googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Oli Untuk Yamaha Nmax, Jangan Yang Encer


Halo Brosis
Kali ini bahas oli untuk Yamaha nmax, secara sengaja memang virus untuk menggunakan oli sesat di motor saya tularkan ke teman-teman terdekat, dan Alhamdulillah 80% sudah nyemplung ikut sesat 10% belum berani, dan 10% nya tobat, hehehe.

Dari berbagai macam testimoni dari teman tentu sebagian besar puas dengan oli sesat yang dipakaianya entah itu oli pcmo atau pun oli HDEO, bahkan beberapa nyeletuk “cuk, ngapain nggak dari dulu ya”, beberapa ada yang gonta-ganti sebelum menemukan kecocokan, tapi overall sebagian besar puas kok, untuk yang tobat memang tergiur dengan harga mco murah meriah yang biasa ia pakai.
Tapi ada satu motor yang lumayan buat pusing juga nih, yaitu Yamaha nmax punya teman saya yang sudah sejak setahun lalu resmi ane giring pakai oli pcmo di motornya, tentu hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jarak yang ditempuh teman saya setiap harinya ini lumayan tinggi juga Sidoarjo-Surabaya setiap harinya ya kurang lebih 50-60 km tiap hari.

Impresi Corsa Cross S, Ban Dual Purpose Murah Peforma Lumayan


Halo Brosis

Ban belakang verza sejak pergantian terakhir saya pakai IRC NR25,di samping terjangkau juga saya tidak ada masalah berarti dengan ban bawaan verza ini. Grip cukup, handling lumayan karena profilnya yang tinggi soal keawetan 20-25 ribu km sangguplah sebenarnya ban ini, tercatat sampai saat ini saya sudah pakai 3 kali ini.

Yang pertama tentu bawaan motor, kedua 2,5 tahun lalu hingga saya ganti karena getas (produksi lama), dan yang terakhir setahun yang lalu.

Namun, bencana menghampiri ini ban sejak Agustus lalu, dimana hampir tiap bulan sampai bulan Desember awal ini rutin terkena ranjau paku, jiangkrek tenan kok pancen. Padahal di pemakaian sebelumnya selama setahun pemakaian lebih tidak pernah ada paku yang menancap. Kalau ini sudah pasti apes banget.


Sampai awal Desember jumlah tambalan sudah mencapai 5 buah tentu buanyak ranjau yang nancap mulai dari paku kecil, potongan seng, paku payung, sekrup komplit lah otomatis juga besar tambalan bervariasi, yang paling parah tentu pecahan seng dimana membuat ban terluka melebar otomatis di double cacing tambalan tublles, sampai pada akhirnya menyerah di awal bulan Desember ini dimana bocor alus di bekas tambalan.

Review Film Aruna Dan Lidahnya, Kenyang Dan Menarik



Ada yang merindukan Dian Sastro dan Nicholas Saputra dalam satu film, that its , jika iya pun demikian sama dengan saya, tentu saja kali ini keduanya bisa di temui dalam film Aruna dan Lidahnya yang pasti jangan harap keduanya memerankan pasangan couple tapi tentu saja masih dalam hubungan yang menyenangkan yakni persahabatan.

Aruna dan Lidahnya adalah sebuah film adaptasi lepas dari novel dengan judul yang sama karya Laksmi Pamuntjak, jadi jika anda sudah baca novelnya sudah pasti tahu betapa menariknya adaptasi dalam filmnya namun dengan beberapa perbedaan , ya namanya juga adaptasi lepas.

Film ini bercerita tentang Aruna yang diperankan oleh Dian Sastro yang melakukan pekerjaan investigasi wabah flu burung di empat kota yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang tentu di samping itu Aruna juga melakukan perjalanan kuliner dari setiap tempat yang di kunjungi.

Di temani dengan sahabatnya Bono (Nicholas Saputra) dan Nad (Hannah al-Rashid) perjalanan nikmat mencicipi makanan yang sudah di rencanakan berubah dan campur aduk bersamaan dengan datangnya Faris (Oka Antara) mantan rekan kerja Aruna.

Seperti halnya rasa sebuah makanan ada asam, pahit, manis, dan kecut begitu pula perjalanan mereka berempat dari kota ke kota yang mereka singgah I selalu saja hal menarik yang dijumpai entah itu tentu pribadi dari masing-masing tokoh sampai hal tak terduga mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan Aruna dan Fariz.

Review Pocophone F1, Otak Flagship Banderol Kelas Mid



Halo Brosis

Bagi kebanyakan orang membeli ponsel di atas 6 juta rupiah memang butuh sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi mumpuni. Setidaknya di rentang harga tersebut calon konsumen sudah memikirkan merk & pride dari merk tersebut, hal ini menyebabkan tidak banyak vendor ponsel yang sukses di rentang harga tersebut karena lebih banyak yang memilih merk ponsel yang sudah mapan seperti Samsung atau merk lain yang sudah punya nama.

Itulah yang di alami oleh xiaomi yang memulai eksis dengan jajaran ponsel murah tapi dengan spesifikasi yang mumpuni. Meski terkenal dengan ponsel berharga terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, pun begitu xiaomi memiliki ponsel flagship juga dari seri Mi dan Mix yang sudah pasti harganya juga masuk kelas mid sampai high.

Masalah timbul saat xiaomi akan menjual ponsel flagship-nya terutama di Negara seperti India dan Indonesia yang tentu konsumennya pasti akan berpikir beberapa kali saat membeli ponsel xiaomi dengan harga setidaknya di atas 300 dollar.
Untuk itulah xiaomi menciptakan sub-brand baru yaitu pocophone yang memulai debutnya pertama kali di India 22 agustus lalu dengan pocophone F1, selang 1 pekan kemudian diperkenalkan secara resmi di Indonesia, meski izin sertifikasi perangkat dari kemenkominfo sudah keluar sejak bulan Juli.

Diperkenalkan 27 agustus dan dijual mulai 30 Agustus, nyatanya xiaomi melalui pocophone sukses menggegerkan kembali dunia smartphone. Hal itu tentu tak lepas dari banderol harga pocophone F1 yang hanya 300 USD dollar tapi sudah dilengkapi dengan SoC snapdragon 845 yang merupakan SoC kelas flagship tahun ini yang lazim ditemui di ponsel seharga belasan juta rupiah.

Kampas Kopling Verza, Bawaan Dengan Substitusi GL Series Beda Karakter



Halo Brosis
Seperti yang saya tulis di penutup artikel lalu mengenai fell perbedaan kampas kopling Honda verza asli dengan substitusi GL series. Kali ini lebih spesifik saya akan menjabarkan perbedaan utama keduanya, ya namanya beda harga beda juga impresinya ternyata.

Kampas kopling original verza ada 2 macam kampas yang terdiri atas 2 kampas kopling MR8-001 (bukan judger spring kecil macam tiger/mp) dengan dimensi yang sama dengan 3 kampas kopling kode KPM, perbedaan keduanya adalah tonjolan tapak gigi MR8 sedikit lebih lebar dengan selisih harga keduanya 8 ribu rupiah saja.



Kampas kopling ini sejatinya digunakan sejak new megapro sejak 2010 silam untuk kemudian digunakan di verza sejak 2013 dimana pertama kali verza lahir. Jadi jika brosis hendak membeli kampas kopling verza dikasih punya new megapro sebenarnya memang keduanya sama dari segi mesin, yang perlu diingat hanya kode kampas kopling saja MR8-001 sebanyak 2 biji dan KPM-850 sebanyak 3 biji.

Sedangkan kampas kopling substitusi yang banyak di temui di pasaran adalah milik GL series dengan kode 001 (kode tengah) yang banyak di jumpai di bengkel / penjual sparepart di jual satu set/ paket berisi 5 biji kampas kopling.