak salah, ane juga agak lupa, hehehe),

Yang pasti 6 bulan lebih motor benar-benar dipakai seperti biasa rute ala-ala sehari-hari sidoarjo-Surabaya muatan juga bervariasi mulai sendiri-boncengan sampai muat barang dagangan.

Yang pasti seringan-ringannya muatan ya sendiri 96 kg bersih, sih, kalau khilaf sama barang dagangan bias hamper 2 kwintal, maklum bukan motor manja apalagi rumahan, hehehe.Review 

ADO setelah 6 bulan lebih pemakaian
Peforma amsoil diesel turbo diesel truck (ADO) memang sudah tidak perlu diragukan lagi, istilahnya masa oli dieser hamper top tier harga lebih dari 100 ribu (130 ribuan) gak enak dipakai di motor, puas lah sesuai harganya.

Histori Yamaha Jupiter Z Series, Bebek Sporty Yamaha



Yamaha Jupiter Z Series
Jupiter bagi yamaha adalah nama yang ikonik dari sebuah lineup produk motor, ikoniknya sama halnya Honda dengan supra-nya begitulah Yamaha dengan jupiter-nya. Bahkan sampai saat ini masih dipakai sampai saat ini.

Mulai diperkenalkan Yamaha sejak akhir 2002 yang saat itu masih “Jupiter” doang alias Jupiter tanpa embel-embel Z yang baru beberapa tahun kemudian hadir. Jupiter z saat itu diposisikan sebagai motor bebek di atas vega series alias sebagai line up tertinggi motor bebek Yamaha saat itu.
Posisi Jupiter z lalu bergeser sebagai bebek mid alias kelas menengah, hal itu karena Yamaha mengeluarkan Jupiter mx sebagai top of the line alias flagship motor bebek Yamaha. Meski begitu Jupiter z tidak lantas kalah pamor. Di pertengahan tahun 2000-an bisa di bilang Yamaha Jupiter z motor bebek idola anak muda tentu seiring betumbuhnya pasar roda dua Yamaha Jupiter z hadir sebagai motor yang disukai kaum milenial saat itu.

Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan



Halo Brosis
“Wah ini ban produksi lama”

“carikan yang produksi baru”

Mungkin kalimat tersebut yang awam di dengar oleh para pedagang ban saat melayani calon pembeli yang hendak membeli ban. Sering kali ada anggapan yang hinggap di pikiran pembeli mengenai umur ban yang baru lebih bagus, hal tersebut sebenarnya bukan sebuah kesalahan tapi bukan juga sebuah kebenaran.

Produsen ban tentu sudah mengkalkulasi umur ban yang sebenarnya tidak ada istilahnya ban experied apalagi kadaluarsa layaknya makanan. Penjual juga tidak serta merta tahu  karena disamping barang yang di supply oleh distributor tentu tidak ada penanda otentik produksi ban, apalagi mayoritas ban motor yang dijual di Indonesia dibungkus plastik kemasan.
Hal tersebut tentu dilema, mengingat juga ban yang disupply oleh distributor tidak ada penanda pasti karena terbungkus plastik, dan di kemasan tidak ada penanda produksi ban tersebut, hal ini lumrah karena plastik pembungkus ban itu random dan berlaku universal jadi mustahil untuk menentukan tanggal produksi ban.

Ganti SSD, Upgrade Realistis Notebook Jadul




Halo Brosis 

Beberapa waktu lalu ketika sedang ngobar (ngopi bareng) seorang teman curhat menganai laptopnya yang mengalami beberapa trouble saat digunakan. Masalahnya ada beberapa seperti software photoshop yang tidak bisa digunakan, layar terkadang blue screen dan sekaligus yang paling menjengkelkan menurutnya yaitu laptopnya yang kini lemot.

Sebenarnya laptop teman saya ini tergoong cukup mewah (dulu) saat pertama kali beli, yaitu Asus NJ46V dengan procesor Intel core i7 generasi ke-4 yang dulu ia beli waktu kuliah, kebetulan juga teman saya ini berkecimpung di dunia desain dan editing video jadi saat itu laptop dengan spesifikasi tersebut wajib hukumnya bagi mahasiswa jurusan dkv, berbeda dengan saya yang untuk urusan kerjaan di depan komputer/laptop hanya berkutat di software tulis-menulis dan editing gambar ringan saja, hehehe.


Kembali ke topik, lantas teman saya ini menanyakan kepada saya, diagnosa pertama tentu bisa saja hardisk karena sudah barang tentu piringan cakram yang berisi data ini semakin uzur semakin menurun peformanya, kemudian persoalan blue screen (kemungkinan) besar dari ram yang mengalami gejala kerusakan.

Saran saya tentu ganti yang rusak dan upgrade yang mulai lamban, yap ganti dan upgrade ram dan upgrade storage dengan SSD, karena di zaman  now hampir tidak ada gunanya lagi tetap stay menggunakan hardisk di laptop, apalagi laptop yang digunakan untuk kerja produktivitas.

Review Samsung A7 2018, Samsung 3 Jutaan Paling Worthed



Halo Brosis

Setahun ini rasanya saya terlalu sering gonta-ganti gawai terutama ponsel, yap semenjak dari redmi note 4 kemudian beranjak ke asus maxpro m1 kemudian redmi note 5 hingga yang terbaru terrgoda pocophone yang saya beli pada peluncuran perdana akhir Agustus tahun lalu.

Apakah dengan SoC flagship macam Snapdragon 845 mampu memuaskan saya, bisa iya karena dengan SoC kelas atas nyatanya selama pemakaian tidak ada masalah berarti, bisa dikata inilah hp paling gegas yang pernah saya pakai.

Namun dasar manusia sudah dikasi jeroan Flagship tetap saja tidak puas, yap memang ada yang tidak terpuaskan apalagi selang beberapa bulan saya lebih intens main pubg mobile di emulator via personal computer saya daripada memainkannya via ponsel saya seperti saat memakai maxpro m1 dulu, alasannya simpel karena mata tak lagi jeli bermain via layar ponsel, apalagi setelah “coba” main via emulator kemudian beranjak ke ponsel langsung berasa noob-nya, hehehe.


Dari situlah, sekitar pertengahan Desember tahun lalu saya putuskan untuk menjual saja pocophone F1, terlebih saya dapat kupon voucher dari salah satu e-commerce yang sayang jika tidak digunakan.
Setelah menimbang-nimbang rasanya saya butuh ponsel yang bisa bertahan agak lama dengan saya, ya minimal untuk setengah tahun ke depan, spesifikasi gak perlu muluk2 karena memang nggak seberapa butuh yang muluk2, yang penting

Oli Untuk Yamaha Nmax, Jangan Yang Encer


Halo Brosis
Kali ini bahas oli untuk Yamaha nmax, secara sengaja memang virus untuk menggunakan oli sesat di motor saya tularkan ke teman-teman terdekat, dan Alhamdulillah 80% sudah nyemplung ikut sesat 10% belum berani, dan 10% nya tobat, hehehe.

Dari berbagai macam testimoni dari teman tentu sebagian besar puas dengan oli sesat yang dipakaianya entah itu oli pcmo atau pun oli HDEO, bahkan beberapa nyeletuk “cuk, ngapain nggak dari dulu ya”, beberapa ada yang gonta-ganti sebelum menemukan kecocokan, tapi overall sebagian besar puas kok, untuk yang tobat memang tergiur dengan harga mco murah meriah yang biasa ia pakai.
Tapi ada satu motor yang lumayan buat pusing juga nih, yaitu Yamaha nmax punya teman saya yang sudah sejak setahun lalu resmi ane giring pakai oli pcmo di motornya, tentu hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jarak yang ditempuh teman saya setiap harinya ini lumayan tinggi juga Sidoarjo-Surabaya setiap harinya ya kurang lebih 50-60 km tiap hari.

Impresi Corsa Cross S, Ban Dual Purpose Murah Peforma Lumayan


Halo Brosis

Ban belakang verza sejak pergantian terakhir saya pakai IRC NR25,di samping terjangkau juga saya tidak ada masalah berarti dengan ban bawaan verza ini. Grip cukup, handling lumayan karena profilnya yang tinggi soal keawetan 20-25 ribu km sangguplah sebenarnya ban ini, tercatat sampai saat ini saya sudah pakai 3 kali ini.

Yang pertama tentu bawaan motor, kedua 2,5 tahun lalu hingga saya ganti karena getas (produksi lama), dan yang terakhir setahun yang lalu.

Namun, bencana menghampiri ini ban sejak Agustus lalu, dimana hampir tiap bulan sampai bulan Desember awal ini rutin terkena ranjau paku, jiangkrek tenan kok pancen. Padahal di pemakaian sebelumnya selama setahun pemakaian lebih tidak pernah ada paku yang menancap. Kalau ini sudah pasti apes banget.


Sampai awal Desember jumlah tambalan sudah mencapai 5 buah tentu buanyak ranjau yang nancap mulai dari paku kecil, potongan seng, paku payung, sekrup komplit lah otomatis juga besar tambalan bervariasi, yang paling parah tentu pecahan seng dimana membuat ban terluka melebar otomatis di double cacing tambalan tublles, sampai pada akhirnya menyerah di awal bulan Desember ini dimana bocor alus di bekas tambalan.

Review Film Aruna Dan Lidahnya, Kenyang Dan Menarik



Ada yang merindukan Dian Sastro dan Nicholas Saputra dalam satu film, that its , jika iya pun demikian sama dengan saya, tentu saja kali ini keduanya bisa di temui dalam film Aruna dan Lidahnya yang pasti jangan harap keduanya memerankan pasangan couple tapi tentu saja masih dalam hubungan yang menyenangkan yakni persahabatan.

Aruna dan Lidahnya adalah sebuah film adaptasi lepas dari novel dengan judul yang sama karya Laksmi Pamuntjak, jadi jika anda sudah baca novelnya sudah pasti tahu betapa menariknya adaptasi dalam filmnya namun dengan beberapa perbedaan , ya namanya juga adaptasi lepas.

Film ini bercerita tentang Aruna yang diperankan oleh Dian Sastro yang melakukan pekerjaan investigasi wabah flu burung di empat kota yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang tentu di samping itu Aruna juga melakukan perjalanan kuliner dari setiap tempat yang di kunjungi.

Di temani dengan sahabatnya Bono (Nicholas Saputra) dan Nad (Hannah al-Rashid) perjalanan nikmat mencicipi makanan yang sudah di rencanakan berubah dan campur aduk bersamaan dengan datangnya Faris (Oka Antara) mantan rekan kerja Aruna.

Seperti halnya rasa sebuah makanan ada asam, pahit, manis, dan kecut begitu pula perjalanan mereka berempat dari kota ke kota yang mereka singgah I selalu saja hal menarik yang dijumpai entah itu tentu pribadi dari masing-masing tokoh sampai hal tak terduga mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan Aruna dan Fariz.

Review Pocophone F1, Otak Flagship Banderol Kelas Mid



Halo Brosis

Bagi kebanyakan orang membeli ponsel di atas 6 juta rupiah memang butuh sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi mumpuni. Setidaknya di rentang harga tersebut calon konsumen sudah memikirkan merk & pride dari merk tersebut, hal ini menyebabkan tidak banyak vendor ponsel yang sukses di rentang harga tersebut karena lebih banyak yang memilih merk ponsel yang sudah mapan seperti Samsung atau merk lain yang sudah punya nama.

Itulah yang di alami oleh xiaomi yang memulai eksis dengan jajaran ponsel murah tapi dengan spesifikasi yang mumpuni. Meski terkenal dengan ponsel berharga terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, pun begitu xiaomi memiliki ponsel flagship juga dari seri Mi dan Mix yang sudah pasti harganya juga masuk kelas mid sampai high.

Masalah timbul saat xiaomi akan menjual ponsel flagship-nya terutama di Negara seperti India dan Indonesia yang tentu konsumennya pasti akan berpikir beberapa kali saat membeli ponsel xiaomi dengan harga setidaknya di atas 300 dollar.
Untuk itulah xiaomi menciptakan sub-brand baru yaitu pocophone yang memulai debutnya pertama kali di India 22 agustus lalu dengan pocophone F1, selang 1 pekan kemudian diperkenalkan secara resmi di Indonesia, meski izin sertifikasi perangkat dari kemenkominfo sudah keluar sejak bulan Juli.

Diperkenalkan 27 agustus dan dijual mulai 30 Agustus, nyatanya xiaomi melalui pocophone sukses menggegerkan kembali dunia smartphone. Hal itu tentu tak lepas dari banderol harga pocophone F1 yang hanya 300 USD dollar tapi sudah dilengkapi dengan SoC snapdragon 845 yang merupakan SoC kelas flagship tahun ini yang lazim ditemui di ponsel seharga belasan juta rupiah.

Kampas Kopling Verza, Bawaan Dengan Substitusi GL Series Beda Karakter



Halo Brosis
Seperti yang saya tulis di penutup artikel lalu mengenai fell perbedaan kampas kopling Honda verza asli dengan substitusi GL series. Kali ini lebih spesifik saya akan menjabarkan perbedaan utama keduanya, ya namanya beda harga beda juga impresinya ternyata.

Kampas kopling original verza ada 2 macam kampas yang terdiri atas 2 kampas kopling MR8-001 (bukan judger spring kecil macam tiger/mp) dengan dimensi yang sama dengan 3 kampas kopling kode KPM, perbedaan keduanya adalah tonjolan tapak gigi MR8 sedikit lebih lebar dengan selisih harga keduanya 8 ribu rupiah saja.



Kampas kopling ini sejatinya digunakan sejak new megapro sejak 2010 silam untuk kemudian digunakan di verza sejak 2013 dimana pertama kali verza lahir. Jadi jika brosis hendak membeli kampas kopling verza dikasih punya new megapro sebenarnya memang keduanya sama dari segi mesin, yang perlu diingat hanya kode kampas kopling saja MR8-001 sebanyak 2 biji dan KPM-850 sebanyak 3 biji.

Sedangkan kampas kopling substitusi yang banyak di temui di pasaran adalah milik GL series dengan kode 001 (kode tengah) yang banyak di jumpai di bengkel / penjual sparepart di jual satu set/ paket berisi 5 biji kampas kopling.

Ganti Kampas Kopling Verza, Bawaan Lebih Pas



Halo Brosis
Setidaknya sudah 2 kali saya mengganti kampas kopling Honda verza saya, yang pertama adalah menggunakan milik Honda grand di usia motor yang kurang lebih 3 tahun. Lalu setahun berikutnya saya ganti, saat itu saya gunakan kampas kopling Honda gl series.

Memang kampas kopling verza itu bisa saling substitusi dengan motor lain, karena bentuk dan dimensi nya memang identik dengan kampas kopling motor Honda lain yang penting kaki 6 masuk tuh di rumah kopling verza.
Selang setahun pasca menggunakan kampas kopling Honda gl series, tepatnya beberapa waktu yang lalu saya merasakan tarikan motor agak loyo dan gejala sering selip dan miss gear saat oper gigi persneleng lumayan sering terasa, tentu ini bukan sesuatu yang mengenakkan.