googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Motor Matic Bekas Suzuki Paling Menggiurkan


sumber

Halo Brosis
Saat ini suzuki sudah menjadi pabrikan nomor 4 di Indonesia dalam hal pangsa pasar, jauh tertinggal. Padahal awal 2000 an suzuki sempat menjadi runner up, sampai pada akhirnya menjadi terbuncit. Tapi ah sudahlah kalau bahas suzuki yang paling menarik tentu adalah.....
Harga rondonya
Terutama matic, harga bekasnya sangat menggiurkan sekali dibanding kompetitornya yamaha apalagi honda jauhh sekali matic suzuki harga bekasnya. Sebelum meminang mio bekas beberapa waktu yang lalu, opsi kedua kalau bicara matic bekas adalah suzuki, loh honda kemana ?, ogah mahal, mending beli baru kalau matic honda.
Suzuki sendiri sebenarnya adalah pabrikan yang lumayan getol di awal boomingnya motor matic dulu, ya hampir beberengan dengan honda vario. Matic pertama yang diproduksi dan dipasarkan yaitu Suzuki Skywave dan Spin yang sama-sama mengusung mesin 125 cc.
Kemudian ada Skydrive yang mesinnya sama 125 cc juga. Kemudian sebagai pengganti skywave ada hayate, lalu matic retro INJEKSI PERTAMA yang baru seumur jagung yaitu Lets, kemudian nex di 2012, dan yang masih fresh dan dijual sampai saat ini yaitu Address yang juga menjadi motor matic global.

Motor Bebek Konvensional, Banyak Loh Keunggulannya


iritnya jangan tanya, bandelnya apalagi
Halo Brosis
Pada tahun 90 sampai 2000 an bebek konvensional masihlah menjadi jenis motor yang sangat digemari dan amat begitu laris di Indonesia. Melihat dari sejarahnya memang sejak honda dengan pitung dan yamaha dengan tujuh lima serta suzuki dengan fr nya itulah tongak sejarah pertama kali motor bebek adalah sebuah jenis motor yang sangat di gemari sejak dahulu.
Bertambah modernnya jaman, bebek konvensional yang dahulu hanya dibekali mesin horizontal dan kopling otomatis mulai mengalami evolusi, tercatat semata-mata untuk mendongkrak peforma di aplikasikannya kopling manual lalu yang paling gress konvigurasi mesin yang dirubah layaknya motor sport (tegak/ vertikal).

Sampai pada akhirnya hingga saat ini bebek konvensional mulai gelap saja pasarnya, tentu disamping tergerus oleh kepraktisan motor matic, pabrikan pun juga seakan jalan di tempat untuk mengembangkan bebek konvensional. Belum lagi munculnya bebek super seperti mx king, honda gtr, sonic dan tentu saja sang legend satria menjadikan bebek konvensional tenggelam di pasar roda dua.

Masukan Untuk Honda Verza Facelift

Halo Masbro,
Melantai di kancah roda dua sejak Januari 2013, tahun ini umur verza di Indonesia 3 tahun lebih, tapi bagi bjr yang 2 tahun lebih memakai motor verza, rasanya asam manisnya sudah di rasakan, hehehe.
Sejak riwa-riwi di jagat permotoran Indonesia, verza terbilang minim masalah bahkan dibandingkan cb yang diposisikan verza memang inferior dari sisi peforma dan fitur, tapi dari kesederhanaan yang ada itu  muncul sisi positifnya yaitu minim masalah.
Sejak suzuki mendiscontinue thunder, motor sport entry level dibawah 20 juta saat ini hanya diisi verza. Ya konsumen sport under 20 juta memang nggak sebesar di atasnya, tapi tetap jika di kelola dengan cerdas, tetap untung2 saja kok pabrikan,
Tapi sebagai pengguna aktif, bohong jika verza adalah motor sempurna, pun bagi bjr yang demen motor badak, murah perawatan, dan irit pun nggak mau berdusta jika ada sisi - sisi di verza yang perlu diperbaiki dan bisa dimaksimalkan, ya mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi ahm untuk bahan facelift verza kedepannya, (itu pun kalo dibaca), hehehe.

Review Corsa S22, Murah Tetap Gaya

gambot tubles murah, s22 bisa dilirik
Halo Brosis
Seperti yang bjr tulis di postingan mengenai ban matic yamaha yang kecil, sebagai respon cepat dari cekingnya si mio yang baru di pinang beberapa waktu yang lalu, bjr lalu kepikiran untuk mengganti ban si mio.
Meski belakang sudah pakai fdr facio eco 80/90, akan tetapi bagian depan masih cungkring dengan ban bawaan 70/90, alhasil saat menghajar lubang masih agak parno di bagian depan. Niat awal memang mencari ukuran yang sama atau kalau nggak 80/80 yang penting tubless, akan tetapi setelah muter2 ban dengan ukuran tersebut amat susah sekali carinya.
Akhirnya nemu solusi untuk mindah ban belakang ke depan, dan membelikan ban belakang baru, dan ternyata inilah yang bjr lakukan. Setelah cukup lama pilah-pilih ban akhirnya pilihan jatuh ke Corsa S22, lagi2 corsa menjadi pilihan menarik, selain sudah tublees harga terbilang terjangkau untuk ukuran 80/90 , cukup 130 ribu.
Sempat parno dengan ukuran depan belakang yang berukuran sama 80/90, aka tetapi setelah terpasang nggak ada masalah, toh ternyata seperti biasa ukuran 80/90 ban corsa satu strip lebih besar dari biasanya.

Masalah karet vakum Mio Imitasi

mitasi terlalu lembek karetnya naik turun kurang lancar saat dingin
Halo Brosis
Peningpale rasanya, lah kok tiba2 peningpale ?, iya brosis, beberapa waktu yang lalu kan bjr sharemengenai penggantian karet vakum karburator mio yang sudah baret, dan bjr siasati dengan menggunakan karet vakum kw (dibaca imitasi).
Itung2 berbagi pengalaman lah (meskipun pahit, hehehe), ya setelah impresi pertama setelah mengganti karet vakum karburator mio dengan part kw, ternyata memang nggak ada masalah setelah dicoba.

Masalah muncul setelah 2 hari pemakaian. Saat pagi hari ketika motor di gas brebet, mentok di 20 km/ jam, butuh waktu untuk bisa naik. Setelah itu saat untuk speed 60, di gas mentok pun motor seakan hanya meraung, dan kecepatan nggak bisa lebih dari 70km/jam.