googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: touring
Tampilkan postingan dengan label touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label touring. Tampilkan semua postingan

Impresi Pemakaian Oli Amsoil Diesel Oil (ADO) Turbo Truck di Honda Verza


AMSOIL

Halo Brosis

Setelah membersihkan thortle body dengan semprot pakai injector cleaner dan hasilnya memuaskan lepas itu selang 2 hari saya putuskan ganti oli. Kenapa ? itu karena kotoran  bisa mengendap ke oli dan memperpendek atau merusak oli, memang efek tidak akan langsung terasa tapi demi kinerja oli yang maksimal memproteksi mesin, cari amannya ganti saja (mohon koreksi jika salah).

Jadinya saya harus merelakkan drain oli fastron techno yang baru berumur 2 bulan dengan jarak tempuh sekitar 2500-2800 pemakaian, agak sayang memang tapi ya mau gimana lagi. Setelah drain lalu saya putuskan upgrade oli ke yang sedikit lebih mahal dan secara spesifikasi lebih baik di banding pft, yaitu Amsoil Diesel Oil (ADO) Turbo Truck dengan viskositas 5w-40.
Amsoil ADO ini adalah oli HDEO atau oli diesel dengan viskositas 5w-40 dengan bahan dasar Synthetic (PAO+VHVI) dengan spesifikasi CK-4 yang merupakan API tertinggi untuk mesin diesel juga sudah API SN. Menurut data yang saya peroleh dari list oil suhu ldic ADO bisa digunakan sampai 25 ribu km/600 jam pemakian/2 tahun umur oli (mana yang tercapat lebih dulu) tentu dengan SDK berlaku.

Review 4 Tahun Honda Verza, almost nothing has changed

honda verza review


Halo Sob
Bukan Yang Terbaik, Tapi Saat Ini Terbaik Bagi Saya

Itulah satu kalimat yang mewakili review verza yang sudah berumur 4 tahun, yap Agustus ini si verza sudah genap berumur 4 tahun, belum termasuk motor tua atau antik malah, tapi di tengah masa ganti motor yang saat ini rata2 3 tahun ganti (biasanya nunggu cicilan lunas, hehehe), rasanya verza juga sudah termasuk motor cukup jadul secara tampilan, hehehe.

4 tahun umur verza dan odometer saat ini kurang lebih ada di angka 58 ribu km, termasuk jarak tempuh yang normal, mengingat setahun terakhir saya juga mengurangi aktivitas touring yang dahulu gemar saya lakukan saat pertama kali meminang verza 3 tahun lalu.

Sedikit Tips Riding Di Lautan Pasir Bromo

 bangjoru.net
riding di lautan pasir bromo perlu sedikit tips

Halo Brosis
Cukup banyak yang menyebut jika masih newbie riding di lautan pasir bromo adalah “momok” yang menakutkan, ya menakutkan karena rawan selip, rawan mogok, rawan trouble, bahkan kalau ektrem bisa nlodor (jatuh). Bahkan pemandangan motor naik motor bukanlah hal aneh, ya memang motor yang “mogok” sudah pasti harus rela digotong si ojek GL untuk naik ke atas.
Memang riding di lautan Bromo menurut bjr “gampang-gampang susah”, bjr sendiri cukup sering, riding di bromo, sering sih nggak tapi 4 tahun terakhir ini entah sekali setahun atau 2 kali dalam setahun.

Oli Prima XP 10W-40 API SM

Review 4 Kombinasi Sprocket Honda Verza
Tidak hanya naik verza, tapi naik bebek yang pasti nggak pernah, bahkan pertama kali dulu bjr masih ingat pertama kali riding di lautan pasir di tahun 2013 awal mengendarai old beat karbu biru yang “unyu”. Bisa brosis bayangkan beat yang bobotnya saja nggak nyampai 100 kg, dinaiki bjr dan teman yang jika di total beratnya lebih dari berat motornya, hehehe.

Si “Ve” Sudah 50000 Km




Halo Brosis
Si “Ve” bukan veranda tapi verza, tepat kemarin lusa angka di odometernya sudah menunjukkan angka 50000 di usia hampir 4 tahun. Tergolong masih standart, atau malah jauh dibanding si beat yang saat ini sudah 90 ribu. Si verza memang motor harian bjr sejak 3 tahun lalu, menggantikan si beat dan mx yang saat ini juga “masih” di pakai.

50000 memang sudah kemana saja sih ? memang gak sampai digunakan ke luar negeri sih ini motor, bukan karena ridernya gak berani tapi memang ridernya gak gablek duit, hehehe. Alhasil si ve sudah sampai di sini-sini saja.

Sepatu Ap Star, Sneakers Rasa Boots



sneakers rasa boots
Halo Brosis
Musim penghujan saat begini ini tentu menjadi momok bagi sebagian besar bikers, apalagi bagi bikers yang mobilitasnya tinggi, pasti repot kemana-mana memakai jas hujan. Belum lagi sepatu sering kehujanan, alhasil terkadang juga pasrah kehujanan, atau paling tidak milih bungkus sepatu lalu ganti pakai sandal, paling parah nyeker (telanjang kaki).
Ah semua itu sudah bjr rasakan, baik saat sekolah maupun saat kuliah, hanya di pertengahan kuliah bjr nemu solusi saat naik motor hujan, sepatu tetap aman, yaitu pakai ap boots Moto3, atau saat di akhir2 kuliah bjr juga memakai sepatu All bike keduanya juga sempat bjr review.
Tapi baik moto 3 dan all bike tetaplah sepatu boots yang di modifikasi, satu hal sisi terlemah sepatu ini yaitu modelnya, kalau nggak mau dibilang “ora matching” saat di pakai sekolah/kuliah/ ngantor, meski secara fungsi bjr akui adalah yang terbaik.
Beberapa waktu yang lalu saat bjr iseng2 searching cari sepatu, eh nemu sepatu yang “beda” yap, sepatu ap star, apaan itu ?, sepatu model sneakers yang terbuat dari bahan karet boots, wah sips tenan ini kenapa nggak dulu2 apboot jual yang beginian, belum lagi bjr sudah tak muda lagi untuk bergaya pakai sneakers, hahahaha.
Tapi sesuai deskripsi si yang jual, bahwa ap star ini cocok juga untuk sekolah, sekolah touring, gowes, cocoklah seperti peruntukkan bjr
gimana, cukup keen look bukan
Harga Terjangkau, Model Bolehlah
Salah satu kekhasan sepatu keluaran apboot adalah harganya yang terjangkau, tidak terlalu murah juga tidak terlalu mahal. Belum lagi ini sepatu buatan asli Indonesia, itung2 disamping belajar sesat pakai oli produk dalam negeri, juga sepatu juga produk dalam negeri toh. Memang berapa harga untuk menebus ap star ?, tidak lebih dari 57 ribu rupiah
First impresion, setelah unboxing secara tampilan sepatu ap star bjr rasa cukup menarik, lumayan matching, dengan sol hitam, dengan lis pinggir bewarna putih, belum lagi saat beli dapat bonus tali sepatu putih, setelah di pasang, ehhm inget sepatu jaman bjr sma dulu euyy, hehehe. Cakeps

asli produk Indonesia
 Di sisi samping ada guratan, motif strip2 yang menjadikannya tidak tampak polos plus lubang kecil seukuran jarum jahit kecil untuk nafas kaki ketika digunakan. Kemudian bagian belakang, juga ada solasi khas sepatu sneaker, tapi ini dengan logo apbots, tak seperti sepatu sneaker murahan yang gampang copot, kalau ap star, solasi bagian belakang ini mau brosis cokot (gigit) hora bakal lepas, hehehe.
Kualitas, ehhm jangan di tanya dah khas ap boot, terhitung 2 kali pakai sepatu ap bot dengan jenis yang berbeda, bjr kata sepatu produksi ap boot ini bandel. Ah omong kosong ?, ekekeek, sebagai user bjr memberi bukti contoh moto 3 yang setia bjr pakai touring kena panas hujan, selang 3 tahun tetap kokoh, all bike? sama saja. 

 Pemakaian
Impresi pemakaian pun bjr rasa lebih baik di banding all bike, terasa kalau sol/ alas bawah telapak kaki lebih tebal dibanding all bike sehingga saat dipakai, baik saat jalan kaki, lumayan nyaman. Hanya saat di buat jalan kaki, ya masih terasa sepatu karet bootnya (rasanya), dan jangan di samakan dengan sneaker yang soft saat digunakan, ap star lebih kaku dan keras.
Saat penggunaan tanpa kaos kaki dalam waktu yang lama juga rasanya nggak enak, kalau sebentar sih gak masalah, karena kembali lagi meski dari karet, tapi masih lebih kaku dibandingkan kain/canvas seperti sepatu sneakers. Akan tetapi ada asyiknya karena dari bahan karet saat bjr gunakan dengan model tanpa tali diikat (hanya di selang-seling tali alias kaki tinggal selop/masuk) sepatu ini mantap mengenggam kaki.

rest in Tutur

Pun digunakan saat riding, baik riding di perkotaan apstar cukup nyaman digunakan, lebih nyaman dibanding allbike. Saat bjr coba beberapa hari yang lalu ketika riding ke Lumajang-Tumpang-Tutur selama 3 jam lebih perjalanan ternyata memang tetap nyaman, cukal-cukil persneleng pun tidak di temukan gejala sepatu nyelip seperti saat memakai moto3.
 
waterproff, tapi talinya nggak
 O iya sepati ini anti air, anti minyak, anti kotoran, dan mudah dibersihkan, dan juga cepat kering, tapiiii, itu talinya masih kain yah, jadi saat tekena air, ya basah, mau praktis beli tali sepatu cadangan.
Saat pembelian ada saran dari seller untuk menurunkan satu strip ukuran dari ukuran biasa, akan tetapi setelah bjr pakai dan rasakan sebaiknya jangan, karena saat bjr beli sesuai dengan ukuran asli kaki bjr yaitu 41, baik menggunakan atau tanpa kaos kaki pun sepatu tetap mantap digunakan, entah kalau bjr turuti seller dengan beli uk 40 (mungkin sempit).
So kesimpulannya, ap star adalah sepatu yang khas apboot dan sungguh “layak” untuk di beli dan dipakai, meski modelnya khas anak muda dengan desain ala sneaker. Sepatu ini juga tak ada salahnya dipakai para bikers, khususnya yang mencari tampilan yang sedikit lebih eye catching dan saat hujan gak perlu panik tetap pakai saja lagian ini sepatu cepat keringnya, hehehe.
Semoga Bermanfaat

Review 4 Kombinasi Sprocket Honda Verza




Halo Brosis
Sesuai dengan postingan sebelumnya dimana bjr mencoba mengganti sprocket/ final gear verza (lagi) dari yang sebelumnya 14-41 menjadi 15-41.
Sprocket atau Final Gear adalah media pemindah tenaga yang dihasilkan mesin ke roda belakang sepeda motor. Banyak hal yang mempengaruhi perhitungan final gear mulai dari karakter mesin, lebar ban, dan ukuran rim velg.

Sebenarnya sudah banyak referensi di google mengenai final gear, dan bjr nggak akan bertele-tele menjelaskan bagaimana menghitung final gear yang tepat entah itu saat sobat upgrade ring velg maupun ban.

Kampung Jodipan, Warna-Warni Kota Apel




Halo Brosis
Malang dikenal sebagai berbagai destinasi wisata yang seabrek, bahkan menurut bjr yang sejak masih sekolah sudah turing-turingan sampai ke Malang, bjr akui Malang memang surganya wisata di Jawa Timur, mulai pantai ada, gunung ada, air terjun pun bejibun.
Akan tetapi kali ini agak sedikit berbeda, guna memenuhi hasrat kawan bjr kuliah yang selama liburan akhir tahun lalu kurang ngetrip, dan memang dasarnya bjr orangnya nggak tega kalau lihat manusia kurang piknik, alhasil bjr temani sekadar jalan-jalan tipis saja. Akhirnya diputuskan untuk ke Kampung Jodipan Kota Malang.
Berangkat pagi sekitar pukul setengah 6, kami berdua sampai di Jodipan sekitar pukul 9 pagi, lama ?, nggak juga sebenarnya cukup 2 jam dari Sidoarjo tapi dasarnya memang pingin riding kalem2 saja.
Tidak sulit untuk menemukan Kampung Wisata Jodipan, kalau dari Surabaya lewat terminal Arjosari lalu ambil ke arah Sadang, atau jika lewat alun2 kota, ambil arah ke stasiun kota ambil ke arah barat kemudian belok ke selatan, sampai menemui pertigaan jalan ke arah sadang.

Blessing Hills Trawas, Renang dengan View Indah



seberapa anda komitmen dengan hidup anda,

Halo Brosis
Bosan dengan aktifitas harian yang begini-begini saja, liburan tipis-tipis adalah solusinya. Ya beberapa hari yang lalu bjr dan sohib sma merencanakan untuk renang, terhitung sudah lama nggak merasakan segarnya kolam air renang, hehehe
Tujuannya sih awalnya ya ke kolam renang biasa, berhubung tempat bjr di Sidoarjo sebenarnya sudah cukup banyak menawarkan pilihan kolam renang, mulai dari yang murah sampai yang mahal ada, mulai yang untuk niat renang atau yang sekadar cuci mata pun ada, hehehe.

Akan tetapi si waked yang juga partner bikepacker bjr ke Lombok lalu, punya ide untuk renang ke tempat yang sedikit berbeda, entah dapat ide dari mana , akhirnya di putuskan untuk renang ke trawas, Blessing Hills resort and hotel.

Touring Nggak Harus Pakai Motor Sport Loh


adanya beat, ya berangkat saja,heheh

“Gak Punya Motor Laki Bro, Jadinya Gak Bisa Touring Jauh”

Itulah selentingan pernyataan dari teman bjr beberapa saat yang lalu, ya sesuai judul touring itu nggak harus pakai motor laki loh serius !. Jangan disamakan dengan orang negeri luar yang kalau touring itu musti pakai motor sport.

Moge, dan box kanan kiri atas belakang, bener ? , iya kalau di negeri luar sana iya sih, kalau Indonesia sama sekali “nggak harus”, Orang Indonesia itu kreatifnya luar biasa wong raja matic saja saat awal launching oleh pabrikan langsung diuji touring jawa-bali apa nggak edan itu !.

“Pada dasarnya untuk touring semua jenis motor bisa”

Itu matic, apalagi bebek yang sudah mendarah daging di Indonesia pun bisa-bisa saja touring jarak jauh, bahkan temannya teman bjr pun pernah surabaya – Palembang naik Supra X 125 apa nggak gila tuh.

Kurang cukup ?, jaman bjr masih remaja dulu pun bjr kalau main kemana-mana ya naik si imut beat, banyuwangi, magetan, sampai solo pun bjr naik si beat yang berat motornya 11-12 sama yang naiki, hehehe.

Masalah ? , nggak sama sekali !, hanya memang tak senyaman naik motor laki, karena memang nggak sesuai postur. Tapi saat ini banyak loh motor2 matic yang full box dan dipake touring, begitu juga bebek, sama saja.

Last, masih ada alasan motor nggak mumpuni buat touring, “yang penting niat !”


Semoga bermanfaat 

Review Yamaha Nmax, Matic Yang Akomodatif


Halo Brosis,
Saat nulis ini artikel sebenarnya bjr masih kriyep2 karena hampir 24 jam badan nggak rest terus diforsir touring, hehehe.
Touring ke bromo memang bukan sesuatu yang baru bagi bjr, dan kemarin berhubung memang ada waktu bersama kawan2 sma yang memang sudah lama nggak touring bareng.
Ya waktu wacana beberapa minggu sebelum banyak yang “iya” dan waktu hari h, protol satu persatu, alhasil berangkat Cuma 4 orang, hehehe
Tujuannya nggak jauh2 bromo, ah disini bjr nggak akan cerita panjang lebar mengenai bromo, tapi lebih berfokus pada yamaha n-max milik brian kawan SMA bjr yang istilahnya direyen .
Sampai di pertigaan penanjakan bjr di acc sama yang punya motor , hehehe, rutenya lumayan penanjakan bromo- lautan pasir- probolinggo sukapura – ngadirejo (rute bromo dari nongkojajar), loh kok muter rutenya, ya brosis saat perjalanan berangkat motor teman bro rizky velg depan pecah akibat menghantam lubang yang cukup dalam.

7 Rute Touring Asyik Di Jawa Timur

aspal malang selatan, muluuus
Halo Brosis
Jawa Timur memang terdapat banyak wisata yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten. Banyak puluhan spot wisata menarik yang ada di jawa timur. Akan tetapi bagi yang demen touring tentu akan menikmati bonus jika melakukan perjalanan.

ya, di jawa timur ada berbagai rute jalan yang menarik yang patut dicoba karena pemandangannya yang mengagumkan, belum lagi jalannya yang berkelok yang otomatis disukai yang demen touring.

Jadi mana saja spot atau rute touring yang asyik di jawa timur, cekidot :

Pakai Celana Pendek Saat Touring, Not Recomended


Halo Bro dan sista
Agak konyol kan judulnya?, hehehe, tapi itulah adanya brosis, saat lihat foto2 sehabis bikepackeran ke lombok bulan lalu, eh baru nyadar kebanyakan bjr pakai bawahan celana pendek.

Biasanya saat touring bjr hampir nggak pernah pakai celana pendek, hanya sesekali saat riding santai ke Batu entah itu saat nyusu di alun2 atau lagi ngidam apel sih. Selebihnya bjr selalu safety pakai celana panjang entah itu kain, jeans maupun celana training (olahraga). Iya jarak sidoarjo batu sih nggak seberapa, lah sidoarjo lombok yang ratusan kilo berasa akibatnya di badan

Dewi Ayu Sekardadu, Wisata Religi di Sidoarjo


tampak kompleks makam Dewi Ayu Sekardadu
Halo Masbro

Sidoarjo merupakan kabupaten yang bersebelahan dengan ibukota provinsi jawa timur yaitu Surabaya, dibilang kecil sih engak besar juga nggak. Pernah ke sini brosis ?, kalau belum mampir dah.

Lah pusingnya juga disini juga minim tempat wisata, kalau di tanya wisata di Sidoarjo apa, ya paling satu yang jadi andalan “lumpur lapindo”, miris sebenarnya ini disebut wisata bjr lebih senang menyebut sesuai kenyataan bahwa Lapindo adalah bencana.

Ada satu dua tiga tempat wisata sih di Sidoarjo, salah satunya yaitu Dewi Ayu Sekardadu. Lebih tepatnya sih ini wisata religi, bagi yang percaya untuk ziarah kubur sih ini cocok banget.

Kebetulan Makam Dewi Ayu Sekardadu menjadi objek kajian dalam skripsi bjr, jadi bolehlah bjr share mengenai wisata religi ini.

Sama dengan makam yang dikeramatkan dan kerap diziarihi oleh orang, begitu pula Dewi Ayu Sekardadu. Aksen Indah akan tampak di sekitaran makam. Jika masih ada yang bertanya siapa Dewi Ayu Sekardadu ?, Asal muasal Dewi Ayu Sekardadu sebenarnya seorang putri raja Blambangan (sekarang Banyuwangi), yang juga merupakan ibu dari sunan giri yang merupakan salah satu wali songo yang terkenal di tanah jawa.

Touring Berdua Itu Paling Pas, Sebuah Catatan Perjalanan

Halo Brosis

Kali ini bjr ingin berbagi pengalaman dari sisi lain dari sebuah perjalanan, sering diketahui bahwa selama ini bjr posting di blog mengenai touring, liburan, maupun bikepackeran.

Akan tetapi kebanyakan (hampir semua) berisi mengenai perjalanannya, budget, dan objek yang di tuju, satu hal sebenarnya yang terlupa “dengan siapa” perjalanan/ touring itu dilakukan. Bjr sendiri pernah menulis” Single Touring, Asyik dannggak ribet”, bisa di dalami bahwa itu pengalaman solo riding bjr sampai saat ini begitu juga plus minusnya.

Akan tetapi, bjr tidak munafik jika, dengan teman lebih enak rasanya jika touring, jadi pun selama bertahun-tahun mbolang ke sana-kesini, dari yang terbanyak belasan orang sampai yang sedikit ya sendirian, maka tanpa dikata bjr rasanya paling pas jika melakukan touring bertandem atau 2 orang, entah itu boncengan maupun motoran sendiri-sendiri, why ?, cekidot.

Touring Ke Lombok, Biaya (Model Ngirit)


Hari kelima, Senin 6 Juni 2016, Capek & Estimasi biaya
Tidak banyak sebenarnya yang bisa diceritakan di hari terakhir ini selain menu sahur yang biadab enaknya (kepiting), kemudian shalat subuh, mandi untuk kemudian pamit pulang ke tante om saudara jauh bjr.

Rute pulang ya seperti berangkat Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo-Pasuruan-Sidoarjo, hampir 250 km perjalanan pulang, puasa alhamdulillah lancar, sampai nyaman bobok di rumah pukul 2 siang, dan badan terasa cuapek luar biasa, tapi senyum2 juga toh , hehehe
Sesuai judul part 4, maka bjr lampirkan biaya yang di habiskan selama 5 hari touring ke lombok, berikut :

Touring Ke Lombok, Part 3 , Pantai Pandawa dan Capeknya tuh Terasa


Hari Keempat, Minggu 5 Juni 2016
Seperti saat sampai di lembar dua hari lalu, bjr pun terbangun karena suara bell kapal ferry yang ternyata sudah mendekat di padang bai, tengok jam sudah pukul 04.00 WITA, teman bjr masih tidur, dan tiba-tiba tertawa sendiri cekikikan, bjr kira kenapa saat bjr bangunin, oalah Nglindur !, asem tenan, wkwkwkwk.

Setengah jam kemudian bjr sudah mengelinding keluar di atas honda verza, tujuan berikutnya, cari tempat shalat subuh, langsung dah riding ke rah by pass ambil arah ke Denpasar, sepanjang perjalanan tengak-tengok cari masjid ternyata susah banget, tapi alhamdulillah saat berhenti untuk isi bensin pertamax 30 ribu, ternyata tuh spbu ada mushalanya, alhamdulillah.

Setelah ibadah pagi selesai, langsung tancep gas lagi, tujuan, sebenarnya mau ke sukawati tapi masih terlalu pagi, alhasil menuju ke arah pantai Pandawa yang berada di ujung paling selatan pulau Bali. Tidak lupa bjr makan ngopi nyemil dulu di dekat jln Diponegoro, untuk kemudian langsung cus langsung ke pantai pandawa.

Touring Ke Lombok, Part 2 Sunrise Gili Trawangan + View Rinjani, Surga !


Lanjutan dari -> Touring Ke Lombok Part 1

Hari kedua, jumat 3 juni 2016, exploree lombok.
ini bukan malam, tapi pagi buta !, wkwkwk
Bjr terbangun oleh suara bell kapal yang cukup nyaring, ternyata beberapa saat lagi sampai di pelabuhan lembar NTB, tengok jam sudah jam 2 pagi. Setelah tidur yang nggak nyenyak (gara2 jebakan kasur betmen), dan kapal bersandar langsung dah siap2 riding , tujuan ? langsung kota mataram, (hati senangnya bukan main J J ).

Selang beberapa kilo, loh loh loh, jalanannya sepi brosis hampir nggak ada satu pun kendaraan bermotor, maklum masih jam 3 pagi. Dengan mata yang masih setengah nggantuk bjr riding saja ke arah Senggigi, kecepatan konstan 50-60 km/ jam, santailah, disamping tidak tahu jalan, cuaca pagi memang duingin beud.

Selang sejam lebih riding santai, sampai dah di pantai Senggigi !, dan ternyata SALAH, ini pantai Ampenan !, wkwkwkwk. Maklum dah mash nggantuk.

Touring Ke Lombok, Part 1 , Bikepackeran Tanpa Rencana Panjang

Halo Brosis


Dari judulnya ya bisa ditebak ini artikel touring hehehe, lebih tepatnya puncaknya !.

Sebenarnya touring kali ini bukan bagian dari rencana, lebih tepatnya ya mendadak, sesuai tastenya, “lebih ndadak lebih banyak berangkanya”. Sebenarnya sebelum puasa bjr ada rencana memang untuk touring jauh bayangan pertama ya ke dieng, disamping irit budget dan memang tidak terlalu jauh, dan tentu ingin bernostalgia 2 tahun lalu saat ke dieng.

Tiba-tiba di minggu terakhir bulan mei, ada bbm masuk “hung (sapaan bjr) ayo ke bandung”, wah ini kode dari manusia kurang piknik ternyata, hehehe. Langsung saja bjr sauti, “lah ngapain ke bandung memang jauh2 ke sana ada apa”, kemudian sunyi tanpa balasan, lah bisa ditebak ternyata teman bjr asal njeplak ngajak.

Beberapa bulan sebelumnya teman bjr yang kuliah di ngalam semester tua ini sudah planning ndaki ke mahameru bareng teman kontrakannya, lah menjelang hari H, kembali lagu lama menghantui , apa ? yap, mundur satu demi satu, hingga tersisa 3 biji orang, dari yang sebelumnya 10 biji orang !, hehehe.

Pantai Modangan, Surga Yang Tersembunyi 2

pantai yang kotor adalah yang masih alami, hehehe
Setelah puas nyemplung, melumah, mengkurep di kedung jembar, bjr lanjut ke pantai modangan, ya masih dalam wilayah desa Sumberoto Donomulyo Malang. Dari kedung jembar rutenya ya kembali ke persimpangan Y lalu belok kiri ada plakat tulisannya kok “Pantai Modangan”.

Jalan yang dilalui cukup membuat tangan pegel2 siplah bagi yang demen blusukan. Sayang karena terlalu konsentrasi jadi lupa foto jalanan bebatuan, dan makadam ke pantai modangan.

Jalanan menuju ke pantai modangan cukup menurun, dengan keadaan jalan bebatuan, dan makadam, eits jalur ini sebenarnya jalur lintas selatan yang mangkrak / belum jadi, jadinya ya maklum.

Bjr yang naik verza boncengan cukup kerepotan juga melewati jalanan yang cukup ekstrem, bagi yang naik matic/ bebek tetap bisa tapi harus ekstra hari2, mobil ? bisa kok, tapi buat mobil unyu maupun sedan pikir2 lagi dah. Kalo pingin nikmat dan sip ya pakai motor trail atau mobil minimal xenia lah, (minimal loh/ sejenis/seukuran juga bisa).

Jalanan tinggal turun saja sampai menemui jembatan, tapi jangan dilewati, karena jalan ke modangan adalah di sampaing bawah jembatan, setelah itu jalan akan bercabang Y, sama2 ke modangan, tapii kalau ke kanan akan melewati sungai kecil, jika ke kiri akan melewati pertanian. Bjr sih kiri saja,hehehe.


Setelah sampai eit ternyata ini pantai bener2 sip lah, tidak ada loket maupun parkir, jadi kendaraan langsung saja taruh di pinggir pantai.

Pasir pantai putih bersih, ombaknya cukup tingggi, maklum tidak ada pulau/ batu besar untuk memecah ombak. Wah benar-benar masih alami, serius ? serius karena banyak sampah lau yang berserakan yang menandakan bahwa tidak ada yang merawat dan mengelola.