googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Februari 2017

Fuel Dilution, Kenali Penyebab Dan Bahayanya



Halo Brosis
Oli menjadi komponen yang sangat penting dalam kerja mesin, disamping sebagai pendingin, kerja oli juga sebagai pelindung dari gesekan antar komponen yang bekerja di dalam mesin. Bisa dibayangkan betapa berat dan vital kerja oli, maka dari itu oli tentu harus diganti atau memerlukan interval penggantian.

Dalam keadaan normal kendaraan, khususnya sepeda motor umur penggantian oli umumnya berkisar antara 2000-3000 tentu tidak harus sesuai angka tersebut, karena banyak faktor yang mempengaruhi umur oli. Sedang hangat atau malah bisa dikata hot-hotnya akhir-akhir ini bikers memilih jalan sesat (termasuk juga bjr, hehehe), beralih menggunakan oli hdeo (oli mesin diesel)/pcmo (oli mobil).

Sepatu Ap Star, Sneakers Rasa Boots



sneakers rasa boots
Halo Brosis
Musim penghujan saat begini ini tentu menjadi momok bagi sebagian besar bikers, apalagi bagi bikers yang mobilitasnya tinggi, pasti repot kemana-mana memakai jas hujan. Belum lagi sepatu sering kehujanan, alhasil terkadang juga pasrah kehujanan, atau paling tidak milih bungkus sepatu lalu ganti pakai sandal, paling parah nyeker (telanjang kaki).
Ah semua itu sudah bjr rasakan, baik saat sekolah maupun saat kuliah, hanya di pertengahan kuliah bjr nemu solusi saat naik motor hujan, sepatu tetap aman, yaitu pakai ap boots Moto3, atau saat di akhir2 kuliah bjr juga memakai sepatu All bike keduanya juga sempat bjr review.
Tapi baik moto 3 dan all bike tetaplah sepatu boots yang di modifikasi, satu hal sisi terlemah sepatu ini yaitu modelnya, kalau nggak mau dibilang “ora matching” saat di pakai sekolah/kuliah/ ngantor, meski secara fungsi bjr akui adalah yang terbaik.
Beberapa waktu yang lalu saat bjr iseng2 searching cari sepatu, eh nemu sepatu yang “beda” yap, sepatu ap star, apaan itu ?, sepatu model sneakers yang terbuat dari bahan karet boots, wah sips tenan ini kenapa nggak dulu2 apboot jual yang beginian, belum lagi bjr sudah tak muda lagi untuk bergaya pakai sneakers, hahahaha.
Tapi sesuai deskripsi si yang jual, bahwa ap star ini cocok juga untuk sekolah, sekolah touring, gowes, cocoklah seperti peruntukkan bjr
gimana, cukup keen look bukan
Harga Terjangkau, Model Bolehlah
Salah satu kekhasan sepatu keluaran apboot adalah harganya yang terjangkau, tidak terlalu murah juga tidak terlalu mahal. Belum lagi ini sepatu buatan asli Indonesia, itung2 disamping belajar sesat pakai oli produk dalam negeri, juga sepatu juga produk dalam negeri toh. Memang berapa harga untuk menebus ap star ?, tidak lebih dari 57 ribu rupiah
First impresion, setelah unboxing secara tampilan sepatu ap star bjr rasa cukup menarik, lumayan matching, dengan sol hitam, dengan lis pinggir bewarna putih, belum lagi saat beli dapat bonus tali sepatu putih, setelah di pasang, ehhm inget sepatu jaman bjr sma dulu euyy, hehehe. Cakeps

asli produk Indonesia
 Di sisi samping ada guratan, motif strip2 yang menjadikannya tidak tampak polos plus lubang kecil seukuran jarum jahit kecil untuk nafas kaki ketika digunakan. Kemudian bagian belakang, juga ada solasi khas sepatu sneaker, tapi ini dengan logo apbots, tak seperti sepatu sneaker murahan yang gampang copot, kalau ap star, solasi bagian belakang ini mau brosis cokot (gigit) hora bakal lepas, hehehe.
Kualitas, ehhm jangan di tanya dah khas ap boot, terhitung 2 kali pakai sepatu ap bot dengan jenis yang berbeda, bjr kata sepatu produksi ap boot ini bandel. Ah omong kosong ?, ekekeek, sebagai user bjr memberi bukti contoh moto 3 yang setia bjr pakai touring kena panas hujan, selang 3 tahun tetap kokoh, all bike? sama saja. 

 Pemakaian
Impresi pemakaian pun bjr rasa lebih baik di banding all bike, terasa kalau sol/ alas bawah telapak kaki lebih tebal dibanding all bike sehingga saat dipakai, baik saat jalan kaki, lumayan nyaman. Hanya saat di buat jalan kaki, ya masih terasa sepatu karet bootnya (rasanya), dan jangan di samakan dengan sneaker yang soft saat digunakan, ap star lebih kaku dan keras.
Saat penggunaan tanpa kaos kaki dalam waktu yang lama juga rasanya nggak enak, kalau sebentar sih gak masalah, karena kembali lagi meski dari karet, tapi masih lebih kaku dibandingkan kain/canvas seperti sepatu sneakers. Akan tetapi ada asyiknya karena dari bahan karet saat bjr gunakan dengan model tanpa tali diikat (hanya di selang-seling tali alias kaki tinggal selop/masuk) sepatu ini mantap mengenggam kaki.

rest in Tutur

Pun digunakan saat riding, baik riding di perkotaan apstar cukup nyaman digunakan, lebih nyaman dibanding allbike. Saat bjr coba beberapa hari yang lalu ketika riding ke Lumajang-Tumpang-Tutur selama 3 jam lebih perjalanan ternyata memang tetap nyaman, cukal-cukil persneleng pun tidak di temukan gejala sepatu nyelip seperti saat memakai moto3.
 
waterproff, tapi talinya nggak
 O iya sepati ini anti air, anti minyak, anti kotoran, dan mudah dibersihkan, dan juga cepat kering, tapiiii, itu talinya masih kain yah, jadi saat tekena air, ya basah, mau praktis beli tali sepatu cadangan.
Saat pembelian ada saran dari seller untuk menurunkan satu strip ukuran dari ukuran biasa, akan tetapi setelah bjr pakai dan rasakan sebaiknya jangan, karena saat bjr beli sesuai dengan ukuran asli kaki bjr yaitu 41, baik menggunakan atau tanpa kaos kaki pun sepatu tetap mantap digunakan, entah kalau bjr turuti seller dengan beli uk 40 (mungkin sempit).
So kesimpulannya, ap star adalah sepatu yang khas apboot dan sungguh “layak” untuk di beli dan dipakai, meski modelnya khas anak muda dengan desain ala sneaker. Sepatu ini juga tak ada salahnya dipakai para bikers, khususnya yang mencari tampilan yang sedikit lebih eye catching dan saat hujan gak perlu panik tetap pakai saja lagian ini sepatu cepat keringnya, hehehe.
Semoga Bermanfaat

Motor Sport Fairing Murah Non Jepang, Punah



piece v

Halo Brosis
Tidak seperti awal tahun 2000 an sampai akhir 2010 an, motor sport fairing khususnya cc kecil di Indonesia saat itu terbilang sedikit. Tercatat hanya ada beberapa nama fxr, cbr 150, dan kawasaki ninja rr, bahkan fxr hanya seumur jagung di Indonesia, sedangkan cbr 150 saat itu masih impor dan harganya mahal.
Bisa di bilang antara tahun 2000 sampai 2010 an motor jepun fairing cuma kawasaki yang sudi jualan ninja rr dan memproduksi di Indonesia sampai pensiun 2 tahun lalu. Saat itu sport fairing merupakan motor langka, kalau di jalan ketemu 1 atau 2 dijamin langsung jadi pusat perhatian.
Mahalnya motor sport fairing cc kecil, seakan sukses di baca oleh beberapa pabrikan non jepun seperti Minerva atau pabrikan lokal Happy salma yang kala itu meroket namanya berkat jualan motor sport fairing murah.
Yang legend tentu minerva r150 yang desainnya copas cbr 150 thailand, happy masih mending sedikit ada improvisasi dengan motor yang diberi nama “swift” kalau nggak salah loh, ada juga motor happy masterpiece yang dibekali dua muffler knalpot,

Ganti Oli Fastron Techno Hijau Di Honda Verza, Ngeri-Ngeri Sedap

si hulk

Halo Brosis

Masih ingat postingan awal tahun lalu dimana pada saat itu bjr posting mengenai pemakaian oli sesat jenis hdeo (oli mesin diesel) yaitu Meditran Sx, kalau yang belum linknya disono. 

Sejak 2 bulan lalu atau bebarengan dengan ganti kampas kopling verza, bjr akhirnya ikut sesat juga dalam penggunaan oli mobil di honda verza. Setelah pemakaian 2 ribu km lebih dikits, akhirnya si oli meditran sx (msx), akhirnya bjr ganti, lah kok cuma 2 ribuan km katanya long drain ?, eits sebentar dulu, berhubung ini pemakaian pertama jadi harus flushing dahulu.

Flushing untuk pemakaian awal sebenarnya setelah 500-1000 km untuk membersihkan kotoran dalam mesin dan sisa2 oli mco sebelumnya. Akan tetapi dasar bjr saja yang agak nekat geber sampai gak enak dan hampir 2 bulan sejak pemakaian akhirnya bjr tap si msx seminggu yang lalu. Sebenarnya msx masih terasa enak di km 2 ribu pemakaiannya, setelah di keluarkan, tampak oli msx hitam pekat, tanda oli bekerja secara maksimal membersihkan bagian dalam mesin.

setelah kurleb 2000 km

 Pft ijo 
Untuk pemakaian sesat yang kedua sebenarnya bjr mau cekoki lagi pakai msx, akan tetapi bjr putuskan untuk beralih ke oli pcmo (oli mobil bensin). Niat awal  pekai prima xp yang 10w-40 yang lebih encer dibandingkan msx maupun prima xp yang 20w-50, tapi setelah tanya harganya lah kok sebotolnya 60 ribu, sempat kaget prasaan harganya 50 ribuan.

Kemudian secara tidak sengaja mata memandang botol oli fastron techno ijo, tanya harga , lah ternyata 68 ribu, selisih 8 ribu dibanding prima xp. Setelah di timang dengan harga yang selisih tipis akhirnya bjr beli pft ijo 10w-40 API SN. 

rejeki anaknya sholeh dapat bonus
Fastron Techno merupakan oli keluaran pertamina bertipe semi sintetik, meskipun semi sintetik, ternyata kandungan sintetiknya cukup tinggi yaitu mencapai 80% yang telah memenuhi tingkatan mutu API Service SN, di rentang harganya menurut bjr pft ijo ini yang paling value dibandingkan merk lain, belum lagi ketersediaannya di hampir semua toko oli. Untuk datasheet oli pft ini bisa langsung saja ke sini
 
Mengapa beralih ke pcmo ?, sebenarnya bukan karena si msx jelek, akan tetapi buat bjr potensi msx yang baru keluar setelah panas kurang sesuai dengan mobilitas bjr yang mobilitasnya saat ini hanya berkisar di sidoarjo surabaya saja (dalam kota), belum lagi saat pagi hari msx perlu ritual "panasi" yang agak lebih lama untuk mendapat suhu kerja oli yang optimal (khas mesin diesel), jadi setelah menimbang-nimbang akhirnya beralih ke  pcmo.

Impresi Pemakaian 

meskipun baru seminggu sejak pemakaian, rasanya cukuplah bagi bjr untuk merasakan impresi oli pft ijo ini. 

Dibandingkan dengan msx pft ijo ini lebih klik sedari awal, artinya gak perlu memanasi terlalu lama seperti msx.

Akselerasi lebih ringan dibandingkan msx, jelas ini yang paling terasa perbedaannya saat riding, msx agak berat akselerasinya dibandingkan pft ijo ini, jelas sekali karakter base oli pft ijo yang semi sintetik (msx mineral) dan lebih encer dibanding msx mempengaruhi. Inilah yang paling enak, karena saat selap-selip di kemacetan pakai oli pft ijo lebih pas

Panas sama saja, kalau sejauh ini yang bjr rasakan baik digunakan bermacet ria di kota Surabaya pft ijo dengan msx soal panas mesin sama saja, data konkretnya sih nggak ada, wong pendinggin verza cuma angin semilir, hehehe.

Perneleng tetap halus, sama seperti halnya dengan msx, dengan pft ijo oper gigi masih terasa halus, ceklik-ceklik, hanya pembedanya dipagi hari saat mesin dingin pft lebih enak.

top speed, meski ada lambangnya Lamborghini, jangan harap top speed layaknya lambo, hehehe. top speed sama saja, tapi dengan pft ijo lebih cepat tercapai dibanding msx.

Deselerasi/ engine break, entah memang prasaan saja, sejauh yang bjr rasakan pakai oli pft ijo bawaan motor terasa ngelunyur saja saat menutup gas, atau bisa dikata engine breaknya lebih kecil dibanding oli mco atau hdeo msx sekalipun, kalau boleh jujur, kalau nggak biasa malah bikin cepat pegal tangan saat di kemacetan, benar kata suhu2 ldic pakai pcmo serasa motor ada sliper clutch nya , wkwkwkwk.
Long Drain ?, sepertinya sama saja, standar maksimal pemakaian msx maupun pft ijo ada di angka 8000 ribu km, tapi kalau di motor (kemungkinan) ada di 3500-4500.

msx setelah 2000, susutnya se crut
 Overall, selama seminggu lebih pemakaian, rasanya bjr puas dengan peforma oli pft ijo ini, harga 68 ribu yang merupakan oli termahal yang pernah bersikulasi di mesin verza rasanya sesuai dengan apa yang di dapat, memang harga gak pernah bohong, hehehe. 

Semoga Bermanfaat

note, fastron techno ada 3 yang ijo (10w-40), ungu/ janda (15w-50), dan biru (10w-30), untuk motor kopling basah pakai yang ijo dan ungu, karena yang biru ada kandungan ilsac gf 5 yang menyebabkan selip di kopling basah, untuk motor kopling kering / motor matic aman-aman saja pakai ketiga-tiganya


 

Ban Irc NF25, Ban Tinggi Tangguh



profil ban tinggi


Halo Brosis
Irc tipe nf25 adalah ban yang acap kali namplok di motor new megapro, verza, dan juga megapro primus dan tiger. Tersedia dalam ring 17 maupun 18 inc, di verza sebenarnya ini ban bjr katakan buruk, lah gimana nggak buruk brosis belum 10 ribu km, dinding ban terasa silir, jadinya waktu itu ban bjr ganti dengan merk lain.
Semenjak pensiun dari verza, ini ban bjr kemudian pasang di motor supra x 100 milik ibuk, bjr taruh di roda belakang, karena dengan ukuran 80/100 atau angka bisa juga 300, motor terasa lebih tinggi, tak heran memang dari ban standart bebek honda yang 80/90, nf 25 memang satu tingkat paling tinggi.
Dengan kondisi bekas pemakaian verza saja, itu ban bisa bertahan sampai 1,5 tahun padahal motor supra acap kali buat kerja dan terbilang aktif di buat boncengan, tak kurang dan tak lebih saat boncengan bisa mencapai 200 kg lebih, tapi kemudian bjr ganti dengan mizle power treat ukuran 275 setengah tahun lalu.