googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Merk Sparepart Motor Alternatif, Nih Yang Terpercaya



Halo Brosis
Bagi sebagian bikers mengganti sparepart merupakan ritual yang wajib dilakukan, ya karena memang beberapa komponen kendaraan motor pasti ada usia pakainya dan wajib untuk diganti untuk menjaga fungsi tetap maksimal.
Saat mengganti sparepart entah itu rusak/ atau sudah habis masa pakainya, tentu sebagai bikers tak jarang dihadapkan dua pilihan mengganti sparepart “Orisinil atau Non Orisinil”.
Tentu saja pilihan itu tak berlaku di bengkel resmi yang “sudah pasti” hanya menjual sparepart dengan label orisinil. Akan tetapi tidak semua bikers merawat motornya di bengkel resmi toh.
Ketakutan/ jippernya sebagian orang saat memakai sparepart non orisinil pasti adalah kualitasnya, bahkan sebagian besar orang masih menganut paham “Ono Rego Ono Rupo” kalimat bahasa jawa yang kurang lebih artinya “Ada Harga Ada Rupa”. Setuju ? bjr sih ogak sepenuhnya setuju.

Oli Curah, Plus Minus Dan Harganya Yang Murah



jangan salkus sebelah kanan, hehehe
Halo Brosis
Sudah bukan rahasia lagi kebiasaan saat membeli oli bagi sebagian besar pengguna kendaraan khususnya bikers adalah kemasan botol/ kaleng baik itu kemasan 1 liter, 0,8 liter maupun kemasan galon (botol besar) 4 liter.
Ketika membeli oli pft hijau beberapa waktu yang lalu di bengkel yang merangkap toko oli  di kota tempat tinggal bjr, iseng tanya tentang oli curah, ternyata eh ternyata lebih murah dibandingkan kemasan botol. Saat itu bjr bergumam “tak ada salahnya” coba beli oli secara curahan.

Kesempatan itu datang beberapa waktu yang lalu saat motor supra x 100 yang sudah waktunya ganti oli. Motor supra x milik ibuk bjr yang sudah berusia hampir 15 tahun ini semenjak oversize tahun lalu rutin bjr pakai oli kental, kalau nggak mesran super atau prima xp. Terakhir bjr ganti dengan prima xp yang 20w-50 yang kental.

Review Pemakaian Oli Meditran Sx di Honda Supra X 125 Fi, Positif



Halo Brosis
Oli sesat memakan korban, oli sesat memakan korban, oli sesat memakan korban hehehe
Bukan sebuah rahasia lagi jika saat ini lagi trendnya motor memakai oli mobil bensin maupun oli mesin diesel atau bahasa gaulnya yaitu oli sesat. Ketika bjr pertama memakai oli sesat yaitu msx, dan celakanya setelah membeli msx saat itu bjr tak langsung pulang, tapi mampir ke rumah teman bjr.
Rasa penasaran pun sontak timbul dalam benak teman bjr namanya “deny” alias mbah (jangan tanya kenapa dipanggil mba), teman bjr sejak sma ini penasaran kenapa bjr hendak memilih sesat pakai oli diesel saat itu.
Bjr pun gak bertele-tele jawabnya “lebih long drain, saat itu (katanya) lebih baik dibanding oli mco (motor), harga murah dibanding oli sekelasnya, dan saat itu masih  (katanya) lebih bersih membersihkan daleman mesin” jawab bjr mantap, tentu saja itu bukan jawaban yang singkat, hehehe.

Review Disc Pad Merk Vital & Di Honda Verza, Harga Dan Peforma Cekak



11 ribuan, non asbestos, hehehe


Halo Brosis
Sudah bukan hal yang baru, jika bjr ogah menggunakan sparepart orisinil untuk piranti pengereman depan (disc pad). Selain harganya mahal, habisnya pun juga cepat. Tercatat hanya 2 kali bjr memakai disc pad hgp di honda verza.
Setelah itu bjr beralih ke merk aftermarket yang lebih murah yaitu federal parts, bukan hanya sekali dua kali, sudah 3 kali pakai bjr memakai disc pad di honda verza. Sebenarnya tidak hanya verza , supra dan beat di rumah juga menggunakan kampas rem merk yang sama.

Menyikapi Dugaan Kartel Honda Dan Yamaha Dari Sisi Lain




Halo Brosis
Lagi ramai-ramainya kartel nih, beberapa waktu yang lalu honda dan yamaha diputus bersalah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena dugaan kertel penjualan motor kelas skuter matic 110-125 cc. Keduanya dikenakan denda honda 22,5 Miliyar sedangkan Yamaha lebih besar lagi 25 Miliyar.
Menurut KPPU harga motor matic kelas 110-125 cc saat ini disinyalir tidak wajar, mengingat dengan biaya produksi, biaya kirim (transportasi), dan biaya pajak serta bbn sekalipun seharusnya harga ideal motor matic ada di rentang harga 12 jutaan per unitnya. Kemudian dari harga real dilapangan malah berkisar lebih mahal 3-5 juta rupiah selisih yang tidak sedikit.