googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu

Lampu Halogen, Jangan Pegang Kacanya


cukup pegang kakinya


Halo Brosis
Beberapa waktu yang lalu bjr mendapat pertanyaan dari salah satu pengunjung blog, katanya ia mengeluh kenapa bohlam lampunya sering putus. Lah kebetulan saat mengganti kampas kopling di bengkel beberapa waktu yang lalu ada user old cb yang mengeluh dalam setahun ini sudah ganti bohlam 2 kali.
Selidik punya selidik, bjr tanya bagaimana saat memasang, eh ternyata tepat seperti dugaan bjr user old cb tersebut pegang kaca lampu halogennya, itu mah biang keladi tuh bohlam halogen sering putus.
Mengenal lampu halogen
Lampu halogen saat ini hampir menjadi standart bagi kebanyakan kendaraan, lampu halogen sendiri acap kali diaplikasikan di kendaraan roda dua mau roda empat. Lampu halogen ada banyak jenisnya mulai dari H1, H3, H4, dan masih banyak lagi. Kalau di kendaraan roda 2 lampu halogen kebanyakan menggunakan H4 dengan kaki 3, biasanya dengan besaran Watnya 35W (new vixion, verza) dan 55W (old cb, cbr thailand injeksi).

Vario Vs Aerox = Nama Besar Vs Kaya Fitur



Halo Brosis
Sejak resmi diperkenalkan di Imos beberapa waktu lalu, calon matic penantang vario 150 dari yamaha memang menandakan bukan isapan jempol semata. Di luar sudah launching dengan nama nvx, tapi di Indonesia menggunakan nama yang sebenarnya agak baru di pasar roda dua tanah air.
Tidak main-main sederet fitur yang di sandangnya di gadang-gadang membuat honda vario tampak selangkah tertinggal. Meski hadir dengan 3 pilihan tipe dengan harga termurah sama dengan vario 150 yaitu di angka 20 jutaan jelas secara market memang yamaha ingin merongrong pasar vario 150.
Aerox menggunakan mesin yang sama dengan nmax, yaitu 155 cc dengan teknologi VVA 4 Klep, klaim tenaganya mencapai 14,7 dk, jauh meninggalkan vario 150 yang hanya 12,5 dk. Tentu sektor mesin mutlak vario KO, lah memang vario 150 masih teknologi konvensional 2 klep, meski sama-sama masih SOHC.

Kaca Spion Pecah, Si Verza Pakai Spion Beat



pecah

Halo brosis
Beberapa waktu yang lalu, bjr mengalami musibah, si verza tiba-tiba saja ambruk saat bjr standart in miring (jagang miring). Saat itu bjr lagi asyik2nya makan di warung bebek purnama abal-abal di kawasan pacet, lah tiba-tiba “gubrak pyar” , saat bjr tengok depan warung, verza sudah ambruk.
Permukaan tanah yang gambur karena terkena hujan di sinyalir menjadi penyebab ambruknya verza, lecet dikit sih nggak papah, tengok riting aman, body/ tangki aman, lah ternyata spion sebelah kiri kacanya pecah !.
Alhasil saat pulang hanya dengan satu spion yang ada kacanya. Esoknya bjr segera cus ke toko sparepart cari spion verza sebelah kiri, lah di daerah bjr tidak ada yang jual, tanya ke bengkel ahas pun dilayani dengan form indent, harganya mahal pula 65 ribuan satu bijinya.

Fenomena Pelajar Bawa Motor Ke Sekolah, Perlu Di Sikapi Dengan Bijak


sumber gambar


Halo Brosis
Fenomena pelajar naik motor ke sekolah sebenarnya sudah bukan sebuah hal yang baru, hanya akhir-akhir ini di tempat bjr tinggal yakni Sidoarjo sedang hangat pembicaraan mengenai pelajar naik motor ke sekolah.
Tentu saja tidak asap jika tidak ada api, pemicunya yaitu adanya korban jiwa pelajar tewas tidak hanya satu, atau dua, bahkan beberapa minggu sebelum ujian akhir semester hampir setiap minggu ada saja korban kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Rata-rata korban meninggal dunia penyebabnya adalah tidak memakai pelindung kepala alias helm, sebuah standart yang sebenarnya sangat dasar yang harus di lakukan oleh pengendara motor.
Okelah sebenarnya ini sebuah pro kontra yang kembali menghangat karena ada sebabnya, tapi dari sudut pandang bjr sebagai penulis ulasan ini tidak sesederhana mempublish, menyalahkan atau bahkan menghakimi, tapi beberapa sebab bisa dari hal lain yang di kira memudahkan bahkan kita sebagai orang dewasa pun tak jarang melakukannya.

Oli Meditran Sx di Honda Verza, Akhirnya Sesat Juga





Halo Brosis
 Sebagai penyambut tahun 2017, alangkah baiknya bjr mengajari nyesat.hehehe
Menyambung artikel ganti kampas kopling lalu, sebenarnya sama sekali nggak ada niatan sama sekali untuk beralih ke oli hdeo/pcmo yang kerap dianggap sesat. Akan tetapi bjr rasanya tergoda untuk mencoba di honda verza.
Apalagi si verza sudah cukup berumur, alias baru 3,5 tahun. Terlebih bjr yang sejak beberapa bulan lalu demen baca-baca di grup facebook LDIC (Long Drive Interval Community), rasanya agak gimana gitu untuk (tidak) ikut-ikutan sesat, hehehe.
Alhasil bjr mantapkan hati, sekalian ganti kampas kopling beberapa waktu yang lalu, saat itu pula bjr coba oli hdeo (heavy duty engine oil) alias oli mesin diesel, kok nggak pcmo ?, harga menurut bjr masih rasional hdeo ketimbang pcmo yang rata-rata up to 50 ribu, sedangkan anggaran oli verza sejak beli bjr patok nggak boleh lebih 50 ribu, maklum motor murah apa-apa juga harus murah (tapi nggak murahan loh, hehehe).