googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Solusi Touring Tanpa Box

Solusi Touring Tanpa Box


Selamat pagi brosis,
Bisa dibilang bjr masihlah terbilang newbie jika berbicara mengenai touring, ya memang sejak masa sekolah menengah atas bjr sudah mulai menggemari touring, mulai dari luar kota , sampai luar provinsi, mulai dari sekitaran pulau jawa sampai keluar pulau jawa. Dari yang awalnya paling 100-200 km, sampai kemarin paling jauh 1700 km.

Berbicara mengenai touring tentu juga tidak akan terlepas dari yang namanya barang bawaan. Ya jamak bjr temui motr-motor touring dengan menggunakan box-box yang segede gaban, baik itu side box ataupun box biasa yang menempel di belakang motor. Akan tetapi tidak demikian dengan bjr yang selama 5 tahun hobi touring , bjr tidak pernah menggunakan box, adapun alasannya
-          Gak suka
-          Box mahal, belum kuat beli
-          Berat , mempengaruhi handling

Dari alasan pertama , bjr memang nggak suka box-box akan apalagi pakai toa maupun sirine, sudah kayak mobil ambulans saja, kenapa nggak suka ? memang dasarnya saja bjr memang nggak suka, entah kelak bisa suka atau tidak kan perasaan bisa berubah hehehehe (labil).


Harga mahal pasti, pasti box yang muat hingga puluhan liter itu harganya mahal, dan karena alasan ini pula bjr jadinya kurang menyukai memakai box, pernah ngecek berapa sih box box yang biasa dipakai buat touring, dan astagaaa , anjir memang mahal,

Pernah suatu ketika bjr nyoba pinjem motor pulsar yang dipasang box milik temen , alhasil rasanya gak penak , handling berat, alhasil manuver pun menjadi terbatas. Terlebih memang bobot pulsar yang berat, rasanya .... alamak antep tenan (berat red).


melar kok

Lantas bagaimana solusi touring tanpa menggunakan box, yups sebenarnya sederhana ya pakai tas ? Cuma itu , tentu saja tidak. Bjr memang hanya memakai tas saja, akan tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya dalam artian tidak digendong di punggung seperti biasanya. Tentu saja hal tersebut beralasan , perlu diingat brosis jika touring jarak jauh (lebih dari 150 km) disarankan punggung jangan diberi beban berlebih, Usahakan gerak tangan dan punggung bebas dari tas.


Sampai Semarang aman jaya ....

Solusinya Ikat saja tas dengan jaring tali, bisa dibeli di toko variasi harganya 15 ribuan, tapi .... ada tapinya memang tali itu lentur bisa melar, akan tetapi ya tetap ada batasnya. Terkadang memang bjr tambahi pakai ban dalam bekas yang ditali memutari tas, dan model hemat beginian sudah 4 kali bjr coba, alhasil aman-aman saja,

So, bagi yang belum punya box untuk touring bisa pakai tips model beginian, gak takut kehujanan ? , gampang pasang saja rain cover , beress kan , hehehe.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar