googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Review Jaket Corvus, Murah Tapi Matching

Review Jaket Corvus, Murah Tapi Matching

jaket corvus


Halo Sob
Bagi bikers atau pemotor jaket merupakan piranti penting untuk keselamatan, perannya tak kalah pentingnya seperti halnya helm yang melindungi kepala jaket pun demikian berfungsi untuk melindungi badan, khususnya bagian dada dan bagian depan tubuh pemotor.

Lah secara kebetulan beberapa waktu lalu iseng main2 ke website blibli.com niatnya sih Cuma main, barangkali ada beberapa barang yang bisa di beli dengan harga murah meriah. Di blibli memang bukan pertama atau kedua malah bisa dibilang sering belanja di situ, terakhir saya beli ban belakang verza menjelang lebaran beberapa waktu yang lalu.

Ternyata ada satu item yang sangat menggugah untuk dibeli, yap seperti pada awal tulisan yaitu jaket, yap jaket yang tampangnya matching harganya juga matching alias mencolok Cuma 60 ribu rupiah saja, amat sangat murah untuk ukuran jaket buat pemotor.


Merknya “corvus” masih asing di telinga memang setelah saya cek memang masih minim informasi mengenai brand ini, selain jaket ternyata corvus juga menjual helm yang harganya tergolong miring (under 200 ribu). Tapi saya lebih tertarik dengan jaket seharga 60 ribu rupiah.


Sebenarnya banyak pilihan motif dan warna, tetapi saya coba warna yang agak nyeleneh dan paling gonjreng yaitu hijau stabilo dengan tulisan corvus di bagian belakangnya, kombinasi warnanya depan hijau dengan list garis hitam, sedangkan bagian belakang full warna hitam. Langsung saya pesan dan 3 hari kemudian barang sampai, o iya free ongkir yak bisa bayar di tempat pula.

First look
Berhubung ukuran hanya tersedia S dan L (xl kosong), maka saya putuskan pilih L dengan diameter lebar 102 cm dan tinggi kurang lebih 65 cm masih bisa lah mendekap badan saya yang sebenarnya tidak langsing tapi tidak gendut juga, hehehe.

jaket corvus
warna matching, 

Dari depan desain jaket corvus sama seperti jaket pada umumnya, resleting di tengah dengan klip benik di ujung bawah dan ujung atas. Jumlah saku ada 4 di atas dada kiri dan kanan satu, dan bawah sejajar perut kiri dan kanan dengan resleting pada kantong atas, dan benik pada saku bawah.

Di sisi lengan ada semacam pengikat yang berfungsi sebagai pengatur kekencangan seperti halnya yang terdapat pada tas ada di lengan kanan maupun kiri, tapi tidak ada pada bagian ujung tangan. Fungsinya tentu saja untuk menahan masuknya angin melalui tangan depan, akan tetapi setelah saya coba agak kurang berfungsi secara maksimal karena pada bagian lengan tangan tidak ada tali pengencang jadi angin masih bisa masuk.

jaket corvus
ada pengikat di lengan
Beranjak ke bagian belakang desainnya simple hanya ada tulisan corvus bewarna putih dengan warna siku yang sewarna depan. Paduan warna hijau stabilo dan hitam menurut saya bagus  kalau kata tukang parkir kampus saya “mas jaketnya gonjreng tekan adoh (dari jauh).”

Bahan jaket corvus ini adalah parasut dengan ketebalan cukup saja tidak terlalu tebal maupun terlalu tipis. Masalah timbul pada bagian dalam yang hanya berupa jaring2 kain lembut yang tampak tipis, tapi setelah saya pakai ehhm rasanya tidak ada masalah bagian dalam yang terkesan tipis ini, malah menurut saya sedikit banyak membantu ruang gerak saat digunakan, dengan catatan “pakai kaos atau bukan pakaian ketat”.

Impresi pemakaian
Sudah 3 minggu ini jaket corvus ini saya pakai riwa-riwi mulai cuaca panas terik, sampai hujan gerimis, hujan lebat sih belum coba secara memang belum ketemu hujan lebat beberapa bulan ini.
Saya gunakan riding di perkotaan nyatanya memang cukup nyaman digunakan jaket corvus ini, ruang gerak tangan leher dan perut pinggang masih leluasa, biasanya saya pakai jaket ukuran xl tapi di jaket corvus yang ukuran L malah tambah mantap menurut saya. Hambatan angin dari depan masih terasa meski tidak signifikan. Buat riding di perkotaan ya masih fine-fne saja menurut saya, tapi dengan catatan tidak terlalu kencang (standart berkendara di perkotaan lah).

jaket corvus
bahan dalam cukup tipis, tapi nyaman dipakai

Masalah akan timbul saat melaju kencang, angin akan masuk melalui sela2 tangan, tetapi pengikat lengan cukup bisa meminimalisir angin masuk ke dalam badan melalui celah 2 lengan.

Kemudian bagian dalam yang tipis ternyata setelah saya pakai baru saya paham kenapa di buat tipis, mungkin selain harganya yang murah , hehehe tapi untuk mencegah badan bagian dalam kepanasan/ terlalu sesak bisa menyebabkan panas dan timbul keringat dan bagian dalam yang bermotif jaring2 tipis cukup keset dan lembut sat digunakan.

Kesimpulan
So untuk jaket seharga 60 ribuan saya rasa cukup worthed atau malah bisa diandalkan secara fungsinya, corvus memang bukan brand ternama tapi secara tampilan juga nggak malu-maluin hanya mungkin saat orang melihat “corvus” akan berpikir keras “ini merk baru kah” tapi namanya cukup keren kok menurut saya.

jaket corvus

Yang saya paling suka adalah warnanya yang gonjreng hijau stabilo, entah warna lainnya, tapi sepengamatan saya kombinasi warnanya sudah pas. Dari jauh jaket ini akan mengecoh seolah ini jaket mahal dengan catatan tidak melongok bagian dalam yang hanya terlapisi jaring2 kain tipis.

+ Murah
+ Kombinasi Warna Gonjreng (bagus)
+ kualitas rapi
+ 4 saku di depan

- bagian dalam tipis
- bagian lengan terasa lebar (angin bisa masuk)
- warna cerah mudah kotor 

Nb, tahan air hujan lebat belum dicoba, tapi untuk hujan gerimis kecil masih so far so good bisa menahan air.

Semoga Bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar