googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: otomotif
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan



Halo Brosis
“Wah ini ban produksi lama”

“carikan yang produksi baru”

Mungkin kalimat tersebut yang awam di dengar oleh para pedagang ban saat melayani calon pembeli yang hendak membeli ban. Sering kali ada anggapan yang hinggap di pikiran pembeli mengenai umur ban yang baru lebih bagus, hal tersebut sebenarnya bukan sebuah kesalahan tapi bukan juga sebuah kebenaran.

Produsen ban tentu sudah mengkalkulasi umur ban yang sebenarnya tidak ada istilahnya ban experied apalagi kadaluarsa layaknya makanan. Penjual juga tidak serta merta tahu  karena disamping barang yang di supply oleh distributor tentu tidak ada penanda otentik produksi ban, apalagi mayoritas ban motor yang dijual di Indonesia dibungkus plastik kemasan.
Hal tersebut tentu dilema, mengingat juga ban yang disupply oleh distributor tidak ada penanda pasti karena terbungkus plastik, dan di kemasan tidak ada penanda produksi ban tersebut, hal ini lumrah karena plastik pembungkus ban itu random dan berlaku universal jadi mustahil untuk menentukan tanggal produksi ban.

Mengajak Sesat Pakai Oli Diesel atau PCMO, Sebuah Pengalaman


Halo Brosis

OLI SESAT

Setahun lebih ini saya sudah beralih menggunakan oli mobil baik pcmo maupun hdeo di motor, bahkan 3 motor di rumah semuanya menggunakan oli pcmo, hehehe. Lantas sejauh ini impresinya tentu saja puas,  interval pemakaian lebih lama iya, riding quality meningkat iya, harga yang lebih hemat hmmm nggak juga tapi jika di hitung secara pemakaian yang lebih 2x lebih lama sih akan hemat juga pada akhirnya.

Tapi yang namanya “kebaikan” tentu saja harus ditularkan, kemana ? keluarga sendiri udah, lainnya teman-teman juga dong, yap sejak pemakaian pertama oli sesat saya langsung merekomendasikan ke taman-teman saya. Kalau yang expert atau punya sedikit pengetahuan sih nggak akan  di debat terlalu lama dan akhirnya ikut juga, hehehe.

Bensin Eceran/ Botolan, Apakah Masih Worthed ?

https://cdn.tmpo.co/data/2013/05/13/id_184094/184094_620.jpg

Halo Brosis

Di tengah maraknya pom bensin mini atau pertamini yang sudah berubah wajah dengan mesin dispenser bensin mirip di spbu ternyata masih ada segelintir penjual bensin botolan atau akrab di sebut bensin eceran. Ya secara tidak sengaja saya masih menemui beberapa penjual bensin eceran kemasan botolan ini, bukankah sudah di larang ? eits selidik punya selidik ternyata masih harus ekstra akal-akalan loh jualan.

Ya hampir seluruh pom bensin saat ini sudah menolak untuk melayani pembelian di jerigen besar alasannya tentu untuk menghindari pembeli yang akan menjualnya kembali di kemasan botol. Tapi tentu saja masih ada yang mengakalinya dengan beli di saat jam2 sepi pengawasan yaitu di tengah malam/ pagi buta. Atau cara yang agak sedikit ribet yaitu beli ngetab dari kendaraan yang sebelumnya isi di spbu.

So,  sebenarnya apakah motif masih eksisnya penjual bensin botolan ini, tentu saja kalau masih ada yang jual sudah pasti ada yang minat/ beli atau langganan. Seperti yang saya temui di pasar sekitar tempat tinggal saya, tercatat masih ada 1 toko yang menjual bensin botolan di tengah toko lain yang sebelumnya juga menjual bensin botolan yang kini hampir 95% sudah beralih menggunakan dispenser mini macam spbu.

Servis, Beli Sparepart Plus Pasang di Bengkel Resmi Bikin Tekor


Halo Brosis
Sedang asyik facebook-an ria sembari menunggu adzan subuh, eh ternyata ada sesuatu hal yang menarik yang di replay teman saya sewaktu sma. Setelah baca rasanya kok “miris”.
Postingan yang di reply teman sekolah saya ini adalah curhatan atau kalau bisa di bilang “keluhan” mengenai pengalaman servis dan ganti sparepart di salah satu bengkel resmi sebut saja bengkel resmi tersebut “ahass”.
Dalam postingan tersebut ia mengeluhkan mengenai biaya yang mahal, tak lupa ia juga melampirkan rincian biaya yang di tulis tangan pada kertas yang “sepertinya” nota pembayaran tersebut.
 isi “jajan” motornya adalah berikut
Vanbelt 173
Pasang vanbelt 50
Kampas rem depan 51
Kampas rem Belakang 46,5
Ban depan 189
Ban belakang 217
Pasang ban dan rem 60
Tune up 60
Intake 15
Injector 15
Total 877
What the f** 877 ribu saat saya amati jumlah total keseluruhan, seumur-umur pelihara motor dalam sekali waktu saya belum pernah menyentuh angka setinggi itu. Okeh saya coba analisis dan komentari.

Mengenal Oli HDEO/PCMO Pertamina, Pilihan Lengkap Untuk Sesat



Halo Brosis

Saat ini sedang trend di kalangan pecinta roda dua / motor penggunaan oli hdeo/pcmo (oli diesel/ oli mobil). Trend ini memang belum meluas di kalangan umum, entah berapa persen dari pengguna motor di tanah air, akan tetapi yang pasti trend nya sedang naik daun.

Begitu juga dengan bangjoru yang sejak akhir tahun lalu juga memutuskan untuk menggunakan oli non pcmo di motor verza bjr. Long drain  atau istilah sederhananya “pemakaian yang lebih panjang” adalah tujuan utama bjr. Alhamdulillah dari ritual pergantian oli yang sebelumnya setiap 2 ribu km, saat ini bisa lebih lama. Pertama masa flushing hanya 1500 an km, kedua 2500 an (karena fd), dan yang ketiga saat ini berjalan menuju 3000 km.

Honda Revo, Bebek Entry Level Yang Masih Eksis

salah satu motor bebek terganteng 
Halo Brosis
Sejak di luncurkan 2007 silam, honda “revo” sedikit banyak menanggung beban harapan sebagai penerus/ suksesor generasi motor bebek entry level honda. Lebih tepatnya revo saat itu memegang tongkat estafet dari supra fit/fitx yang secara resmi pensiunkan.
Memang nama “revo” terbilang baru, bahkan ada sedikit rasa pesimis saat itu bisa meneruskan kesuksesan supra fit/fit x. Prediksinya saat itu hanya ada 2 sukses seperti generasi fit atau tenggelam seperti “karisma dan kirana”. Akan tetapi terbukti revo ternyata “sukses”. Bjr masih ingat saat itu pernah punya revo gen 1 pertama warna biru velg cw yang pola palangnya “aduhai”.

Honda revo gen 1, memang masih dipercaya sebagai selah satu bebek tulen “terganteng” yang pernah dibuat honda, meski mesin masih sama seperti fit x yaitu c100 (98cc), tapi terbukti desain bodynya yang serba lancip sangat “mempesona” (lebay dikit).

Euro 4 Resmi Di Indonesia, Apa Kendala, Efek, Dan Manfaatnya

untuk udara yang lebih baik
Melalui putusan permen (peraturan menteri) lingkungan hidup dan kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 akhirnya Indonesia resmi memberlakukan standar emisi Euro 4. Hal ini memang bukan sesuatu yang mengejutkan mengingat rencana penerapan emisi gas buang euro 4 memang sudah dipersiapkan sejak 2014 lalu.

Sebenarnya hal ini agak aneh, mengingat standar euro 3 sebenarnya baru saja di terapkan, kalau tidak salah belum 5 tahun, bahkan untuk semua line up kendaraan roda dua  sebenarnya baru 2013 – 2014 lalu resmi semua line upnya menganut emisi euro 3, jelas bjr inget wong tanda resminya euro 3 si legend ninja r resmi stop produksi, (efek ketatnya peraturan emisi gas buang brosis)