googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: review
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Welcome To Suzuki Bandit, Pengganti Verza



Halo Brosis
Sejak tahun lalu atau pemakaian verza di umur ke tujuh tahun saya sudah memutuskan untuk menimbang mencari motor pengganti verza, bukan karena tidak nyaman tapi karena sudah waktunya dan rasanya sudah mulai bosan.

Sempat memikirkan  motor matic menjadi prioritas namun pilihan masih sulit berkitar di kepala saya, mengingat matic incaran masih ada sejumlah masalah yang bagi saya sangat lumayan fatal. Ada yang speedometernya blank kalau kena hujan, ada yang boros oli mesin, bunyi2 ghoib, gredek, kode-kodean eror sampai problem drat crankshaft tidak saya sebut merk dan jenis toh sudah familiar permasalahan tersebut.

Tidak hanya memantau lewat berita tapi juga dari sejumlah teman yang memakai motor-motor tersebut, tak jarang saat ketemu sharing dan curhat masalah familiar tersebut mulai yang habis jutaan untuk turun mesin, bolak-balik ke bengkel dalam rentang waktu yang singkat, sampai klaim garansi yang menunggu berbulan untuk pergantian part, bagi saya semua itu adalah pembelajaran tidak langsung, sampai akhirnya saya putuskan “belum saatnya” untuk kembali ke motor matic.

Review Spark Racing, Worth it Meski Agak Repot



Halo Brosis

Sebenarnya saya tidak suka dengan pemakaian aditif tambahan untuk bahan bakar kendaraan selama ini. Hal tersebut tentu saya rasa cukup dengan memakai bahan bakar yang saya pakai selama ini yaitu pertalite di kendaraan harian.

Namun, akhir-akhir ini rasanya saya perlu untuk mencoba menggunakan aditif bahan bakar hal itu karena peforma kendaraan yang dirasa kurang nendang belakangan, meski saya sudah menggunakan oli yang cukup mumpuni di verza yang saya gunakan untuk harian. Ingin sebenarnya menggunakan pertamax, namun pengalaman di motor saya setahun lalu pernah mengalami fuel dilution terlebih bahan bakar pertamina yang amat tidak ramah soal zat pewarna.


Sebenarnya di 3 bulan terakhir ini saya mendapat 3 aditif bahan bakar yang berbeda ada octane booster dari lucas yang saya beli bersama dengan pelumasnya, lalu ada eco racing yang booming akhir-akhir ini karena menggunakan model pemasaran mlm saya pun mendapat 10 butir gratis hasil diberi 3 teman yang berbeda untuk tester, hehehe. Terakhir ada Spark Racing yang sebelumnya saya tahu dari grup ldic yang memang hamper sebagian besar oleh penggunanya memberikan hasil yang positif dari pemakaiannya.

Oli Q8 Formula 5w 40 Di Honda Verza, PCMO dengan JASO MA !




Halo Brosis
Sudah 6 bulan lebih sejak terakhir kali ganti oli bersamaan dengan ganti kampas kopling Oktober 2018 lalu, dan odometer juga sudah menunjukkan jarak tempuh pemakaian oli kurang lebih 7500 an km (kalau gak salah, ane juga agak lupa, hehehe),

Yang pasti 6 bulan lebih motor benar-benar dipakai seperti biasa rute ala-ala sehari-hari sidoarjo-Surabaya muatan juga bervariasi mulai sendiri-boncengan sampai muat barang dagangan.

Yang pasti seringan-ringannya muatan ya sendiri 96 kg bersih, sih, kalau khilaf sama barang dagangan bias hamper 2 kwintal, maklum bukan motor manja apalagi rumahan, hehehe.Review 

ADO setelah 6 bulan lebih pemakaian
Peforma amsoil diesel turbo diesel truck (ADO) memang sudah tidak perlu diragukan lagi, istilahnya masa oli dieser hamper top tier harga lebih dari 100 ribu (130 ribuan) gak enak dipakai di motor, puas lah sesuai harganya.

Review Samsung A7 2018, Samsung 3 Jutaan Paling Worthed



Halo Brosis

Setahun ini rasanya saya terlalu sering gonta-ganti gawai terutama ponsel, yap semenjak dari redmi note 4 kemudian beranjak ke asus maxpro m1 kemudian redmi note 5 hingga yang terbaru terrgoda pocophone yang saya beli pada peluncuran perdana akhir Agustus tahun lalu.

Apakah dengan SoC flagship macam Snapdragon 845 mampu memuaskan saya, bisa iya karena dengan SoC kelas atas nyatanya selama pemakaian tidak ada masalah berarti, bisa dikata inilah hp paling gegas yang pernah saya pakai.

Namun dasar manusia sudah dikasi jeroan Flagship tetap saja tidak puas, yap memang ada yang tidak terpuaskan apalagi selang beberapa bulan saya lebih intens main pubg mobile di emulator via personal computer saya daripada memainkannya via ponsel saya seperti saat memakai maxpro m1 dulu, alasannya simpel karena mata tak lagi jeli bermain via layar ponsel, apalagi setelah “coba” main via emulator kemudian beranjak ke ponsel langsung berasa noob-nya, hehehe.


Dari situlah, sekitar pertengahan Desember tahun lalu saya putuskan untuk menjual saja pocophone F1, terlebih saya dapat kupon voucher dari salah satu e-commerce yang sayang jika tidak digunakan.
Setelah menimbang-nimbang rasanya saya butuh ponsel yang bisa bertahan agak lama dengan saya, ya minimal untuk setengah tahun ke depan, spesifikasi gak perlu muluk2 karena memang nggak seberapa butuh yang muluk2, yang penting

Oli Untuk Yamaha Nmax, Jangan Yang Encer


Halo Brosis
Kali ini bahas oli untuk Yamaha nmax, secara sengaja memang virus untuk menggunakan oli sesat di motor saya tularkan ke teman-teman terdekat, dan Alhamdulillah 80% sudah nyemplung ikut sesat 10% belum berani, dan 10% nya tobat, hehehe.

Dari berbagai macam testimoni dari teman tentu sebagian besar puas dengan oli sesat yang dipakaianya entah itu oli pcmo atau pun oli HDEO, bahkan beberapa nyeletuk “cuk, ngapain nggak dari dulu ya”, beberapa ada yang gonta-ganti sebelum menemukan kecocokan, tapi overall sebagian besar puas kok, untuk yang tobat memang tergiur dengan harga mco murah meriah yang biasa ia pakai.
Tapi ada satu motor yang lumayan buat pusing juga nih, yaitu Yamaha nmax punya teman saya yang sudah sejak setahun lalu resmi ane giring pakai oli pcmo di motornya, tentu hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jarak yang ditempuh teman saya setiap harinya ini lumayan tinggi juga Sidoarjo-Surabaya setiap harinya ya kurang lebih 50-60 km tiap hari.

Impresi Corsa Cross S, Ban Dual Purpose Murah Peforma Lumayan


Halo Brosis

Ban belakang verza sejak pergantian terakhir saya pakai IRC NR25,di samping terjangkau juga saya tidak ada masalah berarti dengan ban bawaan verza ini. Grip cukup, handling lumayan karena profilnya yang tinggi soal keawetan 20-25 ribu km sangguplah sebenarnya ban ini, tercatat sampai saat ini saya sudah pakai 3 kali ini.

Yang pertama tentu bawaan motor, kedua 2,5 tahun lalu hingga saya ganti karena getas (produksi lama), dan yang terakhir setahun yang lalu.

Namun, bencana menghampiri ini ban sejak Agustus lalu, dimana hampir tiap bulan sampai bulan Desember awal ini rutin terkena ranjau paku, jiangkrek tenan kok pancen. Padahal di pemakaian sebelumnya selama setahun pemakaian lebih tidak pernah ada paku yang menancap. Kalau ini sudah pasti apes banget.


Sampai awal Desember jumlah tambalan sudah mencapai 5 buah tentu buanyak ranjau yang nancap mulai dari paku kecil, potongan seng, paku payung, sekrup komplit lah otomatis juga besar tambalan bervariasi, yang paling parah tentu pecahan seng dimana membuat ban terluka melebar otomatis di double cacing tambalan tublles, sampai pada akhirnya menyerah di awal bulan Desember ini dimana bocor alus di bekas tambalan.

Review Film Aruna Dan Lidahnya, Kenyang Dan Menarik



Ada yang merindukan Dian Sastro dan Nicholas Saputra dalam satu film, that its , jika iya pun demikian sama dengan saya, tentu saja kali ini keduanya bisa di temui dalam film Aruna dan Lidahnya yang pasti jangan harap keduanya memerankan pasangan couple tapi tentu saja masih dalam hubungan yang menyenangkan yakni persahabatan.

Aruna dan Lidahnya adalah sebuah film adaptasi lepas dari novel dengan judul yang sama karya Laksmi Pamuntjak, jadi jika anda sudah baca novelnya sudah pasti tahu betapa menariknya adaptasi dalam filmnya namun dengan beberapa perbedaan , ya namanya juga adaptasi lepas.

Film ini bercerita tentang Aruna yang diperankan oleh Dian Sastro yang melakukan pekerjaan investigasi wabah flu burung di empat kota yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang tentu di samping itu Aruna juga melakukan perjalanan kuliner dari setiap tempat yang di kunjungi.

Di temani dengan sahabatnya Bono (Nicholas Saputra) dan Nad (Hannah al-Rashid) perjalanan nikmat mencicipi makanan yang sudah di rencanakan berubah dan campur aduk bersamaan dengan datangnya Faris (Oka Antara) mantan rekan kerja Aruna.

Seperti halnya rasa sebuah makanan ada asam, pahit, manis, dan kecut begitu pula perjalanan mereka berempat dari kota ke kota yang mereka singgah I selalu saja hal menarik yang dijumpai entah itu tentu pribadi dari masing-masing tokoh sampai hal tak terduga mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan Aruna dan Fariz.

Review Pocophone F1, Otak Flagship Banderol Kelas Mid



Halo Brosis

Bagi kebanyakan orang membeli ponsel di atas 6 juta rupiah memang butuh sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi mumpuni. Setidaknya di rentang harga tersebut calon konsumen sudah memikirkan merk & pride dari merk tersebut, hal ini menyebabkan tidak banyak vendor ponsel yang sukses di rentang harga tersebut karena lebih banyak yang memilih merk ponsel yang sudah mapan seperti Samsung atau merk lain yang sudah punya nama.

Itulah yang di alami oleh xiaomi yang memulai eksis dengan jajaran ponsel murah tapi dengan spesifikasi yang mumpuni. Meski terkenal dengan ponsel berharga terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, pun begitu xiaomi memiliki ponsel flagship juga dari seri Mi dan Mix yang sudah pasti harganya juga masuk kelas mid sampai high.

Masalah timbul saat xiaomi akan menjual ponsel flagship-nya terutama di Negara seperti India dan Indonesia yang tentu konsumennya pasti akan berpikir beberapa kali saat membeli ponsel xiaomi dengan harga setidaknya di atas 300 dollar.
Untuk itulah xiaomi menciptakan sub-brand baru yaitu pocophone yang memulai debutnya pertama kali di India 22 agustus lalu dengan pocophone F1, selang 1 pekan kemudian diperkenalkan secara resmi di Indonesia, meski izin sertifikasi perangkat dari kemenkominfo sudah keluar sejak bulan Juli.

Diperkenalkan 27 agustus dan dijual mulai 30 Agustus, nyatanya xiaomi melalui pocophone sukses menggegerkan kembali dunia smartphone. Hal itu tentu tak lepas dari banderol harga pocophone F1 yang hanya 300 USD dollar tapi sudah dilengkapi dengan SoC snapdragon 845 yang merupakan SoC kelas flagship tahun ini yang lazim ditemui di ponsel seharga belasan juta rupiah.

Ganti Kampas Kopling Verza, Bawaan Lebih Pas



Halo Brosis
Setidaknya sudah 2 kali saya mengganti kampas kopling Honda verza saya, yang pertama adalah menggunakan milik Honda grand di usia motor yang kurang lebih 3 tahun. Lalu setahun berikutnya saya ganti, saat itu saya gunakan kampas kopling Honda gl series.

Memang kampas kopling verza itu bisa saling substitusi dengan motor lain, karena bentuk dan dimensi nya memang identik dengan kampas kopling motor Honda lain yang penting kaki 6 masuk tuh di rumah kopling verza.
Selang setahun pasca menggunakan kampas kopling Honda gl series, tepatnya beberapa waktu yang lalu saya merasakan tarikan motor agak loyo dan gejala sering selip dan miss gear saat oper gigi persneleng lumayan sering terasa, tentu ini bukan sesuatu yang mengenakkan.

Review Pemakaian 5500 km Oli Total Quartz 9000 di Honda Verza




Halo Brosis
Sudah 4 bulanan lebih sejak pertama kali tuang oli total quartz 9000 di Honda verza, pada impresi pertama di 1500km pemakaian lalu jelas tq9k dengan viskositas 5w-40 ini sesuai harapan, meskipun sudah pasti dengan beberapa catatan.

Lantas setelah 4 bulanan pemakaian dengan jarak tempuh lebih kurang 5500 km apakah ada perubahan?, sudah pasti yang namanya dipakai seiring berjalannya waktu pasti sedikit banyak ada perubahan.
Parameter tes masih sama seperti yang saya tulis pada impresi awal pemakaian lalu, motor verza, rider sudah pasti saya sendiri, rute dalam kota sidoarjo-surabaya terkadang sesekali di akhir bulan ke luar kota. Kadang boncengan tapi lebih sering sendi  rian, riding style tentu saja semaunya tangan, hehehe, tapi akhir-akhir ini lebih condong agresif maklum cuaca panas suka gerah dan naik darah terlebih pas di jalan ada yang sruntulan.

O iya bbm sudah pasti pertalite forever, jangan Tanya kenapa nggak pertamax apalagi kenapa nggak pertamax turbo.

Honda Old Revo Pakai Oli 10w-40, Biar Nendang


Halo Brosis

Dari sononya honda revo old 100 cc yang sebenarnya hanya punya kaapasitas murni 97cc ini peforma mesinnya nggak seberapa, ya maklum di samping khas motor bebek dengan cc kecil tidak perlu mengharapkan peforma yang terlalu wah.

Sedari saya membelinya dalam kondisi seken 11 bulan lalu old revo ini menjadi motor daily driver bapak bjr. Ya namanya motor orang tua gak perlu banter-banter, akan tetapi sejak pertama beli saya memakai oli kental untuk mengimbangi mesin yang sudah berumur 1 dekade ini.
Ya awal membeli saya langsung pakai oli enduro, lalu prima xp 20w-50 2x yang viskositasnya sesuai dengan motor honda sebelum tahun 2010 yaitu 20w-40. Memang tidak ada yang istimewa memakai oli dengan sae kental, dengan rentang visko yang tipis, sampai pada suatu waktu saya coba motor kok berat dan saat saya tanyakan ke yang pakai motor memang demikian adanya.

Untuk mesin sebenarnya masih standart alias belum pernah bongkar atau oversize meski suara nggak halus-halus amat, akhirnya awal tahun lalu saya siasati memakai oli yang lebih encer dan agak mahalan dikit, yap pertamina fastron techno 10w-40.

Review Xiaomi Redmi Note 5, Kamera Mumpuni Lainnya Khas Xiaomi



Halo Brosis
Sudah genap hampir 3 bulan sejak pertama kali saya memakai smartphone dengan processor snapdragon 636 yang menawarkan peforma hampir 2x lipat dibandingkan 625. Yap di artikel review asus zenfone max pro m1 saya lumayan puas dengan peforma ini hp, dengan price to performance paling bagus di rentang harganya.

Sampai di 3 bulan pemakaian saya kok agak jenuh dengan hp ini, terlebih improve yang di lakukan oleh asus dengan update os yang rutin hampir setiap 2 minggu sekali nyatanya memang memberikan perubahan, tapi ya masih saja ada sektor yang tetap inferior yaitu kamera. Sampai dii suatu titik saya putuskan ganti ke redmi note 5.
Yap, mengingat sebenarnya incaran saya upgrade dari 625 adalah 636 di note 5, akan tetapi saat itu ini hp masih ghoibnya nggak ketulungan, sampai di akhir Juli hp ini sudah menanggalkan status ghoibnya walhasil tambah bulat untuk mengganti ke note 5, saya nggak menyebut ini upgrade tapi mencoba kembali ke UI favorit yaitu MI UI, hehehe.

Xiaomi redmi note 5 varian 3/32 saya beli dengan harga 2,599 juta rupiah , naik 100 ribu disbanding flash sale saat launching, mengingat juga dollar yang kian menguat dalam beberapa waktu lalu, maka kenaikan 100 rib masih masuk akal toh meski sudah TKDN masih banyak komponen yang harus di datangkan dari luar negeri yang otomatis kurs nilai tukar uang berpengaruh.

Daftar Smartphone Banting Harga, Ada Yang Sampai 50% lebih !



Pasar Smartphone di Indonesia terus bertumbuh dari hari kehari, begitu pula persaingan antar merk, kini produsen smartphone berlomba-lomba menghadirkan smartphone terbarunya di pasaran.

Pun begitu dengan konsumen yang hendak membeli smartphone saat ini amat diuntungkan dengan pilihan yang beragam tersedia di pasaran. Di Indonesia pasar smartphone saat ini masih diisi oleh nama-nama familiar seperti Samsung, Xiaomi, Nokia, Huawei, Asus dan masih banyak lainnya.

Terlebih saat ini banyak smartphone baru yang keluar di pasaran dibanderol dengan harga lebih terjangkau dibanding beberapa bulan sebelumnya, hal ini tak jarang memaksa beberapa produsen yang kurang agresif mengeluarkan produk baru untuk merevisi kebijakan banderol harga produknya.

Di pasaran saat ini beberapa produsen di Bulan Agustus ini menurunkan harga beberapa lineup produknya, beberapa ada yang mengalami revisi harga sampai 50% lebih, apakah saja smartphone yang banting harga tersebut, berikut adalah daftarnya

Impresi Oli Total Quartz 9000 5w-40 API SN di Honda Verza, Halus



Halo Brosis

Setelah tragedi ganti oli di ahass, maka selajutnya sampai di rumah oli mpx 1 yang sebenarnya baru jalan 6 kilometer sesuai jarak bengkel ke rumah langsung saya drain. Apa nggak mubazir ? jelas mubazir secara oli baru jalan 6 ribu kilometer kok langsung di drain, tapi apalah daya fell berkendara menggunakan mco yang sebenarnya favorit saya dulu sebelum sesat ini terasa berbeda, lebih buruk ? iya jelas !

Bagaimana nggak lebih buruk, dari amsoil diesel truck lalu ke ahm mpx 1, ibaratnya bagaikan bumi dengan atap langit, sensasi ngebas hilang, shifting kasar, wes pokok’ e ra enak blas “sudah pokoknya nggak enak sama sekali”.
Sampai rumah tunggu adem satu jam lalu drain , dan, tara sudah hitam. Setelah itu bimbang antara tuang kembali amsoil diesel atau total quartz 9000 alias tq9k. Viskositas sama yakni 5w-40 harga keduanya pun juga mepet-mepet. Akhirnya saya putuskan tuang saja total quartz 9000 5w-40 itung-itung coba-coba toh stock oli ini saya ada 2 botol jadi kalau cocok ya tuang lagi, kalau nggak ya ganti, hehehe.

Kereta Api Tawangjaya, Jakarta - Semarang Termurah



stasiun pasar senen

Halo Brosis
Sebenarnya late post, tapi tidak mengapa daripada tidak sama sekali

Setelah berangkat ke Jakarta menggunakan Jayakarta Premium yang nyatanya memang dalamnya premium, kini perjalanan pulang saya putuskan untuk sedikit menyisahkan waktu bermain-main di kota semarang, ya setidaknya saya punya voucher dari airy rooms yang besarannya lumayan jika saya tidak redeem (gunakan), jadilah saat itu setelah kegiatan di Jakarta selesai saya putuskan saat pulang saya mampir ke Semarang.

Yang utama tentu transportasi, ya setelah (agak) mewah di perjalanan berangkat, kini perjalanan pulang kembali ke gubuk derita alias menggunakan transportasi murah, hehehe. Tetap naik kereta api, akan tetapi saya ikhtiar “yang paling murah” toh ini perjalanan sekalian pulang yang tidak ada keharusan kondisi bugar saat sampai di tujuan.

Pilihan transportasi “ter” murah Jakarta-Semarang adalah naik kereta api kereta api Tawang Jaya tujuan Stasiun Pasar Senen sampai Semarang di Stasiun Poncol. Harga tiket kereta api Tawang Jaya  adalah 70 ribu rupiah, akan tetapi berhubung saya punya voucher blibli.com, walhasil setelah saya gunakan voucher potongan 50 ribu rupiah, jumlah yang saya bayarkan untuk perjalanan Jakarta-Semarang hanya 20 ribu rupiahb saja, sebuah angka yang sangat amat murah, thanks to blibli.com.

Review 29 ribu km Pemakaian Corsa S123 di Honda Verza, Awet parah !




Halo Brosis

41 ribu – 70 ribu = 29 ribu km

Yap angka tersebut adalah angka pemakaian ban depan ban corsa tipe s123 yang namplok di Honda verza saya. Kebetulan saat dulu memilih pakai s123 pertimbangan utama adalah harga dan pure ingin mencoba kombinasi yang beda yakni 80/90.

Harganya tergolong murah, kalau tidak salah ingat nggak lebih dari 150 ribu ukuran 80/90 ring 17. Setelah pemakaian hamper 2 tahun dengan jarak tempuh 29 ribu km rasanya nggak afdol jika tidak dibuatkan full review pemakaian ban ini, ya itung-itung ngisi ini warung daripada kurang bahan tulisan, hehehe.

Grip Cukupan
Yap sedari awal sampai saat tergantikan oleh ban baru yang nanti akan saya tulis impresinya, corsa s123 ini konsisten untuk soal grip. Cukup adalah kata yang pas, nggak ngegrip banget macam fdr genzi tapi disbanding irc nf bawaan verza tentu s123 sedikit lebih baik. Tapi nyatanya dengan grip cukup Alhamdulillah belum ada accident yang menimpa saya selama memakai corsa s123 ini selama 29 ribu km.
Kuncinya adalah adaptasi, ya pada awalnya dulu sempat kaget saat sebelum pakai s123 saya pakai fdr genzi yang ngegrip banget lalu ganti ke s123 tentu gaya riding perlu adaptasi lagi mulai dari saat berbelok, mengerem, atau saat hujan tapi really no problem sama sekali, kuncinya adaptasi karena setiap ban memiliki karakter yang berbeda.

Review Hampir 6000 KM Pemakaian Amsoil Turbo Diesel Truck, Bisa Lebih Tapi A .... Kurang Ajar !




Halo Brosis
Sudah 4 bulan lebih amsoil diesel truck (ADO) melumasi bagian dalam mesin honda verza. Pada impresi pertama yang saya tulis di sini bisa dikatakan puas, sampai pada akhirnya sudah jalan hampir 6000 km (5700 an sekian). Impresi tentu berbeda seiring bertambahnya masa pakai, istilahnya impresi adalah kenalan lalu berikutnya adalah “peforma yang sesungguhnya”.

Motor tiap hari saya pakai dengan rute Sidoarjo- Surabaya, dan sesekali di setiap bulan ke luar kota. Ngomong-ngomong saat impresi verza saya gunakan ke tnbts dan loss kompresi, dan sebelum bulan ramadhan lalu saya gunakan ke tnbts dengan rute yang sama, dan hasilnya normal !, tidak ada gejala losss kompresi, jadi kemungkinan loss kompresi lalu murni karena motornya not oil.
Lantas setelah digunakan ribuan kilometer, tentu berbeda dengan impresi saat pertama kali digunakan. Tetapi yang tidak berubah pun ada, seperti suara mesin yang tetap halus atau malah konsisten sedari awal sampai akhir hayat pemakaian di motor saya, berbeda dengan oli lain yang menjelang masa purna tugasnya akan memberi impact suara kasar di mesin, tapi ADO ini beda ya istilahnya suaranya konsisten.

Review Asus Zenfone Max Pro M1, Worthed Tapi Gak Bagus-Bagus Amat



Halo Brosis

Sebagai handphone daily driver saya yang sudah saya pakai hampir 9 bulan, xiaomi redmi note 4 sudah sangat memuaskan untuk menunjang aktifitas keseharian saya. Entah itu game ringan, sosial media, trading, dan tentunya beberapa aplikasi lain. Daya tahan baterai, peforma mumpuni, dan harga rasional kiranya itulah yang saya suka dari redmi note 4, sampai keluar redmi 5 plus dengan layar kekinian dengan spesifikasi yang sama + layar yang kekinian nyatanya belum mampu mengoyahkan hati saya untuk ganti.

Sampai pada akhirnya Snapdragon 636 memulai gaungnya sekitar akhir Maret lalu dan melihat segala peningkatan dibanding snapdragon 625, hati mana yang tak goyah, dan saya putuskan inilah opsi upgrade smartphone redmi note 4 saya. Sekali lagi ini bukan karena redmi note 4 tidak mumpuni lagi, tapi logika saya jika mempertahankan hp terlalu lama maka ujung-ujungnya rugi banyak, apalagi ada hp dengan harga yang beda tipis dengan spesifikasi lebih mumpuni jika tidak segera dijual maka anjloknya akan semakin parah.
Sampai di bulan berikutnya xiaomi melaunching xiaomi redmi note 5 sebagai penerus note 4 dengan harga 2,5 jutaan wah ini nih yang saya cari, tapi lewat timeline instagram asusid sudah ancang-ancang dengan zenfone max pro m1 yang spesifikasi sama dengan baterai yang lebih besar dan harga yang rumor (saat itu masih rumor) lebih murah dibanding redmi note 5, sekali lagi hati saya goyah. Sampai akhirnya selang seminggu kemudian zenfone max pro m1 dilaunching dan gila dengan harga yang lebih murah 200 ribu dibanding redmi note 5.

Ganti Aki Honda Verza, Setelah Umur 57 Bulan

aki motor honda

Halo Brosis

Setelah berumur 57 bulan akhirnya aki honda verza yang sehari-hari saya pakai, saya ganti. Hal tersebut karena sudah tidak kuat untuk mengangkat double stater. Gejala ini sebenarnya sudah terasa sejak 2 bulan lalu, double stater sulit bekerja saat kondisi mesin dingin, dan hanya bekerja setelah mesin panas.
Padahal sejak dulu saat pagi hari saya menyalakan verza mamakai kick stater karena memang ingin memperpanjang umur aki, dan its work lumayan awet juga sih sebenarnya. Odometer sudah menginjak 68 ribuan di usia motor 57 bulan dan saya rasa ini lebih dari cukup mengingat rata-rata aki koit di usia 3 tahunan.

Aki verza bertipe GTZ5S/YTZ5S dengan tegangan 12 V dan daya 3,5 ampere sebuah aki yang mungil untuk mensuport motor sport terlebih di jaman sekarang yang sudah AHO tentu kerja aki akan double  (ganda) di saat menyalakan motor. Untung saja verza sudah terbantu dengan sistem kelistrikan full wave DC plus pengapian yang sudah 3 phase.

Kereta Api Jayakarta Premium, Ekonomi Rasa Eksekutif


kereta api surabaya jakarta

Halo Brosis

Awal Minggu lalu saya ada keperluan yang sebenarnya cukup mendadak yang memaksa saya melakukan perjalanan ke Jakarta. Yap memang bukan mendadak hanya selang beberapa jam atau beberapa hari, tapi masih berjarak minggu (beberapa pekan), tapi bagi saya tentu bukan style saya, bukan karena mendadaknya, akan tetapi transportasinya.

Surabaya-Jakarta banyak pilihan moda transportasi yang digunakan pesawat, bus/travel, atau kereta api , akan tetapi dasar saya yang nggak mau keluar biaya banyak walhasil kereta api menjadi pilihan saya. Kenapa tidak pesawat, kan cepat ? yap cepat Cuma 1-2 jam tapi bagi saya user experience nya kurang, terlebih keluar dari bandara ke tempat tujuan bagi saya mahal (note bagi saya).
Bus/travel  ? sebenarnya pingin juga sih tapi 18 jam perjalanan di dalam bus bagi saya (masih) terlalu lama, belum lagi style driving sopir bus yang sering kali buat jantung “deg-deg ser”, lihat bus ngeblong saja rasanya gak karuan apalagi ada di dalam bus yang ngeblong, waduh skip dulu dah, terlebih saya butuh sampai tujuan dalam keadaan bugar.