googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: mio
Tampilkan postingan dengan label mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mio. Tampilkan semua postingan

Review Corsa S22, Murah Tetap Gaya

gambot tubles murah, s22 bisa dilirik
Halo Brosis
Seperti yang bjr tulis di postingan mengenai ban matic yamaha yang kecil, sebagai respon cepat dari cekingnya si mio yang baru di pinang beberapa waktu yang lalu, bjr lalu kepikiran untuk mengganti ban si mio.
Meski belakang sudah pakai fdr facio eco 80/90, akan tetapi bagian depan masih cungkring dengan ban bawaan 70/90, alhasil saat menghajar lubang masih agak parno di bagian depan. Niat awal memang mencari ukuran yang sama atau kalau nggak 80/80 yang penting tubless, akan tetapi setelah muter2 ban dengan ukuran tersebut amat susah sekali carinya.
Akhirnya nemu solusi untuk mindah ban belakang ke depan, dan membelikan ban belakang baru, dan ternyata inilah yang bjr lakukan. Setelah cukup lama pilah-pilih ban akhirnya pilihan jatuh ke Corsa S22, lagi2 corsa menjadi pilihan menarik, selain sudah tublees harga terbilang terjangkau untuk ukuran 80/90 , cukup 130 ribu.
Sempat parno dengan ukuran depan belakang yang berukuran sama 80/90, aka tetapi setelah terpasang nggak ada masalah, toh ternyata seperti biasa ukuran 80/90 ban corsa satu strip lebih besar dari biasanya.

Masalah karet vakum Mio Imitasi

mitasi terlalu lembek karetnya naik turun kurang lancar saat dingin
Halo Brosis
Peningpale rasanya, lah kok tiba2 peningpale ?, iya brosis, beberapa waktu yang lalu kan bjr sharemengenai penggantian karet vakum karburator mio yang sudah baret, dan bjr siasati dengan menggunakan karet vakum kw (dibaca imitasi).
Itung2 berbagi pengalaman lah (meskipun pahit, hehehe), ya setelah impresi pertama setelah mengganti karet vakum karburator mio dengan part kw, ternyata memang nggak ada masalah setelah dicoba.

Masalah muncul setelah 2 hari pemakaian. Saat pagi hari ketika motor di gas brebet, mentok di 20 km/ jam, butuh waktu untuk bisa naik. Setelah itu saat untuk speed 60, di gas mentok pun motor seakan hanya meraung, dan kecepatan nggak bisa lebih dari 70km/jam.

Kampas Ganda Mio Merk Aspira, Harga Miring Tetap Maksi

Halo Brosis

cukup 80 ribu
Pasca pergantian 1000 km semenjak servis cvt sebenarnya cukuplah untuk sekadar mereview bagaimana peforma kampas ganda aspira.
Dengan harga yang terbilang cukup murah, yaitu 80 ribu, padahal het saat bjr cek di website aspira ada di angka 84 ribuan. Ya mungkin lagi promo atau lagi baik hati yang jual, hehehe. Sempat berpikir imitasi, tapi rasanya ragu, karena barang masih segel chrome yang ada tulisan aspira.
Kalau pingin beli bjr rekomendasi di sini, kalau yang di surabaya pun bisa cod di tempat pembeli.

Matic Yamaha, Bannya Gedein Dikit Cuk !

kaki ceking
Halo Brosis,
Sudah lama sebenarnya bjr menyoroti perbedaan mendasar matic yamaha denga honda dari segi tampilan dan kualitas berkendara. Jujur matic pertama yang bjr naiki yaitu mio teman bjr saat smp, impresinya wenak tenan, akan tetapi setelah naik vario (agnes monica), beberapa tahun kemudian mio tiba-tiba saja lenyap gak mbekas blas bagi bjr
Baru kemarin saat minang rondo mio sporty kembali bjr teringat salah satu perbedaan yang sebenarnya dari hal sederhana, Ban !.
Ya matic yamaha dari segi kaki-kaki khususnya ban memang nggak segambot matic honda yang sejak jaman bahula jualan motor matic di Indonesia setia pakai ban 80/90 di depan dan 90/90 di belakang, sepele sih tapi jelas ini pengaruh banyak !.
Dibandingkan matic yamaha yang mengadopsi 70/90 depan dan 80/90 di belakang kelihatan cungkring sangat. Belum lagi saat melaju di jalanan mix sumpah bjr baru beberapa hari kemarin nyoba mio sporty saja ekstra hati2 di jalan, takut kenapa napa kalau hajar lubang.
Berbeda saat bjr naik beat dahulu, nggak pandang bulu, ada lubang sedikit saja hajar, jalanan mix bebatuan pun nggak was-was sama sekali, hasilnya ? velg tetap sehat sampai saat ini, meski komstir harus terkorbankan dengan 2 kali ganti, hehehe.


Ban lebar dengan ban tinggi itu beda !
Dan baru beberapa waktu yang lalu saja yamaha pasang ban lebar di mio z dengan profil lebih lebar, ingat lebih lebar tapi nggak lebih tinggi !. Mio z dengan ban depan 80/80 dan belakang 100/70 katanya sukses membuat lebih gagah, iya secara tampilan !.
Memang dengan memperlebar ban traksi lebih akan di dapat tapi tetap saja kombinasi ban tinggi yang sudah sejak lama di matic honda adalah yang paling pas untuk jalanan Indonesia. Jadi ban 100/70 sudah jelas adalah ban lebar tapi ceper.
Last, memang artikel ini adalah murni pendapat dari impresi bjr mengendarai matic yamaha dan honda tentu dengan ban yang berbeda. Bjr nggak nge bc matic yamaha, bahkan dari segi peforma sebenarnya nggak kalah sih dengan matic honda, tapi karena nila setitik rusak susu sebelangga. Saatnya upgrade ban mio !, hehehe
Semoga bermanfaat