Bulan lalu pecinta roda dua
tanah air di hebohkan oleh Yamaha R15, selain desainnya yang benar-benar all new dan banyak di sukai, mesinnya
juga baru juga, meski tetap SOHC tapi sudah pakai VVA seperti layaknya Nmax.
Kubikasinya pun naik menjadi 155 cc, naik 5 cc lebih dari sebelumnya 149,
sekian.
Banyak yang menyayangkan
membengkaknya cc di r15 v3, dari yang tidak bisa ikut balap 150 cc, lalu ada
juga belum siapnya yamaha dengan engine
dohc 150 cc- nya. Thats its itu semua
memang benar adanya tapi kenyataan sebenarnya yamaha memilih jalan praktis dan
strategi pembengkak an cc di yamaha r 15 v3 bukanlah sesuatu strategi yang baru
di lakukan yamaha.
Ya setidaknya sudah dari
jaman jebot yamaha sudah menghindari head
to head dengan kompetitornya honda terutama (atau ahm , hehehe). Sejak
jaman honda keukeh (kekeh) dengan 4 tak-nya yamaha dengan 2 tak-nya. Sampai
memasuki tahun milenium 2000, yamaha akhirnya menyerah, dan mulai meninggalkan
mesin 2 tak.

