googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Review Spark Racing, Worth it Meski Agak Repot

Review Spark Racing, Worth it Meski Agak Repot



Halo Brosis

Sebenarnya saya tidak suka dengan pemakaian aditif tambahan untuk bahan bakar kendaraan selama ini. Hal tersebut tentu saya rasa cukup dengan memakai bahan bakar yang saya pakai selama ini yaitu pertalite di kendaraan harian.

Namun, akhir-akhir ini rasanya saya perlu untuk mencoba menggunakan aditif bahan bakar hal itu karena peforma kendaraan yang dirasa kurang nendang belakangan, meski saya sudah menggunakan oli yang cukup mumpuni di verza yang saya gunakan untuk harian. Ingin sebenarnya menggunakan pertamax, namun pengalaman di motor saya setahun lalu pernah mengalami fuel dilution terlebih bahan bakar pertamina yang amat tidak ramah soal zat pewarna.


Sebenarnya di 3 bulan terakhir ini saya mendapat 3 aditif bahan bakar yang berbeda ada octane booster dari lucas yang saya beli bersama dengan pelumasnya, lalu ada eco racing yang booming akhir-akhir ini karena menggunakan model pemasaran mlm saya pun mendapat 10 butir gratis hasil diberi 3 teman yang berbeda untuk tester, hehehe. Terakhir ada Spark Racing yang sebelumnya saya tahu dari grup ldic yang memang hamper sebagian besar oleh penggunanya memberikan hasil yang positif dari pemakaiannya.


Di bulan pertama saya memakai eco racing konstan selama 1 bulan, bulan berikutnya memakai lucas octane booster, dan yang terakhir adalah spark racing.

25 ribuan
Dibanderol 25 ribuan dengan kemasan 100ml, dimana takaran yang digunakan sebagai campuran adalah 2ml per liter bahan bakar, untuk menakarnya bisa menggunakan spet suntikan yang saya dapat free dari sellernya.

Bahan utama dari aditif spark racing sepertinya adalah campuran alkohol dengan bahan lainnya, klaim fungsi dari aditif ini adalah yang paling rasional dibanding aditif lain yang saya rasa terlalu muluk dalam promo produknya.

Okelah setelah paket spark racing datang langsung tuang di tangki bahan bakar verza setelah saya isi hampir full, pertama disarankan menggunkan 2x takaran normal yaitu 4ml per liter, baru di pemakaian kedua konstan 2ml per liternya.

Saya campur dengan bahan bakar yang saya gunakan yaitu pertalite RON 90 awal di tangki 9Liter saya campurkan 30 ml dari yang seharusnya 36ml. Dan setelah pemakaian berikutnya saya campur dengan takaran 2ml untuk setiap liter bahan bakarnya. Ini saya lakukan konstan di 3 kali pengisian full tank selama 1 bulan terakhir ini.


Impresi Pemakaian
Setelah genap pemakaian 1 bulan akhirnya saya tuangkan dalam tulisan ini dan hasilnya adalah POSITIF !

+ tarikan lebih smooth dan ini konstan sejak awal pemakaian atau pertama kali tuang, tidak ada istilah penyesuaian langsung cees pleng akselerasi lebih smooth

+ lebih langsam, entah ini efek dari spark racing yang diklaim mampu melarutkan dan memberihkan ruang bakar, namun yang saya rasakan memang motor untuk langsam lebih cepat dipagi hari dibanding sebelumnya, padahal injector/thortle body belum saya bersihkan semenjak 5 bulan lalu gila !
+ sedikit hemat bbm, yap sedikit saja untuk urusan penghematan bahan bakar, angka pasti tidak saya ketahui pasti namun sekitar 5-7 km lebih irit untuk satu bar bahan bakar di motor saya, dari sebelumnya 65-70 km setiap bar indikator kini bisa hampir berkisar 75-77 km.
So far soo good, konstan itulah yang dapat digambarkan dari impresi saya selama pmakaian spark racing, hal yang tidak saya dapatkan dari bahan bakar pertamax sekalipun.

Itungan per Liternya + impresi = worth it
Untuk nilai keekonomisan spark racing bisa di hitung sebagai berikut

25000 : 100 = Rp. 250/ml x 2 (perliter bahan bakar)= Rp. 500
Ya untuk pemakaian setiap liternya mengeluarkan 2ml dengan nilai Rp.500
Dengan harga bahan bakar yang saya gunakan yaitu pertalite 7650 + 500 = 8150

Lalu harga pertamax saat ini 8950 artinya ada selisih 800 rupiah, lebih hemat untuk setiap liternya namun menurut saya lebih bagus dari segi impresi pemakaian dan benefit yang didapat.

Akan tetapi, selama pemakaian aditif spark racing bukan tanpa kelemahan, hanya kelemahan yang saya rasa adalah agak merepotkan apalagi dengan menakarnya terlebih darulu sebelum di tuang ke dalam tangki bahan bakar.

Tapi saya bisa mensiasatinya dengan me repack spark racing ke dalam wadah yang lebih kecil seperti saya me repack di botol 15ml yang saya isi 14ml untuk di campur 6 liter bahan bakar, dan bisa lebih praktis karena lebih ramah masuk kantong, apalagi di motor yang tidak memiliki kompartemen penyimpanan macam motor batangan hehehe.

Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar