googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Riding Di Jalan Berkabut

Riding Di Jalan Berkabut

dieng 2 tahun lalu
Halo Brosis
Riding di jalan berkabut memang asyik, ya sensasi yang sebenarnya harus dirasakan rider ya minimal sekali dalam hidup, hehehe.Uap air yang berada di dekat permukaan berkondensasi dan mirip dengan awan.
Bjr sendiri juga beberapa kali riding di jalanan berkabut, biasanya sih sering saat di dataran tinggi atau pegunungan karena udaranya lebih dingin. Jarak pandang terbatas dan udara yang dingin dari kabut pegunungan menjadi sesuatu yang harus ditaklukkan saat riding di jalanan berkabut, belum lagi terkadang gerimis tipis-tipis.
Riding di jalanan berkabut saat naik motor dan mobil pun dirasa berbeda, ya yang paling terasa tentu saat naik motor, udara dingin kabut langsung menerpa rider berbeda dengan mobil yang aman2 saja karena tertutup body mobil.

Beberapa kali riding tentu yang tidak pernah bjr lupakan saat riding sendiri di Dieng Wonosobo awal tahun lalu, saat berangkat maupun pulang pun bjr sudah di sambut kabut yang lumayan tebal di kawasan yang memang termasuk Dataran Tinggi ini.

bromo
Masih jelas di benak bjr jalanan menanjak dieng plateu yang lumayan sempit plus trafick yang lumayan padat karena jalan dua arah plus satu2nya juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pun begitu saat perjalanan pulang sampai di kebun teh tanbi di pagi hari kabut di sepanjang jalan sangat tebal. Parahnya di beberapa spot jalanan longsor (lengkaplah penderitaan bjr saat itu, hehehe).
Perlu diperhatikan jika riding di jalanan berkabut bjr kutip dari motorbeam yang harus diperhatikan antara lain nyalakan lampu, rencanakan perjalanan (pakai gps), jaga jarak, jaga kecepatan, cari tempat aman, dan jangan paksakan diri, dan untuk mobil hidupkan ac buat yang naik mobil agar kaca mobil tidak berembun.
Tapi kondisi real dilapangan ada beberapa poin yang bjr kerap abaikan seperti pakai gps, dan cari tempat aman (berhenti saat kabut tebal). Yang ada di bjr malah sering mengabaikan keduanya ya memang bjr ora nganut gps dan hanya main felling terlebih saat perjalanan memang tujuan atau bahkan rute bisa berubah sewaktu2.
Seperti saat perjalanan pulang dari Dieng dimana rute pulang malah lewat kebun teh Tanbi dan langsung tembus ke tempat Bendungan Semarang (ane gak macem2 lo gan, disitu Cuma lewat, hehehe) yang bisa dibilang buta rute hanya mengandalkan plakat dan sesekali bertanya.
Pun saat kabut juga tebal2nya di jalanan turun padahal jalan 2 arah terlebih sempit pinginnya sih berhenti tapi bjr pikir asyik juga sih, tapi untuk lampu dan jaga kecepatan serta jarak dengan kendaraan di depan wajib diperhatikan.
Last, riding di jalanan berkabut memang asyik, pun secara langsung kualitas berkendara akan diuji disini sematang apa pengendara juga akan ter asah di jalanan berkabut, tapi safety tetap diutamakan dan dijaga loh gan, jangan seperti bjr yang buta rute tetap sikat saja, hehehehe
Semoga bermanfaat.


1 komentar:

  1. kabut atau hujan baiknya lampu warna kuning. pengendara dari arah yang berlawanan juga menyadari keberadaan kita.

    BalasHapus