googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Bahasa
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Ritual Copy Paste Pada Siswa & Mahasiswa

Tentu sebagian besar siswa maupun mahasiswa dewasa ini seakan sudah akrab dengan apa yang dinamakan copy-paste.Tentu kebiasaan seperti ini seudah menjadi trend yang sangat marak dalam dunia pendidikan,akan tetapi kali ini saya akan membahas pada ruang lingkup yang lebih kecil yaitu siswa dan mahasiwa saja,tapi sebenarnya ritual copy paste tidak hanya melingkupi siswa dan mahasiswa saja,akan tetapi para pengajar saja (guru/dosen),tetapi berhubung saya bukan termasuk golongan para pengajar (karena masih diajar) maka artikel ini lebih akan spesifik ke arah siswa dan mahasiswa saja.

Dewasa ini informasi mutlak diperlukan untuk mendukung proses belajar yang kita miliki,akan tetapi seiring juga berkembangnya teknologi maka saat ini sangat jarang tugas siswa maupun mahasiswa yang bisa dikatakan orisinil.Inilah yang sangat memprihatinkan didunia pendidikan kita,akan tetapi inilah kenyataannya kemudahan dari teknologi yang sudah akrab bagi kita semua ternyata tak jarang pula malah disalahgunakan.Apakah hal ini termasuk plagiat ? Tentu saja karena salah satu indikasi dari kegiatan plagiat adalah menggunakan tulisan orang lain secara mentah yang tentunya tanpa disertai dengan refrensi dari mana tulisan itu berasal.

Sederhana



“Sesuatu yang sederhana lebih mudah diterima dan dipahami”
Hujan tak juga reda disore menjelang senja yang seharusnya sebagai pertanda bagi sebuah keletihan dan buah dari kerja keras sepanjang hari,betapa tidak sangat lancang jika rasa letih sebagai efek dari menjalani hari yang berat sedari pagi hingga sekarang ditutup dengan guyuran hujan yang sangat deras.Untung saja hujan turun disaat aku dekat dengan rumah sanak saudaraku.
Bibiku menyambut aku dengan ramah,meski sebagian badan ini telah basah akibat guyuran hujan tapi tetap saja ia mempersialakan keponakannya ini berteduh dirumahnya.Anak bibiku yang hanya 5 tahun lebih muda dariku menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi buatan ibunya,lalu ia duduk didepanku.

Apresiasi,Bekal Apresiator dan Fungsionalitas Suatu Pendekatan




 Apa yang ada di benak kebanyakan orang ketika mendengar kata Apresiasi? Tentu variasi jawaban pasti ada.Kata apresiasi identik dengan sebuah penghargaan atau sebuah penilaian (KBBI),Adapun beberapa pendapat lain tentang kata apresiasi diantaranya Apresiasi merupakan kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh.Sehubungan dengan itu,apresiasi memerlukan kesungguhan penikamat sastra dalam mengenali,menghargai,dan mengkhayati sehingga ditemukan penjiwaan yang benar-benar dalam (Eliyati,2004).

 Begitupun saya juga pada awalnya tak menampik memiliki persepsi yang sama tentang kata Apresiasi.Akan tetapi sebenarnya kata Apresiasi dalam dunia sastra adalah bagaimana upaya untuk dapat mengerti bagaimana karya sastra yang dibaca dengan memahami maknanya.Akan tetapi kata Apresiasi sendiri masih mengalami multipersepsi.Banyak persepsi tentang kata apresiasi yang berkembang saat ini,dari berbagai persepsi tersebutlah sehingga timbulah sebuah multipersepsi dalam kata Apresiasi,sehingga jika dihubungkan dengan sastra maka apresiasi sendiri mengalami penyesuaian dari arti sebenarnya kata tersebut.Dari apresiasi yang sebenarnya hanya menilai dan memberi penghargaan berkembang menjadi apresiasi dalam tataran yang lebih luas dimana tidak hanya menilai dan menghargai akan tetapi memahami lebih jauh makna dibalik sebuah karya sastra sehingga terciptalah sebuah pemahaman yang lebih luas dari sekadar menilai dan memberi penghargaan.


Only 55 Kilometers


It's only 55 kilometers, at least that should be done of my distance to studied after graduated from senior high school.Don't you think about the distance that will be taken at all but everyday. What's matter the distance, for as long as my body is able to stand up and also the gasoline filled in my bike for me isn't an obstruction.Yes there are 55 kilometers everyday. 

Once time,my old friend told me, "The distance 55 kilometers everyday just for to learned the
language that you've mastered, are you primitive man?”. Yes I know in university I choosen major in education of Indonesian language and literature, and some people consider I took this major that has no value in their eyes.

If it offend me like that, often I just said "well, interesting in each person doesn't always same ". It just the word I said, isn't spicy words but still have meaningful and no one was hurtwith my words.

Sometime my friends think about me that I just looking for a safe, and when they feel that's
I'm feel pressed by the words that's their gave, but I also often said it rather loudly to him,
"Don't talk to much, take look at yourself!".

When in senior high school my expertise is in Indonesian language are very useful for me,
not only for the lesson but also for the money. The money, yes from Indonesian language lesson in high school I was often recieved from my friends for a jobs, like wrote poems, make anecdots, or review the novel task. Of it all I've got a lot of money and for a high school kid at the time.

So the choice after graduated high school and to explore the lessons that has produced the means for me isn't something wrong,and no matter the distance which I've to got to study now, because I was the one who never asked about the distance.



Analisis Intensional,Ekstensional,dan Komponensial


         Dalam Kajian semantic di dalam ilmu linguistic terdapat beberapa analisis yang mengkaji makna kata berdasarkan dari sebuah kata.Terdapat tiga analisis dalam semantic,yang pertama adalah analisis Intensional dimana analis ini dapat didefinisikan sebagai analisis  makna yang mengandung sifat-sifat semantic tertentu,sedangkan analisis ekstensional dapat didefinisikan sebagai analisis makna secara pragmatis pragmatis,dan analisis yang terakhir adalah analisis komponensial yang didefinisikan sebagai analisis  semantic leksikal terhadap unsure-unsur leksikal.
     Dari ketiga analisi dalam kajian semantic diatas tentu memiliki beberapa pembeda dalam penerapannya.perbedaan yang pertama adalah analisis intensional yang dalam kajian nya mengacu pada  sifat-sifat semantic tertentu,sedangkan dalam analisis Ekstensional lebih merujuk kea rah ekstralingual,begitu juga dengan analisi komponensial yang lebih kompleks dalam penerapan analisisnya karena dalam analisis tersebut menjelaskan system hubungan kekerabatan,dan setiap kata dalam analisi komponensial dapat di terangkan secara semantic berdasarkan cirri-ciri pembedanya.
        Akan tetapi dari ketiga analisi dalam semtantik tersebut juga terdapat persamaan dimana ketiganya sama-sama menganalisis sebuah makna dari sebuah kata,hanya jika lebih cermat cara pandang dalam analisis nya saja yang membedakan.Agar jelas berikut adalah contoh kongkrit dari ketiga analisis diatas.Saya ambil contoh kata “perkakas” yang dalam analisis ekstensional dapat merujuk pada hal yang bermacam-macam karena kata perkakas dalam analisis ekstensional dapat berupa perkakas yang bermacam-macam,akan tetapi berbeda lagi jika dalam analisis intensional karena dalam analisis ini kata perkakas itu sendiri mengandung unsure semantis “perkakas” “bangunan” dan lain sebagainya,dan pastinya akan berbeda pula jika dikaji dengan analisis komponensial dimana dalam analisis ini kata perkakas berhubungan dengan kata seperti paku,palu,obeng,kunci dan lain sebagainya,hal ini terjadi karena kata perkakas itu sendiri mempunyai hubungan kekerabatan dengan kata lain yang melengkapinya sehingga dapat diketahui makna hubungan kata dari kata tersebut.

Sejarah Linguistik


             Sejarah Ilmu Bahasa (Linguistik) dimulai dari Linguistik tradisional,tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat.Dalam perkembangannya di dalam aliran linguistik tradisional dikenal dengan linguistic zaman Yunani.Sejarah mengenai bahasa pada zaman Yunani dimuali sejak abad 5 SM sampai kurang lebih abad ke 2 M.Pada waktu itu terdapat masalah yang menjadi pertentangan para Linguis yaitu mengenai pertentangan antara bahasa bersifat alami (fisis) dan bahasa bersifat konvensi (nomos),dimana disebut fisis karena bahasa memiliki asal-usul,sumber,dan prinsip-prinsip abadi,sedangkan bahasa bersifat konvensi berarti makna-makna kata dalam bahasa di peroleh dari tradisi dan kebiasaan.Tokoh yang termasuk pada zaman ini adalah Plato,Aristoteles.

            Setelah jatuhnya Yunani muncullah kerajaan Romawi yang kemudian sebagai kelanjutan sejarah ilmu Linguistik zaman Romawi dengan tokohnya Varro dengan karyanya De Lingua Latina yang terbagi atas beberapa bidang (etimologi,Morfologi).

                 Lalu dilanjutkan dengan Linguistik zaman pertengahan,dimana studi bahasa pada zaman ini mendapat perhatian penuh tertutama oleh para filsuf skolastik,dan bahasa latin menjadi Lingua Franta,karena dipakai sebagai bahasa gereja,bahasa diplomasi,dan bahasa ilmu pengetahuan.Berikutnya Linguistik zaman Renaisans yang dianggap sebagai pembukaan abad pemikiran modern.Dan yang terakhir yang termasuk ke dalam linguistic tradisional adalah masa menjelang lahirnya linguistic modern (strukturalis).Dalam masa ini ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa ,yang dinyatakan adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sansekerta dengan bahasa-bahasa Yunani,Latin,Jerman,dan bahasa lainnya.

                 Kemudian masuk ke Linguistik Strukturalis yang berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan cirri khas yang dimiliki bahasa itu dimana tokoh pada zaman ini antara lain (Ferdinand de Saussure).Lalu sesudah itu muncullah Linguistik Transformasional dimana Linguistik bukan merupakan kegiatan yang statis,melainkan kegiatan yang dinamis,berkembang terus-menerus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu mencari kebenaran yang hakiki. 

Paradigma Dikotomi Dalam Linguistik


Linguistik Teoritis vs Linguistik Terapan
Linguistik Teoritis adalah Studi linguistic yang menyelidiki bahasa,untuk menemukan kaidah bahasa dari perspektif (sudut pandang) bahasa secara structural.Linguistik Terapan adalah studi linguistic yang menyelidiki permasalahan bahasa yang kemudian di hubungkan dengan studi tertentu.
Linguistik Preskriptif vs Linguistik Deskriptif
Linguistik Preskriptif adalah studi linguistic yang menyelidiki bahasa dari pandangan peneliti itu sendiri..Linguistik Deskriptif merupakan studi bahasa yang mengkaji bahasa berdasarkan fakta nyata bahasa  itu sendiri.
Lingusitik Makro vs Linguistik Mikro
Linguistik Makro,adalah studi bahasa yang mengakaitkan bahasa dengan studi ilmu lain,linguistic makro juga identik dengan  Linguistik terapan.Linguistik Mikro adalah studi bahasa yang berada pada ruang lingkup bahasa (dalam batas bahasa itu sendiri) dan tidak berkaitan dengan studi ilmu lain.
Historis komparatif vs Tipologis Komparatif
Historis Komparatif,merupakan studi yang membandingkan sejarah bahasa berdasarkan sejarah bahasa itu sendiri,berguna untuk menentukan sejarah bahasa.Tipologis Komparatif,merupakan kajian yang menyusun kekeluargaan atau kekerabatan bahasa berdasarkan tipe dan kesamaan bahasa.
Linguistik Sinkronis vs Linguistik Diakronis
Linguistik Sinkronis adalah studi linguistika berdasarkan suatu data,dan menjelaskan esensi bahasa secara structural maupun secara otonom tanpa harus menggunakan dua data yang berbeda.Linguistika Diakronis adalah suatu studi linguistika berdasarkan dua data dari waktu yang berbeda yang menghasilkan sejarah bahasa.
Struktural vs Pragmatikal
Linguistik yang menekankan struktur ,yaitu bentuk-bentuk formal bahasa,dalam analisis structural yang di otak-atik adalah bentuk suatu kalimat di terpong dengan mengamati yang mana yang merupakan subjek,yang mana yang merupakan predikat.adalah analisis bahasa berdasarkan sudut pragmatic (maksud yang baik) yang diekspresikan secara tersurat maupun tersirat dibalik tuturan.
Sintagmatik vs Paradigmatik
Sintagmatik adalah hubungan linier antara unsure-unsur bahasa,hubungan tersebut juga disebut in presentia.Sedangkan Paradigmatik adalah hubungan yang memungkinkan suatu tanda bahasa bertukar-tukar atau dipertukarkan karena memiliki asosiasi dengan makna lain.,hubungan ini disebut hubungan in absentia.
Kompetensi vs Performansi
Konsep Kompetensi dan Performansi di kemukakan oleh Noam Chomsky.Kompetensi adalah pengetahuan penutur-pendengar mengenai bahasa mereka,sedangkan performansi adalah aktualisasi bahasa.

Cabang-Cabang Linguistika Berdasarkan Objek Materia & Forma


           Linguistika memang adalah ilmu yang mempelajari bahasa,akan tetapi tidak hanya sampai itu,karena dalam ilmu linguistika terdapat cabang-cabang ilmu Linguistika.Cabang-cabang tersebut di bagi menjadi dua bagian yaitu objek material dan objek Forma.

                Berdasarkan Objek Materia,terdapat 6 objek material dalam linguistika.Yang pertama adalah Fonetik & fonologi,dimana fonetik  meneliti bunyi bahasa menurut pelafalannya dan sifatnya,sedangkan fonologi meneliti bahasa menurut fungsinya.Lalu ada Morfologi yang mempelajari bahasa menyangkut struktur internal kata,kemudian yang keempat ada Sintaksis yang merupakan cabang linguistic yang mnyangkut susunan kata dalam kalimat.Lalu kemudian Semantik yang merupakan cabang ilmu linguistic yang membahas arti atau makna.Kemudian yang terakhir dalam cabang objek material linguistic adalah Pragmatik,dimana Pragmatik merupakan cabang linguistic yang membahas tentang apa yang termasuk struktur bahasa sebagai alat komunikasi antar penutur dan pendengar dan sebagai pengacuan tanda-tanda bahasa pada hal-hal “ekstralingual” yang dibicarakan.

            Lalu berdasarkan Objek Forma,terdapat beberapa cabang ilmu linguistika yang didasarkan berdasarkan sudut pandang menalaah sesuatu yang bersistem.Seperti Sosiolinguistika dimana cabang ilmu linguistika berdasarkan objek forma ini mengkaji tentang bahasa yang dikaitkan dengan kondisi kemasyarakatan (dipelajari oleh ilmu-ilmu social).Kemudian terdapat juga Psikolinguistik yang mempelajari factor-faktor psikologis,neurobiologist yang memungkinkan manusia mendapatkan,menggunakan,dan memahami bahasa,dan Psikolinguistik ini sangat erat kaitannnya dengan psikologi kognitif.

            Lalu juga ada Antropolinguistik yang mempelajari variasi dan penggunaan bahasa dalam hubungannya dengan perkembangan waktu,perbedaan tempat komunikasi ,system kekerabatan,pengaruh kebiasaan etnik,kepercayaan,etika bahasa,dan pola-pola kebudayaan lain dari suatu bangsa.
Tentunya cabang ilmu linguistika dari objek forma tidak hanya sebatas yang saya sebutkan diatas,dan yang pasti kajian forma linguistika terus berkembang sejalan dengan perkembangan zaman dan berkembangnya ilmu pengetahuan manusia untuk mengkaji ilmu linguistika dari disiplin ilmu yang berbeda.

Hakikat Bahasa


Hakikat adalah Kenyataan,dan dari Bahasa itu sendiri memiliki Hakikat seperti yang saya tulis di bawah ini,Tentunya hakikat bahasa yang saya tulis di sini adalah menurut dari pandangan saya.
1.Bahasa itu Sistematik,
Sistematik artinya berpola dan beraturan ,bahasa memiliki sistem bunyi dan  mengandung makna yang beraturan.Dalam bunyi,tidak sembarang bunyi bisa digunakan sebagai suatu simbol  dari suatu rujukan dalam berbahasa.Sebelum di ucapkan bunyi harus diatur terlebih dahulu agar dapat terucapkan dan dimengerti.
2.Bahasa itu Tidak Menentu
Tidak menentu disini bisa juga dikatakan acak,bisa tercipta tanpa alasan.Kata-kata dalam bahasa bisa muncul tanpa adanya hubungan logis dengan apa yang disimbolkan atau lebih jelasnya bersifat Arbitrer.Akan tetapi meskipun bersifat arbitrer pemilihan dalam bahasa yang digunakan  terlebih dahulu bergantung  dari kesepakatan pemakai bahasanya.Contoh :Mengapa butiran asin itu disebut garam ? akan tetapi orang jawa sering menyebutnya uya,disinilah terlebih dahulu dibutuhkan pemahaman si pemakai bahasa.
3.Bahasa itu Vokal
Bahasa berwujud dalam bentuk bunyi,memang sekarang seiring berkembangnya teknologi sebagai buah kecerdasan manusia telah menciptakan bahasa dalam bentuk tulisan,akan tetapi tulisan tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa.Cara Tulis hanyalah sebagai alat untuk mengartikan di atas media lain entah itu diatas kertas,batu,pohon,computer ataupun media lainnya.
4.Bahasa itu Komunikasi
Fungsi utama dari sebuah bahasa adalah sebagai alat interaksi dan komunikasi.Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempererat hubungan antar manusia dalam kelompknya,dari kelompok kecil seperti komunitas sampai kelompok yang besar semisal Negara jika tanpa bahsa tidak mungkin terjadi interaksi yang baik antar manusia.Cara berkomunikasi dan berinteraksi pun dapat bermacam-macam seperti berbicara,mendengar,menulis,membaca.
5.Bahasa itu Mengacu pada dirinya
Bahasa adalah bahasa jika dapat dipakai untuk menganalisis bahasa itu sendiri,seperti yang ada di sampul belakang buku “Asas-Asas Linguistik Umum” karya  Verhaar yang terdapat tulisan “manusia memiliki bahasa,binatang tidak memiliki bahasa,karena bahasa miliki manusia itu di pelajari,maka ada ilmunya,yaitu ilmu bahasa yang disebut linguistik”.Dari tulisan tersebut dapat di ambil hakikat bahasa yaitu mengacu pada dirinya yang artinya bahasa bisa di gunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.