googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Puisi
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sejarah dalam Alenia



Sepenggal sejarah aku kutulis setiap hari
Entah itu tentang Dia,Cinta,Maupun Dunia
Dia yang selalu berbentuk cerita
Cinta yang hampir membuat orang gila
Dan dunia yang selalu menjadi tempat berpijak
Semua kutulis dengan sederhana

        Diatas kertas usang aku menulisnya
        Dengan pensil tua aku merangkai kata
        Yang sedikit-demi sedikit kurangkai menjadi cerita
        ,Cerita tentang Dia,Cinta,dan Dunia
        Yang terbungkus dalam tiga alenia

Alenia pertama
“Dia memang ada,ada disetiap pikiran,entah itu kemarin,saat ini,ataupun esok”

Alenia kedua
“Cinta kadang kalanya tumbuh menjadi sebuah makna tak ber asa,tentunya dikala Dia tak lagi ada”

Alenia ketiga
“Dunia serasa hanya pijakan dikala tak lagi melihat Cinta yang berbentuk Dia di dalam Dunia”.

Raga buta


Berada namun tak berdaya
Beraga tapi tak mempunyai nyawa
Semua senyap di telan kesepian
Angin pun tak bersuara di telingaku
Tertutup oleh hampanya rasa sepi itu
Hingga habis tak berbentuk
        Ingin kusumpahi sepi
        Tapi aku hanya sendiri
        Ingin kuserapahi sepi
        Tapi mulutku tak serasi
Semua itu bukan ilusi
Nyata
Hanya tampak berbeda disetiap mata
Mataku serasa buta memang
Buta tak berwarna
Apalagi bercahaya
Juga tak berupa
Karena memang semua di telan sepi
Sepi dalam sebuah mata buta

Setitik Asa dalam Rancu



Biarpun setitik
Namun aku masih memiliki asa
Biar orang memandang aku tak punya harapan
Tapi nyatanya aku masih memiliki setitik asa
Setitik asa yang mungkin akan membantuku
Di kala kususah
Di kala aku terpuruk
Entah sudah berapa kali hinaan kuterima
Dan cacian yang keluar dari mulut mereka
Tapi  . . . .
Aku tak peduli . . .
Sakit memang awalnya
Akan tetapi seperti pepatah bilang
Lama-lama juga terbiasa
Anggap saja omongan mereka itu rancu
Rancu yang selalu membuatku ngilu
Entah sudah berapa rancu yang ia keluarkan dari mulut yang berbisa itu
Aku melihat mulutnya memang berbisa
Tapi biarlah
Sampai mulutnya berbusa pun rancu itu takkan mempan terhadapku
Semoga . . . .

Guratan Rindu


Sebenarnya . . .
Aku tak benar-benar ingin melupakannya
Juga tak pernah bertekad
Benar-benar melupakan ia sepenuhnya dari pikiranku
Kadang ia dating
Untuk kemudian hilang sendiri
Ini memang aneh bagiku

Dan memang
Ketika orang membaca prosa buatanku
Isinya banyak yang mengacu padamu
Si cantik yang hilang
Si cantik yang masih ada
Di guratan-guratan rindu
Pada kelopak mata
Yang tertutup manis dengan kacamata minusku

Fakta yang Membuat Musik Indonesia Sangat Membosankan


Berikut ini merupakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, yang mengakibatkan dunia musik Indonesia menjadi membosankan, antara lain :

Plagiat
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya meng-influence aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia.

Note : Di sini saya tidak akan menampilkan contoh dari plagiator-plagiator tersebut, demi menjaga nama baik mereka. Mungkin dari rekan-rekan pastinya sudah tahu siapa saja dan group band mana saja yang jelas-kelas telah menjadi plagiator.

Lip-sync
Lip-sync atau lip-synch adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Dalam sebuah konser musik atau siaran langsung di televisi, lip sync merupakan hal yang kontroversial.

Di negara China, kementrian kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang lip sync pada bulan Agustus 2009. Kementerian mengeluarkan kebijakan itu karena menilai bernyanyi lip sync termasuk kebohongan publik. Dan sebulan dari itu, dua penyanyi China, Starlets Yin Youcan dan Fang Ziyuan kedapatan hanya bercuap-cuap saat mereka konser di Provinsi Sichuan. Mereka di denda sekitar 80 ribu yuan atau RRp. 110 juta sekaligus menjadi korban pertama kebijakan kementrian kebudayaan. Kebijakan itu dikeluarkan karena pada tahun 2008, panitia Olimpiade Beijing melakukan tindakan kontroversial. Memasang gadis muda yang bernyanyi lip sync saat upacara pembukaan Olimpiade. Panitia beralasan tindakan itu dilakukan karena penyanyi sebenarnya tidak cukup cantik untuk ditunjukkan ke seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, lip sync menjadi sesuatu yang wajar dan pelaku nya pun sepertinya nyaman-nyaman saja (yang penting di bayar kata "mereka"). Banyak acara-acara pagelaran musik yang menggunakan "jasa" lip sync, baik itu di siarkan langsung oleh televisi maunpun tidak. Dan acara tersebut sukses menyedot penonton dan menaikkan rating acara tersebut mengakibatkan menjamurnya acara "lip sync show" di berbagai stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Namun, banyak juga acara-acara konser musik yang tidak menggunakan "jasa" lip sync, seperti : indiefest, soundrenalin, dan banyak lagi.


Tema Lagu Yang Sama
Dalam hal pemilihan judul lagu, hampir semua penyanyi, group musik, ataupun pencipta lagu memiliki tema yang sama. Ini membuat semakin membosankannya musik di Indonesia. Ketika seorang penyanyi atau group musik memiliki sebuah lagu yang sukses dengan tema, misalkan "selingkuh", maka dengan serempak penyanyi atau group musik yang lain membuat lagu dengan tema tersebut (meskipun tidak semua, tetapi kebanyakannya begitu). Mereka mencoba peruntungannya dengan tema lagu tersebut, meskipun dengan musik seadanya. Dan ini sangat-sangat menyedihkan.


Pemaksaan Karakter
Mungkin hanya di Indonesia saja yang memiliki aktris/aktor segala bidang. Pemain sinetron, penyanyi, pemain film layar lebar, penulis lagu, presenter, dan sebagainya bersatu dalam satu karakter. Mereka menyebutnya "Aktris/aktor Serba Bisa". Apakah dengan begitu, bisa disebut "serba bisa"? Belum tentu!. Karena banyak contoh yang memperlihatkan ke-lucu-an tersebut. Seseorang yang tidak memiliki bekal, bahkan bakat dalam dunia musik di paksakan untuk terjun kedalam dunia musik, maka yang terjadi adalah ke-lucu-an. Mereka menggunakan label keartisannya untuk mendongkrak popularitas di dunia musik. Memang itu hak mereka untuk berbuat seperti itu, tapi apakah mereka melihat hak orang lain?!. Namun, banyak juga yang asalnya terjun di dunia perfilm-an yang akhirnya hijrah ke dunia musik dan sukses.

Selain dari kalangan artis, banyak juga dari sekelompok orang yang mencoba untuk sukses di dunia musik. Dan bagi mereka yang tidak memiliki bakat dalam dunia musik, akhirnya akan tenggelam seiring dengan bermunculannya sosok-sosok yang memiliki bakat di dunia musik.


Kekuasaan Ada di Tangan Major Label
Mungkin inilah penentu seseorang atau sekelompok orang sukses atau tidaknya mereka dalam dunia musik. Dan ini merupakan fakta yang sangat jelas. Major Label-lah yang mengelola rekaman suara dan penjualannya, termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Mereka biasanya memiliki kontrak dengan artis-artis musik dan manajer mereka. Dan sepertinya sudah tidak perlu di jelaskan lagi, bagaimana major label – major label yang ada di Indonesia, sudah tahu sama tahu. Kekuasaan Major Label bisa sampai ke kreativitas atau improvisasi para musisi yang di kontraknya (mungkin di Indonesia saja). Dan hampir semua Major Label di Indonesia seperti itu!

Namun di luar fakta di atas, penulis hanya ingin menyampaikan sedikit kritik tanpa maksud menyinggung atau melecehkan seseorang, sekelompok atau bahkan negara sendiri. Ini demi kemajuan Musik Indonesia. Dan bagi seseorang, sekelompok atau yang lainnya, yang merasa tersinggung atau tercemarkan nama baiknya, saya mohon maaf. BANGUN! MUSIK INDONESIA!



sumber 

Remember Me ?



Hay …
Sekedar ingin menyapa
Sekaligus ingin bertanya padamu
Kau ingat aku ?
Apa kau masih mengenalku  ?


 Satu,dua,tiga
Kau tak juga menjawab
Apa kau memang tak mengenalku
Atau mengingatku
Sayang sekali…
Aku sebaliknya….
Tak pernah lupa padamu
Padamu yang dulu kukagumi
Kukagumi sebagai wanita yang tangguh
Meski pun kau hanya lebih tua dariku empat bulan
Tetapi kau mampu melewati dunia ini dengan tawa
Dengan canda,serta sikap ramahmu kepada semua orang
Walau terkadang tak jarang kau cemberut
Tapi tetap saja
Semangatmu mampu menutupi kesedihanmu
Sayang tak lama aku mengenalmu
Hanya setahun
Atau bahkan kurang
Tapi tak apalah
Tak peduli setahun,sebulan atau bahkan sehari
Semua sama saja
Tak ada batasan waktu bagiku
Untuk tetap mengaggumimu
Masih ingat aku Cantik ??

Enggan Berlalu


Tak ber asa
Tak jua berharap
Hadirku hanya lalu
Lalu hilang bersama yang lalu
Tapi . . .
Aku tak mau berlalu
Terlalu sia-sia saja aku
Jika secepat itu berlalu
Aku masih ada
Selalu ada
Setidaknya bagi yang membutuhkanku
Entah untuk hal-hal yang baru
Maupun hal yang telah lalu
Maka dari itu
Berlalu masih haram bagiku

Day By Day





Ayam berkokok memecah udara pagi
Air hujan yang gemericik semalam kini menjadi embun
Suara katak pun tak lagi ada
Berganti kokokan Ayam yang melmecah keheningan pagi




Sebari Tadi aku sudah bangun
Sebelum ayam berkokok tentunya
Aku memang terbiasa
Mendahului sang fajar yang menyingsing pagi
Maupun kokokan ayam sekalipun

Kuambil sebuah pena
Lalu kutulis disebuah bidang kertas
Masih bimbang apa yang akan kutulis
Lalu kutulis saja

                   “Day By Day”
          Semoga tidak selamanya aku seperti ini
          Menatap pagi tanpa makna
          Memulai hari minus dengan tujuan
          Hanya mengikuti apa yang diinginkan
         
                   “Day By Day”
Selalu sabar kulalui setiap waktu
Meski tanpa makna
Meski tanpa tawa
Meski tanpa apa-apa
Apa hidup selalu dengan apa

Kuletakkan saja penaku sejenak
Kuseruput secangkir kopi untuk mengisi imajinasi
Imajinasi yang dimulai dari secangkir kopi
Dan diakhiri dengan Dengkuran Ayam
Terus saja……….
“Day By Day”

Kenangan (SMA)



Kau hadirkan sesuatu yang indah dalam hari-hariku kala itu
Pada saat kurang setahun aku menimba ilmu disekolah ini
Aku akan terus mengigatmu
Meski hanya 8  bulan kau hadir dalam hari-hariku
Dan hanya terpisahkan oleh 3 bangku
Tetapi bagiku…
Aku tetap mengenalmu
Dan ….
Hingga kini kau hadir dalam setiap doaku..

Pahlawan Berparas Pongah



Mereka sungguh terlihat pongah
Merasa gagah perkasa bak pahlawan di garis depan
Membawa Senjata yang berupa segebok uang
Yang digendongnya seperti menopang senjata saja
Lihatlah rupanya
Melihatnya saja musuh pasti akan lari
Perhatikan gerak-geriknya
sudah pasti musuh akan tertipu karenanya
Ketika ia mulai beraksi
Semua orang akan bersenbunyi
Bersembunyi karena ia terlihat begitu berwibawa
Berpakaian rapi dan berdasi
Jauh sudah ia tak menggunakan baju besi lagi
Karena ia sudah yakin . . .
Yakin tak akan mati hanya dengan orasi dari musuhnya
Semua orang patuh padanya
Terpesona dengan perkataannya
Terpikat oleh janji-janjinya
Yang pastinya sudah sering ia ingkari
Memang ia tak akan menggunakan lagi peluru seperti para pendahulunya
Karena ia cerdik
Tak perlu ia mengokang senjatanya kembali
Karena sudah tersimpan rapi di perapiannya
       Senjatanya kini tak lagi pistol dan peluru
       Melainkan sekoper berisi kertas yang berbau wangi
       Wanginya melebihi wangi lonte-lonte di jalanan
       Bahkan lebih wangi daripada tubuhnya sendiri

Tak perlu juga ia bersusah payah berlari di garis depan
Cukup ia lemparkan Kertas Wangi itu pada musuhnya
Lantas sang musuh pun tak akan melawan kembali
Melainkan duduk manis dengan lonte yang dibelinya dengan kertas wangi itu . . . . .

Gambar : Google