googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: npp
Tampilkan postingan dengan label npp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label npp. Tampilkan semua postingan

Review 1 Bulan Pemakaian Gear Set NPP Verza, Lumayan Berisik



cekir (cepat kering)

Halo Brosis
Selang sebulan pemakaian gear set npp yang nampol di honda verza, rasanya memang lebih afdol untuk mereview pemakaiannya selama satu bulan lebih dikit. Sebenarnya gear set bjr sudah pasang sejak pertengahan Oktober dan baru bjr tulis di akhir Oktober dan posting di awal bulan November (mbulet kan, hehehe)
Gear set Npp yang bjr daulat menggantikan gear  gl 100 dan rantai satria bjr tebus seharga 130 an ribu, cukup murah dibanding orisinil yang 2 kali lipatnya. Kombinasi gear adalah standart verza yaitu 14-41, hanya rantai yang berbeda dimana tanpa kode H, alhasil rantai tampak kurus.

Setelah sebulan pemakaian, rasanya tidak terlalu istimewa. Keluhan ada di antaranya suara rantai yang kurang silent alias sedikit berisik dibanding rantai indopart yang tanpa kode H sekalipun.
Ada yang cukup disayangkan memang, yaitu kondisi rantai pada saat dibuka dari kemasan, tampak kering tanpa pelumas bawaan, berbeda dengan orisin maupun indopart yang rantainya agak basah saat di dalam kemasan. Alhasil saat pertama kali riding pasca di pasang bunyi kemricik rantai.

Gear Set Verza NPP, Standart Lebih Pas




yeyeye, kembali standart
Halo Brosis
Terakhir gear set yang bjr pasang di verza adalah dengan memakai punya gl 100 ukuran 38-14. Hampir 9 bulan pemakaian kombinasi ini bjr rasa sudah cukup positif, nafas tiap gigi terasa sedikit lebih panjang, tak ayal touring ke lombok sebelum puasa lalu terasa nyaman pakai gear set ini sepanjang jalan.
Akan tetapi ada yang bjr kurang suka dengan kombinasi ini, yaitu sering kedodoran saat dipakai di dalam kota, memang iya nggak sering2 ngoper gigi, tapi rasanya nggak nyaman banget, so final gear yang ringan ini kurang agresif untuk digunakan selap-selip di perkotaan, bisa di akali dengan menahan rpm tapi jelas selain buat boros bensin, juga nggak nyaman.
Belum lagi saat jalan tanjakan saat ke bromo Agustus lalu, walah kudu nyungsep pakai gear 1 terus, beda jauh saat pakai gear nmp 42-14 gear 2 tetep eces saat ke penanjakan.
So berangkat dari hal itu, bjr memutuskan untuk kembali ke gear yang agak berat, pilihannya ya balik standart 14-41 atau pakai punya nmp 14-42. Langsung dah berangkat ke bengkel, sasaran pertama nmp orisin seperti sedia kala, akan tetapi barangnya kosong.