googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: ban
Tampilkan postingan dengan label ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ban. Tampilkan semua postingan

Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan



Halo Brosis
“Wah ini ban produksi lama”

“carikan yang produksi baru”

Mungkin kalimat tersebut yang awam di dengar oleh para pedagang ban saat melayani calon pembeli yang hendak membeli ban. Sering kali ada anggapan yang hinggap di pikiran pembeli mengenai umur ban yang baru lebih bagus, hal tersebut sebenarnya bukan sebuah kesalahan tapi bukan juga sebuah kebenaran.

Produsen ban tentu sudah mengkalkulasi umur ban yang sebenarnya tidak ada istilahnya ban experied apalagi kadaluarsa layaknya makanan. Penjual juga tidak serta merta tahu  karena disamping barang yang di supply oleh distributor tentu tidak ada penanda otentik produksi ban, apalagi mayoritas ban motor yang dijual di Indonesia dibungkus plastik kemasan.
Hal tersebut tentu dilema, mengingat juga ban yang disupply oleh distributor tidak ada penanda pasti karena terbungkus plastik, dan di kemasan tidak ada penanda produksi ban tersebut, hal ini lumrah karena plastik pembungkus ban itu random dan berlaku universal jadi mustahil untuk menentukan tanggal produksi ban.

Impresi Corsa Cross S, Ban Dual Purpose Murah Peforma Lumayan


Halo Brosis

Ban belakang verza sejak pergantian terakhir saya pakai IRC NR25,di samping terjangkau juga saya tidak ada masalah berarti dengan ban bawaan verza ini. Grip cukup, handling lumayan karena profilnya yang tinggi soal keawetan 20-25 ribu km sangguplah sebenarnya ban ini, tercatat sampai saat ini saya sudah pakai 3 kali ini.

Yang pertama tentu bawaan motor, kedua 2,5 tahun lalu hingga saya ganti karena getas (produksi lama), dan yang terakhir setahun yang lalu.

Namun, bencana menghampiri ini ban sejak Agustus lalu, dimana hampir tiap bulan sampai bulan Desember awal ini rutin terkena ranjau paku, jiangkrek tenan kok pancen. Padahal di pemakaian sebelumnya selama setahun pemakaian lebih tidak pernah ada paku yang menancap. Kalau ini sudah pasti apes banget.


Sampai awal Desember jumlah tambalan sudah mencapai 5 buah tentu buanyak ranjau yang nancap mulai dari paku kecil, potongan seng, paku payung, sekrup komplit lah otomatis juga besar tambalan bervariasi, yang paling parah tentu pecahan seng dimana membuat ban terluka melebar otomatis di double cacing tambalan tublles, sampai pada akhirnya menyerah di awal bulan Desember ini dimana bocor alus di bekas tambalan.

Impresi Ban Aspira Premio Sportivo di Honda Verza, Manteb




Halo Brosis

Setelah 29 ribu km memakai ban depan corsa s123 yang saya tulis full review pemakaian di artikel sebelumnya, selanjutnya untuk menggantikannya saya memutuskan untuk menggunakan aspira premio sportivo RS  ukuran 90/80, atau kembali mengggunakan yang sama dengan dulu saat saya memakai fdr genzi.

Sebenarnya alasan utama saya memilih ban ini bukan karena apa, akan tetaoi karena kebetulan dapat hibahan dari bengkel teman yang tutup, dan saya tebus dengan harga (sangat terjangkau) ya selisih 50 an ribu dengan corsa s123 dengan ukuran yang satu tingkat lebih besar, worthed ? banget , karena harga normal di toko ban berkisar 190-210 an ribu.

Ban Aspira premio ini sebenarnya ban keluaran baru dari aspira yang baru dilaunching sekitar awal 2016 lalu kalau tidak salah (cmiiw). Seri ban aspira premio tentu berbeda dengan serie ban sebelumnya seperti seri AT yang lebih ekonomis, seri premio ini lebih ditujukan setingkat di atasnya. Asyiknya ban aspira premio ini hampir banyak tersedia dengan buanyak varian ukuran, mulai ukuran yang normal atau ukuran yang jarang seperti 100/90, 110/80 atau 150/70 yang tidak banyak ditemui di produsen ban lain.

Review 29 ribu km Pemakaian Corsa S123 di Honda Verza, Awet parah !




Halo Brosis

41 ribu – 70 ribu = 29 ribu km

Yap angka tersebut adalah angka pemakaian ban depan ban corsa tipe s123 yang namplok di Honda verza saya. Kebetulan saat dulu memilih pakai s123 pertimbangan utama adalah harga dan pure ingin mencoba kombinasi yang beda yakni 80/90.

Harganya tergolong murah, kalau tidak salah ingat nggak lebih dari 150 ribu ukuran 80/90 ring 17. Setelah pemakaian hamper 2 tahun dengan jarak tempuh 29 ribu km rasanya nggak afdol jika tidak dibuatkan full review pemakaian ban ini, ya itung-itung ngisi ini warung daripada kurang bahan tulisan, hehehe.

Grip Cukupan
Yap sedari awal sampai saat tergantikan oleh ban baru yang nanti akan saya tulis impresinya, corsa s123 ini konsisten untuk soal grip. Cukup adalah kata yang pas, nggak ngegrip banget macam fdr genzi tapi disbanding irc nf bawaan verza tentu s123 sedikit lebih baik. Tapi nyatanya dengan grip cukup Alhamdulillah belum ada accident yang menimpa saya selama memakai corsa s123 ini selama 29 ribu km.
Kuncinya adalah adaptasi, ya pada awalnya dulu sempat kaget saat sebelum pakai s123 saya pakai fdr genzi yang ngegrip banget lalu ganti ke s123 tentu gaya riding perlu adaptasi lagi mulai dari saat berbelok, mengerem, atau saat hujan tapi really no problem sama sekali, kuncinya adaptasi karena setiap ban memiliki karakter yang berbeda.

Ban Aspira AT701, Alternatif Ban Terjangkau


BAN ASPIRA

Halo Brosis

Artikel pembuka di tahun 2018, karena tugas dan kerjaan yang lumayan menumpuk jadi baru bisa nulis dan ngepost lagi sekarang, hehehe

Tidak terasa sudah kurang lebih 5 bulan pasca meminang rondo old revo saya agak melupakan sesuatu, dan barulah awal tahun kemarin teringat kembali. Apa itu gerangan ? ganti ban depan, ya memang pasca pembelian hanya ban belakang saja yang saya ganti ke ukuran 80/100 dari standartnya yang 80/90 atau 275 pakai ukuran numerik.
Kondisi ban depan sebenarnya masih cukup memadai, hanya memang sebenarnya compound ban mengeras seperti ban yang sudah berumur, niat awal memang bukan ganti ban tapi ruji depan yang perlu di stell karena sudah merenggang, jadi ketika dikendarai bagian front motor agak limbung. Jadi saya pikir dari pada bongkar pasang mending ganti ban sekalian plus ganti dan stell ruji depan belakang.

Ban Tubeless, Harusnya Jadi Standar Motor Zaman Now


Halo Brosis

ban irc tubeless

Dahulu ban tubeless merupakan komponen motor yang di nilai mewah dan mahal, hanya segelintir saja motor yang pakai umumnya motor premium yang harganya lumayan mahal. Sedangkan motor –motor yang laris di pasaran masih menggunakan tube type (pakai ban dalam) yang harganya lebih terjangkau.

Sampai beberapa tahun kemudian baru ban tubeless menjadi alternatif saat ganti ban, bukan hanya itu pabrikan ban juga mulai menawarkan ban tubeless dengan harga bervariasi dan type berikut dengan harga yang juga bervariasi, mulai harga terjangkau yang hanya selisih belasan ribu dengan ban tube type sampai yang mahal dengan keunggulan riding experience yang jauh meningkat.
Bikers juga rasanya jengah dengan ban tube type yang terasa ngrepotin saat bocor atau terkena paku, belum lagi saat diwaktu-waktu urgent eh ban kena paku, alhasil pilihannya hanya satu segera tambal !. Sedangkan ban tubeless memberi sedikit kompensasi dimana saat terkena paku ban tidak langsung kempes total dan pengendara seakan dapat “kelonggaran waktu” untuk bisa tetap dikendarai sampai di tukang tambal ban, dimana hal itu tidak bisa di terapkan di ban tube type.

Ban Depan Verza 80/90 Atau 90/80 , Manakah Yang Terbaik ?


honda verza trondol

Halo Brosis
Ban depan sebenarnya sama pentingnya seperti halnya ban belakang, jika ban belakang menanggung beban motor dan pengendara sekaligus penggerak laju kendaraan, ban depan fungsinya lebih sederhana yaitu mengarahkan kemana motor akan berbelok sekaligus handling motor.

Bisa di rasakan saat berbelok atau cornering, sudah barang tentu pengendara akan menggerakkan stang motornya ke arah yang diinginkan dan ban depan yang bersentuhan langsung dengan jalan memberi feedback berbelok. Pun begitu soal kenyamanan masuk keluar tikungan dan juga handling dari suspensi depan yang secara langsung terhubung dengan ban depan.
Ban honda verza ukuran standart adalah 80/100 di roda depan dan 100/90 di roda belakang, okelah ban belakang standart meski grip termasuk cukupan tapi saya gak ada masalah dengan ban berprofil tinggi ini di roda belakang. Akan tetapi berbeda pada bagian depan meski berprofil tinggi (100) layaknya motor trail akan tetapi yang saya rasakan malah kurang nyaman.

Dahulu saya juga sempat mengeluh mengenai ban depan ori bawaan verza spaleng atau rusak pada bagian dinding bannya yang membuat kurang nyaman di kendarai saat di gunakan berbelok/ atau menikung. Saat itu saya putuskan ganti ban ukuran 90/80 pakai fdr genzi.

Ganti Ban IRC NR25 100/90, Ban Standart Dapat Harga Diskonan


Halo Brosis
Menjelang usia 4 tahun verza bulan depan, ternyata verza sudah mulai minta jajan lagi, kali ini beberapa hari terakhir saya merasa bagian belakang motor terasa kehilangan grip.
Ketika saya cek Shock belakang masih normal, belum ada gejala bocor atau semacamnya, cek bearing juga demikian masih normal. Akan tetapi setelah cek di bagian ban belakang, ternyata ini biang masalahnya.
Ban belakang verza menggunakan ban IRC NR25 ukuran 100/90, ya setelah icip2 michelin pilot street yang sangat peformanya luar biasa 1,5 tahun lalu saya putuskan kembali memakai ban ukuran standart, celakanya saat beli di bengkel, saat itu saya dapat ban dengan produksi yang tergolong tua (2012), bahkan lebih tua dibandingkan umur motor (2013).
Karena memang butuh , ya saya tebus saja dengan mahar 245 ribu. Sampai saat ini umur ban saya pakai 1,5 tahun tapi jika di runut dari tahun produksi ini ban sudah berumur 5 tahun lebih.

Ban Irc NF25, Ban Tinggi Tangguh



profil ban tinggi


Halo Brosis
Irc tipe nf25 adalah ban yang acap kali namplok di motor new megapro, verza, dan juga megapro primus dan tiger. Tersedia dalam ring 17 maupun 18 inc, di verza sebenarnya ini ban bjr katakan buruk, lah gimana nggak buruk brosis belum 10 ribu km, dinding ban terasa silir, jadinya waktu itu ban bjr ganti dengan merk lain.
Semenjak pensiun dari verza, ini ban bjr kemudian pasang di motor supra x 100 milik ibuk, bjr taruh di roda belakang, karena dengan ukuran 80/100 atau angka bisa juga 300, motor terasa lebih tinggi, tak heran memang dari ban standart bebek honda yang 80/90, nf 25 memang satu tingkat paling tinggi.
Dengan kondisi bekas pemakaian verza saja, itu ban bisa bertahan sampai 1,5 tahun padahal motor supra acap kali buat kerja dan terbilang aktif di buat boncengan, tak kurang dan tak lebih saat boncengan bisa mencapai 200 kg lebih, tapi kemudian bjr ganti dengan mizle power treat ukuran 275 setengah tahun lalu.

Review Corsa S22, Murah Tetap Gaya

gambot tubles murah, s22 bisa dilirik
Halo Brosis
Seperti yang bjr tulis di postingan mengenai ban matic yamaha yang kecil, sebagai respon cepat dari cekingnya si mio yang baru di pinang beberapa waktu yang lalu, bjr lalu kepikiran untuk mengganti ban si mio.
Meski belakang sudah pakai fdr facio eco 80/90, akan tetapi bagian depan masih cungkring dengan ban bawaan 70/90, alhasil saat menghajar lubang masih agak parno di bagian depan. Niat awal memang mencari ukuran yang sama atau kalau nggak 80/80 yang penting tubless, akan tetapi setelah muter2 ban dengan ukuran tersebut amat susah sekali carinya.
Akhirnya nemu solusi untuk mindah ban belakang ke depan, dan membelikan ban belakang baru, dan ternyata inilah yang bjr lakukan. Setelah cukup lama pilah-pilih ban akhirnya pilihan jatuh ke Corsa S22, lagi2 corsa menjadi pilihan menarik, selain sudah tublees harga terbilang terjangkau untuk ukuran 80/90 , cukup 130 ribu.
Sempat parno dengan ukuran depan belakang yang berukuran sama 80/90, aka tetapi setelah terpasang nggak ada masalah, toh ternyata seperti biasa ukuran 80/90 ban corsa satu strip lebih besar dari biasanya.

Matic Yamaha, Bannya Gedein Dikit Cuk !

kaki ceking
Halo Brosis,
Sudah lama sebenarnya bjr menyoroti perbedaan mendasar matic yamaha denga honda dari segi tampilan dan kualitas berkendara. Jujur matic pertama yang bjr naiki yaitu mio teman bjr saat smp, impresinya wenak tenan, akan tetapi setelah naik vario (agnes monica), beberapa tahun kemudian mio tiba-tiba saja lenyap gak mbekas blas bagi bjr
Baru kemarin saat minang rondo mio sporty kembali bjr teringat salah satu perbedaan yang sebenarnya dari hal sederhana, Ban !.
Ya matic yamaha dari segi kaki-kaki khususnya ban memang nggak segambot matic honda yang sejak jaman bahula jualan motor matic di Indonesia setia pakai ban 80/90 di depan dan 90/90 di belakang, sepele sih tapi jelas ini pengaruh banyak !.
Dibandingkan matic yamaha yang mengadopsi 70/90 depan dan 80/90 di belakang kelihatan cungkring sangat. Belum lagi saat melaju di jalanan mix sumpah bjr baru beberapa hari kemarin nyoba mio sporty saja ekstra hati2 di jalan, takut kenapa napa kalau hajar lubang.
Berbeda saat bjr naik beat dahulu, nggak pandang bulu, ada lubang sedikit saja hajar, jalanan mix bebatuan pun nggak was-was sama sekali, hasilnya ? velg tetap sehat sampai saat ini, meski komstir harus terkorbankan dengan 2 kali ganti, hehehe.


Ban lebar dengan ban tinggi itu beda !
Dan baru beberapa waktu yang lalu saja yamaha pasang ban lebar di mio z dengan profil lebih lebar, ingat lebih lebar tapi nggak lebih tinggi !. Mio z dengan ban depan 80/80 dan belakang 100/70 katanya sukses membuat lebih gagah, iya secara tampilan !.
Memang dengan memperlebar ban traksi lebih akan di dapat tapi tetap saja kombinasi ban tinggi yang sudah sejak lama di matic honda adalah yang paling pas untuk jalanan Indonesia. Jadi ban 100/70 sudah jelas adalah ban lebar tapi ceper.
Last, memang artikel ini adalah murni pendapat dari impresi bjr mengendarai matic yamaha dan honda tentu dengan ban yang berbeda. Bjr nggak nge bc matic yamaha, bahkan dari segi peforma sebenarnya nggak kalah sih dengan matic honda, tapi karena nila setitik rusak susu sebelangga. Saatnya upgrade ban mio !, hehehe
Semoga bermanfaat



Ban Depan Corsa S123 Di Honda Verza, Murah Peforma Cukupan

setalah 24 ribu km, 
Halo Masbro
Menginjak kilometer 41 ribu lebih dengan umur hampir 3 tahun bukanlah sesuatu yang waw, masih taraf normal sih untuk ukuran sepeda motor dengan pemakaian harian. Dan sebelum 3 tahun tepat Agustus besok, ternyata ban depan sudah minta jajan lagi.

Menapak tilas ban depan verza di kilometer sudah ganti, saat itu bjr ganti pakai fdr tipe genzi dengan ukuran 90/80 lebih lebar tapi lebih pendek dari standartnya 80/100 artikelnya bisa dicek dimari.

41 ribu dikurangi 14 ribu = total 27 ribu lebih bjr telah pakai fdr genzi, atau satu setengah tahun lebih pemakaian. Sebuah angka yang standart sebetulnya, tapi berhubung dari berbagai review memang fdr genzi ini lebih cepat botak bagian tengahnya, entah memang tipenya soft compound atau hard yang pasti yang bjr lihat memang bagian tengah cepet sekali botak, tapi bagian ssampingnya masih terbilang tebal.

Lah itu masalahnya sebenarnya sebelum ke lombok bulan lalu bjr sudah mewarning ban depan untuk segera diganti, lah ternyata aman2 saja waktu digeber sampai lombok, dan ajaibnya selama pemakaian alhamdulillah ban depan ini sama sekali nggak pernah bocor. Kesimpulannya jempolan lah durabilitynya.

Tapi berhubung akhir2 ini bjr lebih sering dalam kota saja, handling ban depan sudah nggak bisa dikompromi lagi ini, dan diputuskan harus ganti.

Review Mizle Power Treat, Alur Klasik Peforma Mencukupi

Halo masbro


Mizle Power treat merupakan ban yang saat ini bjr gunakan di bagian depan jupiter mx, bulan depan lebih tepatnya sudah tepat setahun bjr gunakan ban ini, dan tentunya sudah cukup waktu untuk mengenal karakter ban, plus minusnya juga demikian bjr akan share dalam tulisan ini.

Seingat bjr ban ini ditebus dengan mahar yang cukup murah lah 99 ribu rupiah, dengan ukuran 250, entah 70/80 atau 70/90, tapi melihat tampangnya sih 70/90 alias standariyah.
Profil ban ini termasuk tinggi, dengan kembangan ban kotak-kotak tahu, tapi nggak terlalu tebal juga kotak2nya. Saat pertama pakai terasa agak wagu karena kembangan ban model ini kebanyakan di taruh di bagian depan, tapi saat itu sih memang bjr ingin coba ini ban, toh power grip sudah langganan, power vtx malah sudah katam rasanya.

Pilih Ban Tinggi Atau Lebar

Halo Masbro


Ban merupakan piranti yang sangat vital bagi motor, tanpa ban tentu velg anda akan peyang menghajar jalanan, (yaiyalah, hehehe). Ban juga memiliki berbagai macam tipe, kalau istilahnya sih, seperti compoundnya mau yang hard (keras), medium (normal), atau soft tentu ketiganya memiliki plus minus masing-masing.

Bicara ban terkadang ban bawaan motor dirasa kurang memuaskan, alhasil biasanya pengguna motor melakukan upgrade ban, bisa yang ukurannya sama dengan rekomendasi pabrikan, maupun naik dengan artian lebarnya (biasanya), bahkan tak jarang pula yang malah turun tingkat ban (ban cacing biasanya).

Kalau bicara merk ban tentu dipasaran sudah bejibun, tinggal bikers mau yang merk apa terserah, akan tetapi biasanya bagi motor2 yang dibekali velg yang nggak lebar-lebar amat atau nanggung seperti old vixi, verza, nmp, old cb, old cbr thai biasanya saat ganti ban lebih memilih untuk menaikkan ukurannya.

Review Ban Mizle Power Grip, Murah Ngegrip



Halo Brosis

Beberapa hari yang lalu, bjr melihat ban sepeda motor ibuk yang sehari-harinya dipakai untuk ngantor sudah botak (gundul), ya meskipun ini motor tua , akan tetapi bagaimana pun juga tetap harus safety saat digunakan. Memang ibuk bjr tidak terlalu mempedulikan perawatan motor, ya namanya wanita, maklumlah.


Sebagai anak yang baik (ciye, hehehe) bjr hanya mengingatkan, dan menghimbau untuk segera mengganti ban depan, beberapa bulan lalu ban belakang juga demikian sudah habis, waktu itu bjr ganti dengan ban depan bekas honda verza yang lumayan tebel, ban irc dengan ukuran 80/100 tubles sukses bjr pasang di ban belakang motor honda supra x lansiran 2001 tersebut, wes aman wes .

Untung saja ibuk bjr pengertian, dan tanggap waktu bjr mengingatkan kalau bahaya ban depan sudah gundul terlebih musim hujan telah tiba

Impresi Ban Fdr Flemmo


Beberapa waktu lalu, bjr posting artikel tentang upgrade tampilan jupiter mx, dan di tulisan tersebut bjr juga menuliskan bahwq si mx pakai ban flemmo, dan berhubung masih nyambung bagaiamana impresi ban fdr flemmo, yusps langsung saja cekidot.
Harga ban ini sebenarnya tidak bjr ketahui persis harganya, karena ban ini bjr beli di temen bjr yang tidak jadi dipakai, karena terlalu besar, kondisi waktu bjr beli hanya buka bungkusnya doang belum dipakai ngaspal. Kebetulan saat it memang bjr niat upgrade ban ke ukuran standar pabrikan dimana buritan mengadopsi ban ukuran 275, lah kebetulan juga ukuran ban fdr femmo yang dilego 80/90, jadi ya langsung tebus, tentu dengan harga konco (pertemanan), untuk pasti harganya cek di toko aja ya hehehe.

Review Ban Michelin Pilot Street di Honda Verza




 Salam brosis, 

Menginjak kilometer yang sudah mencapai 26 ribu km, dan ternyata ban belakang honda verza yang menjadi kendaraan rutinitas mondar mandir cari ilmu, jalan-jalan sudah mulai tidak mumpuni lagi. Memang ban bawaan IRC ukuran 100/90 yang sudah berjenis tubless masih bisa dikatakan tebal, setidaknya pemakaian normal masih sanggup 10 ribu km lagi. Akan tetapi ane yang sensitif sangat dengan kondisi ban sudah sangat tidak nyaman dengan ban bawaan yang sudah 2 kali tambalan ini. Bukan tanpa alasan  kurag ngegrip, dan jika kondisi aspal basah maka kurang pede jika untuk nikung kanan nikung kiri. Alhasil diputuskan untuk ganti ban.


Ganti Ban Honda Beat


kiri ban federal kanan IRc

Sedikit postingan ringan saja,,,,,,,
Sudah beberapa hari yang lalu motor honda BeAt yang rajin ane genjot tiap harinya terasa nggak beres di bagian buritan,dugaan pertama mengarah pada Shockbreaker belakang yang ane duga sudah memasuki masa pensiun,tapi setelah ane cek ternyata bukan disitu akar permasalahannya,lalu lanjut ngecek velg sapa tau dengan gaya berkendara ane yang nggak kenal kata kalem,sruntulan dan lubang pun hantam menyebabkan velg ane penyok atau apa,ternyata juga tidak .....