googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan

Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan



Halo Brosis
“Wah ini ban produksi lama”

“carikan yang produksi baru”

Mungkin kalimat tersebut yang awam di dengar oleh para pedagang ban saat melayani calon pembeli yang hendak membeli ban. Sering kali ada anggapan yang hinggap di pikiran pembeli mengenai umur ban yang baru lebih bagus, hal tersebut sebenarnya bukan sebuah kesalahan tapi bukan juga sebuah kebenaran.

Produsen ban tentu sudah mengkalkulasi umur ban yang sebenarnya tidak ada istilahnya ban experied apalagi kadaluarsa layaknya makanan. Penjual juga tidak serta merta tahu  karena disamping barang yang di supply oleh distributor tentu tidak ada penanda otentik produksi ban, apalagi mayoritas ban motor yang dijual di Indonesia dibungkus plastik kemasan.
Hal tersebut tentu dilema, mengingat juga ban yang disupply oleh distributor tidak ada penanda pasti karena terbungkus plastik, dan di kemasan tidak ada penanda produksi ban tersebut, hal ini lumrah karena plastik pembungkus ban itu random dan berlaku universal jadi mustahil untuk menentukan tanggal produksi ban.


Berbeda dengan ban Impor yang sebagian besar tidak memiliki bungkus kemasan, ini lebih mudah karena tinggal menengok dinding ban untuk mengecek kapan ban tersebut di produksi.

Namun yang penting tidak melulu tanggal produksi yang baru gress, memang ini bisa menjadi penenang pembeli akan produk yang di beli nya, tapi juga tidak semua penjual mengetahui kapan ban tersebut di produksi. Sebenarnya ada yang lebih penting dibanding tanggal produksi ban yaitu “kondisi ban itu sendiri”.

Apakah ban produksi baru, lebih baik dan terjamin ? belum tentu begitu juga dengan ban produksi lama.

Sebaiknya periksa kondisi ban secara overall, jikalau produksi tahun gress baru pun belum tentu fisik ban bagus karena penyimpanan yang buruk. Saya pun pernah membeli ban baru dengan umur produksi 4 tahun.

Saya pun mengecek secara seksama kondisi ban, terutama dinding dan karet tapak ban, pastikan tidak getas atau mengeras berlebihan, tapi terlebih dahulu pahami compound ban, jikalau memang compound-nya hard sudah pasti keras walau produksi baru sekalipun. Hasilnya deal dengan harga yang lebih murah beberapa puluh ribu, hasilnya setelah saya pakai pun tidak ada masalah sampai habis masa baktinya.


Jadi saya pun berasumsi memang ban produksi lama (umur 4 tahun), namun kondisi saat disimpan terjaga baik suhu dan posisi peletakan sehingga fisik ban tidak ada kendala. Tapi sekali lagi tidak semua penjual memperhatikan kondisi produknya, ada yang perhatian dengan meletakkan secara vertical dengan alas di bawahnya, ada juga yang acuh asal tumpuk secara horizontal yang tentu berefek buruk pada dinding ban saat disimpan dalam kondisi seperti ini.

So, mendewakan ban produksi baru tentu bukan sebuah kesalahan, namun ada yang lebih penting, yaitu kondisi ban itu sendiri. Kalau produksi baru tapi penyimpanan asal-asalan pun rasanya percuma, yang lebih prefer tentu produksi masih dalam batas wajar 1-2 tahunan tapi disimpan dalam kondisi yang benar.

Jadi tidak ada istilahnya ban experied, espayet, atau kadaluarsa, yang ada hanya penjual yang tidak perhatian atau tidak tahu cara memperlakukan barang dagangannya dengan baik dan benar.



Semoga Bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar