googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Ban Tidak Ada Kadaluarsa, Tapi Tetap Harus Diperhatikan



Halo Brosis
“Wah ini ban produksi lama”

“carikan yang produksi baru”

Mungkin kalimat tersebut yang awam di dengar oleh para pedagang ban saat melayani calon pembeli yang hendak membeli ban. Sering kali ada anggapan yang hinggap di pikiran pembeli mengenai umur ban yang baru lebih bagus, hal tersebut sebenarnya bukan sebuah kesalahan tapi bukan juga sebuah kebenaran.

Produsen ban tentu sudah mengkalkulasi umur ban yang sebenarnya tidak ada istilahnya ban experied apalagi kadaluarsa layaknya makanan. Penjual juga tidak serta merta tahu  karena disamping barang yang di supply oleh distributor tentu tidak ada penanda otentik produksi ban, apalagi mayoritas ban motor yang dijual di Indonesia dibungkus plastik kemasan.
Hal tersebut tentu dilema, mengingat juga ban yang disupply oleh distributor tidak ada penanda pasti karena terbungkus plastik, dan di kemasan tidak ada penanda produksi ban tersebut, hal ini lumrah karena plastik pembungkus ban itu random dan berlaku universal jadi mustahil untuk menentukan tanggal produksi ban.

Ganti SSD, Upgrade Realistis Notebook Jadul




Halo Brosis 

Beberapa waktu lalu ketika sedang ngobar (ngopi bareng) seorang teman curhat menganai laptopnya yang mengalami beberapa trouble saat digunakan. Masalahnya ada beberapa seperti software photoshop yang tidak bisa digunakan, layar terkadang blue screen dan sekaligus yang paling menjengkelkan menurutnya yaitu laptopnya yang kini lemot.

Sebenarnya laptop teman saya ini tergoong cukup mewah (dulu) saat pertama kali beli, yaitu Asus NJ46V dengan procesor Intel core i7 generasi ke-4 yang dulu ia beli waktu kuliah, kebetulan juga teman saya ini berkecimpung di dunia desain dan editing video jadi saat itu laptop dengan spesifikasi tersebut wajib hukumnya bagi mahasiswa jurusan dkv, berbeda dengan saya yang untuk urusan kerjaan di depan komputer/laptop hanya berkutat di software tulis-menulis dan editing gambar ringan saja, hehehe.


Kembali ke topik, lantas teman saya ini menanyakan kepada saya, diagnosa pertama tentu bisa saja hardisk karena sudah barang tentu piringan cakram yang berisi data ini semakin uzur semakin menurun peformanya, kemudian persoalan blue screen (kemungkinan) besar dari ram yang mengalami gejala kerusakan.

Saran saya tentu ganti yang rusak dan upgrade yang mulai lamban, yap ganti dan upgrade ram dan upgrade storage dengan SSD, karena di zaman  now hampir tidak ada gunanya lagi tetap stay menggunakan hardisk di laptop, apalagi laptop yang digunakan untuk kerja produktivitas.

Review Samsung A7 2018, Samsung 3 Jutaan Paling Worthed



Halo Brosis

Setahun ini rasanya saya terlalu sering gonta-ganti gawai terutama ponsel, yap semenjak dari redmi note 4 kemudian beranjak ke asus maxpro m1 kemudian redmi note 5 hingga yang terbaru terrgoda pocophone yang saya beli pada peluncuran perdana akhir Agustus tahun lalu.

Apakah dengan SoC flagship macam Snapdragon 845 mampu memuaskan saya, bisa iya karena dengan SoC kelas atas nyatanya selama pemakaian tidak ada masalah berarti, bisa dikata inilah hp paling gegas yang pernah saya pakai.

Namun dasar manusia sudah dikasi jeroan Flagship tetap saja tidak puas, yap memang ada yang tidak terpuaskan apalagi selang beberapa bulan saya lebih intens main pubg mobile di emulator via personal computer saya daripada memainkannya via ponsel saya seperti saat memakai maxpro m1 dulu, alasannya simpel karena mata tak lagi jeli bermain via layar ponsel, apalagi setelah “coba” main via emulator kemudian beranjak ke ponsel langsung berasa noob-nya, hehehe.


Dari situlah, sekitar pertengahan Desember tahun lalu saya putuskan untuk menjual saja pocophone F1, terlebih saya dapat kupon voucher dari salah satu e-commerce yang sayang jika tidak digunakan.
Setelah menimbang-nimbang rasanya saya butuh ponsel yang bisa bertahan agak lama dengan saya, ya minimal untuk setengah tahun ke depan, spesifikasi gak perlu muluk2 karena memang nggak seberapa butuh yang muluk2, yang penting

Oli Untuk Yamaha Nmax, Jangan Yang Encer


Halo Brosis
Kali ini bahas oli untuk Yamaha nmax, secara sengaja memang virus untuk menggunakan oli sesat di motor saya tularkan ke teman-teman terdekat, dan Alhamdulillah 80% sudah nyemplung ikut sesat 10% belum berani, dan 10% nya tobat, hehehe.

Dari berbagai macam testimoni dari teman tentu sebagian besar puas dengan oli sesat yang dipakaianya entah itu oli pcmo atau pun oli HDEO, bahkan beberapa nyeletuk “cuk, ngapain nggak dari dulu ya”, beberapa ada yang gonta-ganti sebelum menemukan kecocokan, tapi overall sebagian besar puas kok, untuk yang tobat memang tergiur dengan harga mco murah meriah yang biasa ia pakai.
Tapi ada satu motor yang lumayan buat pusing juga nih, yaitu Yamaha nmax punya teman saya yang sudah sejak setahun lalu resmi ane giring pakai oli pcmo di motornya, tentu hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jarak yang ditempuh teman saya setiap harinya ini lumayan tinggi juga Sidoarjo-Surabaya setiap harinya ya kurang lebih 50-60 km tiap hari.

Impresi Corsa Cross S, Ban Dual Purpose Murah Peforma Lumayan


Halo Brosis

Ban belakang verza sejak pergantian terakhir saya pakai IRC NR25,di samping terjangkau juga saya tidak ada masalah berarti dengan ban bawaan verza ini. Grip cukup, handling lumayan karena profilnya yang tinggi soal keawetan 20-25 ribu km sangguplah sebenarnya ban ini, tercatat sampai saat ini saya sudah pakai 3 kali ini.

Yang pertama tentu bawaan motor, kedua 2,5 tahun lalu hingga saya ganti karena getas (produksi lama), dan yang terakhir setahun yang lalu.

Namun, bencana menghampiri ini ban sejak Agustus lalu, dimana hampir tiap bulan sampai bulan Desember awal ini rutin terkena ranjau paku, jiangkrek tenan kok pancen. Padahal di pemakaian sebelumnya selama setahun pemakaian lebih tidak pernah ada paku yang menancap. Kalau ini sudah pasti apes banget.


Sampai awal Desember jumlah tambalan sudah mencapai 5 buah tentu buanyak ranjau yang nancap mulai dari paku kecil, potongan seng, paku payung, sekrup komplit lah otomatis juga besar tambalan bervariasi, yang paling parah tentu pecahan seng dimana membuat ban terluka melebar otomatis di double cacing tambalan tublles, sampai pada akhirnya menyerah di awal bulan Desember ini dimana bocor alus di bekas tambalan.